My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Julid



"Lo jadi ikut gak entar malem? " tanya Gita


Keduanya sedang duduk di sofa dengan banyak cemilan di atas meja di temani anak anak yang berlarian dan suara mereka yang berisik


"Gak tau, males gue" jawab Allea dengan mulut penuh


"Kenapa? reuni sma loh dari sekian tahun ikut lah sekali ini aja"


"Lo tau kan mulut mereka gimana? kemaren aja gue ketemu Rita sama Lia udah down banget, gue gak mau dengerin mereka lagi"


"Lo ngapain sih dengerin mereka, nih badan gue juga gendut gak apa-apa justru kita harus dandan yang cantik biar mereka iri"


Keduanya memang sekarang lebih berisi karna Gita juga sedang mengandung, suami suaminya sangat memperhatikan asupan gizi untuk istrinya tidak heran tubuh mereka menjadi mekar


"Semua orang ikut.. ayolah"


"Kita harus ke salon deh kayaknya" ucap Allea


"Jadi lo ikut? " Allea mengangguk sampai Gita memeluknya karena terlalu senang


Keduanya pergi belanja dan mempercantik diri ke salon sampai lupa waktu, saat sore suami mereka sudah menunggu kepulangannya seraya mengasuh anak anak


"Sayang" Alle tiba tiba muncul memeluk Max dari belakang


"Dari mana aja istriku ini.. hmm? " Max berbalik memeluk Allea dan mencium pipinya


"Ngabisin uang kamu apa lagi"


"Udah makan? " Max mengelus kepala istrinya


"Lihat mereka udah punya banyak anak masih mesra, kenapa kamu enggak? " gerutu Gita


"Jadi kamu juga mau? sini" Dito memeluk Gita namun hanya kepalanya saja


"Muah.. muah.. haha" Dito juga mencium kepala Gita dengan kasar sambil tertawa


"Kamu gak pernah bener" Gita melepaskan diri lalu memukul suaminya


"Bro gue pamit ya" ucap Dito


"Mau kemana? makan dulu lah"


"Enggak makasih, ini istri mau manja manja di rumah"


"Iih apaan sih " Gita protes melepaskan tangan suaminya yang merangkul bahunya


"Loh bukannya tadi kamu bilang mau bikin dedek? "


"Dasar gila" ketus Gita, Max dan Allea hanya tertawa memang Dito selalu membuat istrinya kesal


"Ketemu entar malem di tempat reuni" Ucap Dito seraya menggendong Dita


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat Gita, Allea para suami dan Dito cs masuk semua pandangan teman temannya SMA beralih pada mereka, seperti biasa diantara mereka banyak yang cari muka apalagi pada Max yang menjadi pemilik perusahaan di usia yang masih muda


"Kita di cuekin nih? " Ucap Sandro


"Dah lah pengusaha kayak mereka pasti banyak yang carmuk" ucap Desta


"Hai Allea Gita " sapa Arabella


"Hai.. apa kabar ? " Allea dan Gita berjabat tangan dengan Arabella


"Lama gak ketemu, gue belum minta maaf sama lo atas semua perbuatan gue sewaktu SMA"


"Gak apa apa udah lewat juga , Btw lo sama siapa kesini? " tanya Allea


"Sendiri, oh iya anak kalian gak di bawa? "


"Gak, ribet kalo bawa anak" jawab Gita


"Lo sibuk apa sekarang? " tanya Allea


"Gue cuma sibuk ngurusin butik sama anak gue"


"Lo udah punya anak? orang tua lo orang kaya banyak di sorot media kok pernikahan lo gak di rayain gede gedean? " cerocos Gita


"Gak apa apa, mau soda? " Arabella mengulurkan dua gelas soda


"Kita lagi hamil" ucap Allea


"Ohh.. lagi hamil ya sorry gue gak tau"


