My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Khawatir



Sudah tengah malam Max belum juga kembali apalagi nomor teleponnya tidak bisa di hubungi, Asistennya mengatakan bahwa atasannya itu masih berada di kantor


"Dia kemana ya? apa dia masih marah gara gara kemarin? Susul aja kali ya? " Allea mengganti bajunya dan menitipkan anak anaknya pada suster lalu pergi


Allea membawa mobilnya sendiri menuju Kantor Max benar saja mobilnya masih terparkir di sana, Ketika Allea hendak masuk siapa mendengar suara di dalam sepertinya dia tidak sendiri


Benar saja disana ada Bisma, Dito, juga Desta dengan isi kantor yang Berserakan, Mereka menoleh ketika pintu terbuka


"Sayang.. sama siapa kesini? " Max menghampiri Allea yang mematung di pintu


"Kenapa kesini? Exel udah sembuh? " Max memeluk serta mencium Allea


"Enak banget yang dapat vitamin, telepon cewek gue ahh.." ledek Bisma


"Kayaknya jangan deh, gue ngerasa kalo mending lo gak usah berbagi apapun tentang kerjaan sama cewek lo" ucap Dito


"Kenapa emang? dia sebentar lagi jadi istri gue jadi gak apa apa dong kalo dia tau"


"Kayaknya Dito ada benernya, coba kali ini lo gak usah kasih tau siapapun, lo tinggal kasih terus syuting iklannya gak perlu pihak lain tau, gue khawatir malah orang yang dekat sama lo yang bocorin keluar" Bisma terlihat memikirkan hal ini


Karena memang yang keluar masuk ruangannya hanya papanya, Mitha, juga sekretaris nya yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan papanya


"Gue ada ide" Max merencanakan sesuatu, sementara Allea duduk di sofa tidak mengerti yang mereka bahas


"Kok kesannya jadi kayak curigain pacar gue? "


"Enggak.. enggak.. bukan mencurigai cuman kan kita gak tau isi hati orang jadi coba dulu lah" ucap Dito


"Selesai kan? sekarang lo beresin" ucap Max menunjuk Bisma


"Kan ada OB Max, suruh bersihin aja ya? " bujuk Bisma dengan senyum manisnya


"Gak.. beresin sekarang " dengan memberangus kesal Bisma membereskan semua kertas yang berserakan sementara teman temannya enak enakkan makan makanan yang dia pesan


"Kamu ngapain kesini? Khawatir sama aku ya? " ucap Max seraya tidur di pangkuan Allea


"Ya iya lah pake di tanya lagi" gerutu Allea


"Kamu pergi kesini sendiri? " Allea hanya menganggukkan kepalanya


"Kebiasaan.. buat apa aku gaji supir? "


"Kan udah nyampe juga ngapain di bahas" Jawab Allea


"Gemes" Max memeluk pinggang Allea Mengusak kepalanya di dada Allea lalu menggigitnya


"Weee.. main nyosor aja, hargain dong nih para perjaka" ucap Dito, membuat wajah Allea memerah karena malu


"Tau lo maen nyosor nyosor aja kan jadi pengen" cicit Desta


"Dah lah pulang yok, hawa disini panas " ledek Bisma


"Sono pulang.. pulang" Ketiga pria itu pulang karena memang sudah larut malam


"Jadi mau disini atau di rumah? " pertanyaan Max ambigu


"Apanya? " tanya Allea, dia sama sekali tidak mengerti


"Mau disini apa di rumah? " Max menjatuhkan Allea di sofa lalu mengungkungnya dan Menggelitiknya


"Udah.. udah.. geli" Nafas Allea tak beraturan karena terus tertawa,


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Celine berjalan menuju ruangan Satya untuk memberikan hasil pekerjaannya, dia terpaksa lembur untuk merevisi semua pekerjaannya yang acak acakan dan kena marah ayah Satya


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" Dengan ragu celine masuk, dia selalu tidak nyaman dengan tatapan Satya padanya


"Sudah selesai? "


"Sudah tuan muda, kalau begitu bisa saya pulang? jika ada salah besok pagi pagi sekali saya akan kerjakan lagi" ucap Celine


"emm.. sepertinya kali ini cukup baik, kamu bekerja keras kali ini" Satya berjalan mengelilingi Celine seraya meraba tengkuknya


