
"Allea.. tunggu" Celine berlari kecil menghampiri Allea yang baru saja turun dari mobil
"Kenapa lin? " tanya Allea
"Gue mau ngomong bentar sama lo" Max menatap dingin Celine membuatnya sedikit sembunyi di belakang Allea
"Kamu duluan aja ya.. aku mau ngomong dulu sama Celine" ucap Allea
"Tapi kalo.. "
"Gak apa apa" Allea meyakinkan Max akhirnya dia pergi lebih dulu ke kelas
"Di kantin aja" ajak Allea
"Gak.. di belakang aja" Mereka berdua berjalan ke belakang gudang
"Ada apa? " tanya Allea
"Lo kenal kak jo kan? "
"Jonatan? emang kenapa? "
"Dia selalu muncul tapi kemunculannya selalu bertanya tentang lo apapun itu, mungkin dia ngira gue deket banget sama lo" tutur Celine
"Dia cowok gila yang selalu berusaha bikin gue ribut sama Max"
"Maksudnya? ohh.. dia juga nanya kenapa dia gak pernah liat lo di apartemen" ucap Celine
"Sebaiknya lo jauhin dia, gue tau tentang dia dan dia cukup berbahaya"
"Tapi dia kayaknya penasaran banget sama lo" ucap Celine
"Dia selalu penasaran sama cewek cewek yang deket sama Max, gak tau motifnya apa tapi dia ingin merebut orang orang yang di cintai Max"
"Apa dia punya dendam? "
"Mungkin.. tapi gue pernah di lecehkan beberapa anggota gengnya entah itu atas perintah dia atau bukan tapi gue saranin sebaiknya lo jangan deket deket sama dia" ucap Allea
"Apa? serius? sekriminal itu? " tanya Celine
"Ya.. untung ada Max yang selametin gue tepat waktu kalo enggak udah abis gue" Jawab Allea
"Tadinya gue seneng dia deketin gue tapi gak jadi deh serem" seloroh Celine
"Heemm.. lebih baik lo jaga jaga dari pada nanti tau tau kejadian "
"Oke.. apa lo gak penasaran sama motif dia? " tanya Celline
"Penasaran sih tapi ya udah lah nyari tau juga ngapain nanti jadi penyakit buat diri sendiri, lo harus inget jangan deket deket sama dia"
"Iya.. tapi kalo dia nanyain lo gimana? " tanya Celine
"Biar dia gak gangguin lo bilang aja kita gak terlalu dekat, kita cuma temen sekolah biasa"
" Oke.. gue juga jadi takut ketemu dia lagi"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kabar mom? " Sepulang sekolah Cindy menjenguk Emile ke rutan
"Ada apa lagi kamu kesini? bukannya kamu udah bahagia dengan kehidupan kamu sekarang? " ketus Emile
"Mom... maaf kalo Cindy gak mau ikutin perkataan mommy, Cindy cuma mau hidup tenang"
"Ya.. sekarang kamu sudah tenang bukan? pulang sana jangan kesini lagi" ucap Emile lalu berdiri hendak pergi
"Mom.. "
"Hidup kamu sudah bahagia sementara hidup mommy sekarang sangat berbanding terbalik dengan kamu, mommy mendekam di penjara dan daddy menceraikan mommy hidup mommy sudah hancur"
"Itu karena salah mommy.. kalo aja mommy menyadari kesalahan dari awal pasti daddy masih bisa memaafkan mommy" tegas Cindy
"Pergi" titah Emile lalu benar benar pergi
Cindy meneteskan air mata dia pergi dengan langkah gontai pulang dengan taksi, sepanjang perjalanan dia menangis Cindy benar benar bingung dengan apa dia harus menyadarkan ibunya
"Cindy kangen mommy" lirihnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aahhh... melelahkan" Allea membantingkan tubuhnya keatas ranjang
"Tadi Celine ngomong apa? " tanya Max
"Dia bilang kak Jo nemuin dia cuma nanya tentang keberadaan aku" Jawab Allea seraya berbalik menghadap Max
"Dia cari mati" Max menggertakan giginya