"Hai.. Allea, Gita, Arabella" ucap sekelompok teman wanitanya saat SMA


"Hai.. " Jawab ketiganya


"Allea lo sekarang gak jadi dokter lagi ya? sayang banget dong padahal lo udah kuliah capek capek eh.. jadi ibu rumah tangga juga"


"Gak apa apa sih, di rumah lebih enak kan bisa ngurus anak dan suami dengan baik cuma kalo di rumah jadi agak gemukan gitu"


"Lo juga ya Git, sayang banget kuliah kalian ujung ujungnya gak kepake"


"Katanya lo lagi hamil ya? wow usia belum 30 aja anaknya udah lima" Allea mengetuk ngetuk jarinya di meja


"Kalian kenapa sih? kalian pikir kalian sempurna? jangan jangan hidup kalian gak bahagia makanya suka ngomentarin hidup orang lain" gerutu Gita


"Itu kan fakta" sergah salah satu dari mereka


"Heh.. lo jomblo gak laku mending kita suami punya, kaya , udah punya anak hidup bahagia, nah elu kurus kering banting tulang sendiri paling enteng jadi simpenan om om" Selama hamil mulut Gita memang tidak pernah di saring


"Gue udah feeling mereka pasti ribut'' bisik Allea pada Gita


" Lo yakin hidup kalian bahagia? kalian gak tau kan apa yang di lakuin suami kalian dia luar, hati hati banyak cewek yang suka suami orang " ucapnya


"Iya kayak lo" sahut Gita dengan wajah julidnya


"Lo mau ngapain ta? " tanya Allea saat Gita membuka tasnya


"Telepon suami gue" setelah menelpon suaminya, Max dan Dito cs segera datang menghampiri Allea dan Gita


"Lagi ngapain nih rame rame? " Dito membelah kerumunan


"Nih mereka rese masa ngatain kita gendut sama pengangguran" Gita mengadu


"Kita gak bilang pengangguran kok, kita cuma bilang sayang aja lo kuliah tapi gak kerja"


"Sama aja bego" hardik Gita


"Gak usah ngatain dong" Gita dan mantan temannya itu saling melemparkan kata kata kasar, Allea hanya menatap Mereka yang sedang cekcok dengan wajah murung sementara Arabella menghilang setelah terjadi keributan


Prang


Semua orang diam ketika Max melempar gelas ke dinding, matanya menatap dingin pada orang orang di sekeliling ketika melihat sang istrinya berwajah murung


"Kalian yang ribut bisa pergi, pintu sebelah sana silahkan" ucap Max menunjuk pintu


"Keamanan.. ya cepat kemari" Max menelpon keamanan ketika dari mereka tidak ada yang bergerak sedikitpun


"Lo gak bisa usir kita dong, kita disini juga di undang orang yang sewa gedung" mereka tidak Terima di usir begitu saja


"Siapa yang menyewa gedung? gue balikin uangnya sekarang juga, gedung ini punya gue bahkan gue bisa bubarin acaranya sekarang juga" ucap Max, mereka yang berkata kasar pada Gita dan Allea akhirnya saling sikut


" Tuan.. ada yang bisa saya bantu? " keamanan baru saja datang


"Bawa ke lima orang ini pergi" ucap Max, sesuai perintah kelima orang tersebut di paksa pergi oleh keamanan


"Sayang kita pulang aja, angin malam gak baik buat kamu" ucap Max, Allea akhirnya mengangguk


"Kalian enjoy lanjutin, kita duluan" Akhirnya Allea, Max serta Dito cs memutuskan untuk pulang


Max baru saja memasangkan sabuk pengaman pada Allea, matanya seperti fokus pada luar jendela membuat Allea mengikuti pandangannya


"Ada apa? " tanya Allea


"Gak, aku keluar sebentar kamu jangan kemana mana" Max berjalan dan menghilang di balik bangunan


Karena penasaran akhirnya Allea mengikuti Max dari belakang, dia melihat Max sedang bicara namun entah dengan siapa karena lawan bicaranya terhalang tembok


...Jangan lupa like komen dan vote beri othor bunga juga ya 😘...