My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Janji



Pintu rumah Arabella terbuka ketika dia sedang mengemas pakaiannya untuk kabur, dia menoleh ketika Lili menyapa seseorang yang baru saja masuk ke kamarnya


"Om siapa? " sontak Arabella menoleh


"Mau apa kamu kesini? " Tanya Arabella terlihat ketakutan


"Gak usah basa basi, dua temen gue mau ketemu sama lo" tanpa basa basi Bisma langsung mengangkat Lili dan membawanya pergi


"Hei turunkan Lili.. " Arabella mengejar Bisma keluar


Bisma membukakan pintu mobilnya untuk Arabella, awalnya dia menolak namun akhirnya Bisma sedikit memaksa Arabella dengan membekap mulutnya hingga pingsan


"Lo pikir setelah menghancurkan rumah tangga orang lain lo bisa kabur dengan mudah? lo tau Max orangnya seperti apa bukan? " gumam Bisma


"Om kenapa mami tidur? kita mau kemana? " tanya Lili


"Lili tenang ya.. om mau bawa Lili ketemu papi, mau kan? " bujuk Bisma dengan lembut


"Mau.. Lili mau ketemu papi" Serunya dengan gembira


"Bobo dulu ya.. " Lili menyandarkan tubuhnya menuruti perkataan Bisma


Mobil Bisma terparkir di halaman rumahnya dia membawa Lili dan Arabella bergantian ke kamar, Saat Arabella sadar dia sudah terkunci di sebuah kamar


"Buka.. hei kalian yang di luar tolong buka" teriak Arabella menggebrak pintu


"Mami.. mami kenapa? " Lili terbangun mengucek matanya


"Lili tau kita dimana? " tanya Arabella


"Gak tau, lili Lili kan tidur"


"Sial mana HP gue ilang lagi" gumam Arabella mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya kabur


Tiba tiba pintu terbuka sosok tampan dengan aura dingin menyeramkan membuka pintu, Arabella mundur perlahan melihat kemarahan di wajah Max


"Max gue bisa jelasin" Arabella terus mundur hingga tersudut di dinding


"Bi bawa anak itu, kasih makan' ucap Bisma


Bibi membawa Lili lalu Bisma mengunci kembali pintunya, Max duduk di sofa di susul Bisma sementara Arabella duduk di pojok ruangan jauh dari mereka


" Kenapa lo lakuin semua ini? " tanya Max dengan dingin


"Gue.. gue.. "


"Apa? " Max menggebrak meja membuat Arabella dan Bisma terlonjak


"Gue masih gak Terima lo bahagia sama Allea, gue juga bingung Lili harus punya keluarga utuh, cowok gue kabur dan gak mau bertanggung jawab" lirih Arabella menangis tersedu


"Apa lo gila? lo mau kasih Lili keluarga utuh dengan cara hancurin keluarga orang lain? lo juga cewek apa lo gak bisa rasain gimana perasaan Allea? dia udah baik mau nampung lo di rumah bahkan dia memperlakukan Lili dengan baik" bentak Max


"Itu yang gue gak suka, lo selalu memuji Allea dan menyanjung Allea di hadapan media seolah dia wanita paling sempurna" Arabella balik berteriak


"Lah urusannya sama lo apa? parah banget" ucap Bisma


"Gue cemburu Max, gue masih cinta sama lo bahkan setelah bertahun tahun perasaan gue gak pernah hilang, semenjak ada Allea lo jadi jauhin gue" Max tertawa mendengar ucapan Arabella


"Jelas gue jauhin lo.. lo hamil anak orang terus pengen gue yang tanggung jawab, lo bener bener gak tau malu" ucap Max


"Gue menyesal Max, gue mau kita kembali tinggalin Allea atau jadiin gue yang kedua gue juga mau"


"Cih.. percaya diri banget lo, gue gak akan sia-siain Berlian demi batu selokan" ujar Max


"Sekarang kita udah menemukan siapa ayah dari anak lo, Siap siap lo gue bawa ketemu dia nanti, ayo Max udah cukup malem si cantik pasti udah nunggu lo di rumah" Ujar Bisma


"Jangan memuji istri gue" Max menjitak kepala Bisma


"Sakit bego" Bisma mengusap kepalanya yang di jitak Max


"See you.. bobo nyenyak ya" ledek Bisma seraya menutup pintu


"Tunggu.. keluarin gue" teriak Arabella berusaha berlari ke arah pintu namun pintunya sudah tertutup


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. ehh udah tidur ya? " Max melihat Allea sudah tertidur pulas


Max mengecup kening Allea serta perutnya max berdiri hendak pergi ke kamar anak anaknya, baru saja membuka pintu Allea memanggilnyajpgk


