My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Rasa yang mulai tumbuh



Max tidur di sofa depan TV dekat kamar Allea, dia berjaga jaga siapa tahu Allea kembali mimpi buruk. Max tidak ingin membiarkan Allea sendirian menghadapi mimpi buruknya


Benar saja baru beberapa menit Max menutup matanya suara Allea kembali terdengar, Max sigap masuk menenangkan Allea yang terus bergumam namun matanya terpejam dengan keringat membasahi wajahnya


Max mengambil kursi di meja rias dan duduk di sebelah ranjang Allea, Allea nampaknya sangat ketakutan hingga menautkan tangannya dan Max dengan kencang hingga kuku jarinya memutih


"Semuanya baik baik saja Allea, tenang" bisik Max di dekat telinga Allea seraya mengusap kepala gadis itu


Seperti obat penenang setelah Max berkata begitu Allea kembali tidur dengan tenang, cengkraman tangannya mulai melonggar


"Lo sebenarnya ketakutan Allea tapi lo berusaha tutupin semua dari orang lain" ucap Max membelai wajah Allea


Max tidur di samping Allea dengan duduk di kursi tapi tubuhnya di atas ranjang Allea dengan tangan saling bertautan, Allea menggeliat perlahan membuka matanya dia melihat kepala Max berada di sampingnya


"Apa dia semalaman tidur begini" gumam Allea


"Gue gak tau perasaan apa yang gue rasain sekarang sama lo Max, tapi rasanya gue gak rela cuma denger lo suka sama orang lain"


"Apa gue egois kalo gue maksa lo tetap di sisi gue? Gue takut lo pergi menjauh dari gue" lanjut Allea


Allea tidur menyamping menghadap Max dengan tangannya yang mengelus kepala Max, Allea mempererat genggaman tangannya dia benar benar takut kehilangan Max sekarang


"Gue tau rasa itu mulai tumbuh diantara kita tapi gue takut kalo kita bersama dalam sebuah ikatan kita akan menyakiti satu sama lain kedepannya" batin Max


Max ternyata tidak benar benar tidur dia mendengarkan setiap perkataan Allea, keduanya baru benar Benar tertidur dengan pemikiran mereka masing masing setelah Allea mengatakan unek-uneknya


Keesokan paginya gibran dan Danendra sudah menunggu di meja makan namun kedua anak itu belum juga keluar dari kamar, Gibran mencari Max di kamarnya namun Max tidak ada disana lalu Gibran pergi ke kamar Allea


"Max... " panggil Gibran dengan geram melihat pemuda itu tidur di samping anak gadisnya meskipun sambil duduk di kursi


"Ssstttt" Allea memberi isyarat agar ayahnya diam


"Kenapa dia bisa tidur disini? " tanya Gibran duduk di tepi ranjang diikuti Danendra


"Semalaman dia tidur disini ayah, sepertinya Allea mimpi buruk semalam" ujar Allea


Gibran pun tau hal itu dia memilih diam dan berpikir sejenak lalu beranjak dari duduknya


"Bangunkan dia sayang kasihan nanti sakit pinggang" ujar Gibran seraya mengelus kepala Allea yang sedang bersandar di kepala ranjang


"Dan satu lagi lepas tangannya jangan lama lama bersentuhan sama lawan jenis" mendengar perkataan Gibran Allea segera melepaskan tangannya dari Max


"Ayah makan duluan aja biar nanti Allea nyusul" ucap Allea seraya menatap ke sembarang arah


"Baiklah, ayo Danendra kita makan duluan" keduanya beranjak dari kamar Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Gita dan Dito sedang berada di sebuah cafe wajah mereka terlihat sama sama bingung, Dito sampai mengacak rambutnya frustasi sementara Gita memijat keningnya


"Rahasiain dulu aja nanti gue cari solusi, kita bisa kasih tau pelan pelan nanti" ucap Dito


"Tapi kita gak bisa nunggu lebih lama lagi" Jawab Gita


"Lo diem dulu deh jangan bikin tambah pusing" bentak Dito


"Lo kok nyolot? terserah lo deh pikirin sendiri jalan keluarnya" ucap Gita seraya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Dito


"Arrgghhhhh bego bego" cecar Dito


Apa yang sedang terjadi diantara Dito dan Gita?