"Tuan muda.. saya permisi" Celine berdiri dia benar-benar merasa dalam masalah


"Mau kemana, hmm? temani aku sebentar " Satya meraih pinggang Celine dan menjatuhkannya di sofa


"Tuan apa apaan ini? saya bisa lapor polisi.. lepaskan.. lepaskan.. " Celine berontak saat Satya berusaha menciumnya dengan paksa


Satya merobek baju bagian depan celine matanya terbelalak melihat bentuk tubuh Celine, Celine selalu menepis tangan Satya agar tidak menyentuhnya namun Satya berhasil meremas dada Celine


"Lepas... aaarrrggghhh.. hiks.. hiks.. lepaskan aku" Celine berusaha berontak sekuat tenaga


Dia melihat vas bunga di atas meja dan berusaha meraihnya, ketika Satya hendak mencium celine kembali dia memukulkan vas bunga tersebut ke kepalanya


Celine berhasil kabur dia melupakan barang barangnya bahkan sepatunya, Celine berlari mencengkram bajunya yang robek bahkan dia di kejar Scurity karena perintah Satya


Karena Celine berhasil kabur akhirnya Satya mengejarnya menggunakan mobil, Celine berlari sejauh yang dia bisa tidak menghiraukan rasa sakit di kakinya


Di persimpangan jalan hampir saja Celine tertabrak oleh sebuah mobil, dia benar-benar sudah lemas dan terjatuh meskipun mobilnya menginjak rem dengan sempurna


"Kamu nabrak orang? " Pengemudi itu segera turun melihat keadaannya


"Mbak.. apa ada yang luka? "


"Tolong saya.. saya di kejar orang " Celine segera berdiri ketakutan


"Celine.. " Allea terkejut melihat Celine yang sudah penampilannya sudah tidak beraturan


"Allea.. tolong gue " tangisnya pecah memeluk Allea


"Bawa masuk " Max menyuruh Allea membawa Celine masuk ke dalam mobilnya


"Pake ini" Allea memakaikan jas milik Max yang dipakai olehnya


Allea duduk di belakang bersama Celine untuk menenangkannya, Tampaknya Celine benar-benar sangat kacau dia tak henti hentinya menangis


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Halo.. bro" Bisma menjawab panggilan dari Vero


"Lagi ngapain lo? belum tidur? "


"Gue baru pulang dari kantor Max, gue lagi apes" jawab Bisma


"Apes kenapa? perusahaan jatoh lagi? "


"Bukan.. kalo itu gue udah minta bantuan sama Max, gue kan kerjasama sama satu perusahaan dan gue udah bikin iklan tapi di colong tuh ama si curut, kayaknya pegawai gue ada yang berkhianat deh"


"Orang luar ada yang tau? " tanya Vero


"Ada pacar gue, tapi itu kan bukan orang luar" jawab Bisma


"Gue cuma mau ingetin sesuatu sama lo, jangan terlalu percaya sama Mitha"


"Kok lo ngomong gitu? gak seneng gue punya pacar atau lo suka sama dia? " Bisma menyangka hal lain


"Percaya sama gue, sebelum sama lo dia pacar gue dan baru kemaren ketemu di rumah Allea gue putusin, dia bukan cewek baik"


"Ohh.. jadi dia mantan lo dan lo jelek jelekin dia depan gue gitu? kalo belum move on bilang deh, lo juga belum move on dari Allea, temen macam apa lo yang mau sama cewek temannya sendiri" hardik Bisma


"Lo salah.. gue gak bermaksud rusak hubungan kalian tapi yang gue omongin bener, gue cuma gak mau lo di manfaatin sama dia, dan lo gak tau siapa dia sebenarnya"


"Apa maksud lo? gue tau siapa dia dan gue tau sifatnya kayak gimana" Bisma masih tidak mau mendengarkan ucapan Vero


"Dia itu wanita ular, lo tau dia anak kedua keluarga Harsa? dia anak musuh bebuyutan bokap lo"


"Jangan ngarang deh, udah tau gue anak Harsa yang mana gue ketemu kemaren waktu tanda tangan kontrak.. lo gak perlu hubungin atau temuin gue lagi, lo bukan temen gue" ucap Bisma lalu menutup teleponnya


"Apaan dia bilang Mitha anak Harsa, orang gue udah ketemu sama dia" gerutu Bisma