"Kenapa bangun? aku ganggu kamu tidur ya? "


"Enggak.. aku laper" jawab Allea


"Aku bawain martabak buat kamu, mau makan disini apa di bawah? "


"Ke bawah deh, aku belum liat anak anak juga" sudah menjadi ke biasaan bagi keduanya selalu mengecek kamar anak anaknya ketika tengah malam


Mereka masuk ke kamar Ellia dan Ello membetulkan selimutnya lalu mengecup kening anak anaknya, lalu ke kamar Millie dan Michelle


"Mereka tumbuh dengan cepat" ucap Allea mengusap kepala Millie dan Michelle bergantian


"Gak terasa ya.. pernikahan kita sudah sejauh ini dengan di karuniai anak anak baik ini" ucap Max seraya memeluk Allea dari belakang


"Maafin aku ya.. aku selalu bikin kamu kesel, bikin kamu nangis, aku belum bisa jadi suami yang baik" Max mencium tengkuk Allea juga tangannya


"Kamu Ayah yang baik, suami yang baik, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan tapi kamu selalu membereskan kekacauan yang kamu buat" jawab Allea


"Itu pujian atau ngeledek? " Allea terkekeh


"Itu kenyataan" Jawab Allea


Max membawa Allea kembali ke kamarnya dengan membawa martabak, Max duduk di sofa memeluk Allea buang duduk di sampingnya


"Aku banyak berubah gak menurut kamu? " satu pertanyaan yang sulit di jawab seorang pria


"Enggak.. kamu masih sama seperti dulu, Allea aku yang cantik, baik, penyayang dan ceria" jawab Max


"Emmhh.. kalo aku gak berubah kenapa kamu suka ngerasa bosen? "


"Kapan aku bilang bosen? perasaan aku masih tetap seperti dulu" Jawab Max dengan panik


"Kalo gak bosen kenapa kamu pernah ketemuan sama cewek diam diam, teraktir cewek"


"Mampus gue" batin Max


"Itu kan dulu, aku udah minta maaf aku juga janji gak akan ulangi itu lagi" Max mempererat pelukannya


"Ya.. berarti perasaan kamu berubah atau aku yang berubah makanya kamu cari pelampiasan di luar buat ngilangin kejenuhan kamu"


"Sayang udah malem, tidur ya.. gak baik buat baby kalo begadang" Max mengalihkan pembicaraan


"Perlu kamu tahu, aku banyak berubah karena kamu, sekarang aku gendut, jarang dandan, kumel itu karena sibuk ngurus kamu dan anak anak kamu, meskipun ada mereka yang kerja bantu jaga mereka tetep aja kamu sama mereka gak bisa kalo gak ada aku kan? "


"Aku sebenarnya juga capek dan jenuh saat kamu sering gak di rumah, kadang kamu pulang langsung tidur padahal aku mau cerita keseharian aku sama kamu tapi aku gak pernah cari pelampiasan di luar sana, bahkan aku setia nunggu kamu yang di anggap mati selama lima tahun karena keyakinan aku kamu masih hidup" perkataan Allea bagaikan tamparan untuk Max


"Maaf.. " hanya kata itu yang bisa dia ucapkan, Max memeluk Allea menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri


"Ayo tidur" Allea menjauhkan Max dari tubuhnya


"Kamu masih marah? " tanya Max ragu


"Enggak.. aku gak marah cuma inget aja"


"Kamu ngenes banget sih..gemes" Max menggigit Bahu Allea


"Iisshh.. sakit" Allea memukul punggung Max yang memeluknya


"Aku janji mulai sekarang aku akan turutin semua kemauan kamu, aku gak akan macam macam, dan aku gak akan keluar kalo itu bukan urusan kerjaan"


"Gak minum alkohol? gak nongkrong? diem di rumah sama aku dan anak anak? apa kamu bisa? "


"Cuma itu? tentu aja aku bisa, aku janji akan tolak ajakan temen temen aku " Allea menyandarkan kepalanya di bahu Max seraya memeluknya


"Janji ya? " Max hanya mengangguk sambil menghirup aroma tubuh Allea


"Arrrggghhh.. sakit" Max merintih saat Allea menggigit kecil lehernya sangat keras hingga bekas gigitannya memerah


"Kamu juga gigit aku tadi"


"Tapi gak keras, kalo merah gimana? mana besok aku mau ketemu klien lagi" Max mengusap bekas gigitan istrinya


Allea terkekeh dia tidak memberitahu suaminya bahwa lehernya benar-benar merah, Tujuannya supaya tanda itu dilihat wanita wanita di luar sana dan mereka tahu Max sudah mempunyai istri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...