Dan apa yang sedang mereka bicarakan?


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di rumah Yuki dia sedang marah marah pada dua orang suruhannya yang gagal menangani Allea, apalagi logo salah satu dari mereka hilang Yuki takut jika logo itu di temukan Allea atau Max


"Dasar bodoh, ngerjain gituan doang gak bisa" hardik Yuki


"Cowok itu datang sebelum kita ngelakuin apa apa sama cewek itu dan lo bisa liat sendiri tangan gue sampe patah gara gara dia"


"Itu lo aja yang lemah, dua lawan satu masa kalah"


"Kalian lagi ngomongin apa? " tanya Jo yang baru saja datang


"Ohh gak ada, lo berdua pergi aja" ucap Yuki karena takut ketahuan Jo


"Tunggu, kenapa kalian babak belur? " tanya Jo


"Cuma masalah kecil bos, selama beberapa waktu kita berdua mungkin akan pergi dulu bos"


"Tumben, mau pergi kemana kalian" tanya Jo


"Liburan/pulang kampung" Jawaban keduanya berbeda membuat Jo mengerutkan keningnya


"Terserahlah tapi jangan berbuat onar di luar menggunakan atribut geng motor kita"


"Siap bos"


Jo berjalan keluar seraya mengirim pesan pada anak buahnya yang lain, dia tidak sebodoh itu dapat di bohongi oleh mereka


"Ikuti Gian dan Zai" isi pesan yang di tulis Jo


"Kalian pergi dari sini ambil uang ini dan satu lagi kalo kalian ketahuan jangan sebut nama gue atau kalian akan tahu akibatnya buat keluarga kalian"


Pria itu membawa uang yang di beri Oleh Yuki masing masing mendapat 50juta, Yuki benar benar lebih gila dari Cindy dan Arabella dia bahkan sampai berani mempertaruhkan nyawa seseorang


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Max bangun" Allea membangunkan Max dengan mengguncang bahunya


"Hhmmm... " Max menggeliat meregangkan otot ototnya


Bukannya bangun tapi Max malah pindah tidur diatas ranjang meletakkan kepalanya di paha Allea


"Max nanti ayah masuk" pekik Allea mendorong kepala Max


"Kenapa? lo takut? " tanya Max


"Lo mau di nikahin mendadak sama ayah? " Allea benar benar geram bagaimana bisa Max dengan santainya tidur di pangkuannya


"Emang lo gak mau nikah sama gue? "


"Bu.. bukan gitu"


"Berarti mau dong" goda Max


"Gak gitu juga" Allea semakin serba salah


"Jadi mau atau enggak? " tanya Max


"Kita masih kecil lo udah mikirin nikah, dasar gila" pekik Allea mendorong dorong kepala Max


Bukannya menyingkir Max malah memeluk pinggang Allea, Dia mengusak wajahnya di perut Allea


"Geli" Allea mendorong kepala Max agar menjauh dari tubuhnya


Mendengar suara gagang pintu Max dengan sigap berdiri di bawah ranjang, Gibran masuk diikuti Danendra


"Kalian sarapan dulu ini udah siang"


"Baik om, saya permisi mau mandi dulu" Max berlalu meninggalkan kamar Allea


Sebelum menghilang di balik pintu kepala Max menyembul dan mengedipkan sebelah matanya membuat Allea melotot, Gibran mengikuti arah pandangan Allea namun Max sudah menghilang


"Allea mau mandi dulu yah"


"Iya siap siap nanti sore kita pulang"


" Baik yah"


Allea berada di kamar mandi dia senyum senyum sendiri mengingat setiap kelakuan konyol Max, dulu Max yang ketus padanya kini tidak di sangka sama sekali bahwa dia menjadi sosok yang hangat dan menyenangkan bagi Allea. Hanya bagi Allea


Jangan lupa like komen dan vote 😍😍