"Tenang aja Celine gak bilang apa apa kok dia juga gak tau kita pindah kesini, aku juga udah bilang biar Celine jangan deket deket kak Jo"
"Kenapa kamu manggil dia semesra itu? "
"Mesra apaan sih kamu aneh deh"
"Jangan panggil cowok lain dengan singkatan seperti itu" Max mencengkram pipi Allea hingga mulutnya menggembung
"Iya.. iya maksud aku Jonathan" ralat Allea lalu Max baru melepaskannya
Max menatap langit langit kamar dengan kedua tangan sebagai bantalnya, Allea memeluk tubuh polos Max serta meraba perut kotaknya
"Kamu makin hari makin s*k*i aja deh" goda Allea
"Biasa aja, dari dulu juga gini gini aja" jawab Max cuek
"Kamu makin ganteng" kini tangannya beralih ke wajahnya membelai rahang tegas suaminya
"Udah dari lahir" jawabnya masih cuek
"Mau makan apa malam ini? " tanya Allea masih menyusuri wajah Max
"Terserah"
"Mau makan aku gak? " goda Allea, dia tahu suaminya sedang jealous
"Aku mau tidur, bangunin nanti kalo makanan udah siap" ucap Max membenarkan posisi tidurnya lalu memejamkan mata
Plak
Allea memukul B*k*ng Max karena kesal lalu pergi mandi, Setelah itu dia langsung pergi ke dapur untuk memasak tanpa bicara apapun lagi
Setelah selesai masak Allea tidak membangunkan suaminya dia makan terlebih dulu membiarkan Max bangun sendiri karena rasa laparnya, benar saja tengah malam Max mengerjapkan mata kala perutnya terasa keroncongan
"Kenapa dia gak bangunin sih" gerutu Max saat melihat jam di handphonenya sudah menunjukkan pukul 1 malam
Max pergi makan tengah malam setelah itu dia kembali ke kamarnya, baru saja dia masuk ke kamar berpapasan dengan Allea yang baru keluar dari kamar mandi dengan baju haramnya
Jakun Max naik turun menatap Istrinya jalan berlenggok ke tempat tidur, Max ikut merebahkan dirinya dan mendusel kepalanya ke punggung polos Allea
"Apaan nih? " ucap Allea
"Kamu wangi banget" Suara Max terdengar berat dengan nafas memburu mengendus tengkuk Allea dengan tangan membelit pinggang Ramping Allea
"Apaan sih tadi aja sok sok'an cuek" ketus Allea
"Sayang aku cemburu kamu gak peka banget sih"
"Cemburu cuma karena aku panggil namanya dengan singkatan itu aneh"
"Ya aku gak suka, jangan panggil cowok lain seperti itu, Maafin aku ya tadi cuekin kamu" bujuk Max membalikkan tubuh Allea
Ketika Max hendak mencium Allea dia bangkit dari tidurnya menatap Max dengan genit "Aku lupa belum ngasih makan poni" ucapnya dengan manja lalu lari keluar dari kamar
"Arrrggghhh sial.. mana udah mode on fire lagi "
Allea cekikikan di kamar lain sambil menggendong anak kucingnya, dia ingin memberi pelajaran untuk suaminya yang sudah mendiamkannya tadi sore
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di rumah Gita malam ini terdengar suara bayi bergema di seluruh ruangan, Gita sudah beberapa kali bangun untuk memberi asi namun tampaknya bayi itu tidak pernah merasa puas
Dito menyuruh Gita memompa asinya agar dia bisa bergantian memberi asi pada bayinya, keduanya bekerja sama di bantu ibu mertuanya
"Jangan nangis terus kasihan mama ya" Ucap Dito lembut sambil memberi asi pada bayinya
"Oee.. Oee.. " Dito baru saja bernafas lega karena anaknya minum dengan tenang lalu beberapa menit kemudian dia menangis dengan kencang
"Apa lagi sayang? " Dito mengayun ngayun pelan anaknya
"Bau apa ini? " Dito memeriksa anaknya
"Ohh.. astaga anakku" Dito menghela nafas ternyata dia harus membersihkan pup si bayi