My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Mengatakan perasaan



"Max darimana lo tau tentang Gita dan Dito? " tanya Allea saat Max baru saja menurunkannya dari gendongan


"Gue denger sendiri mereka ribut di UKS"


"Ohh.... kenapa mereka ngelakuin itu ya? " Allea bergumam sendiri


"Lo gak tanya sama Gita? "


"Enggak, gue takut dia tersinggung" Jawab Allea


"Di jaman sekarang bagi sebagian orang s*x before marriage itu biasa Allea, Apa lo gak tau itu? " ucap Max


"Kenapa mereka melakukan itu? apa mereka gak takut hamil atau terkena penyakit gitu? " Allea lagi lagi berdialog sendiri


"Ya mana gue tau gue gak pernah, atau lo mau coba? " goda Max seraya menaik turunkan alisnya


"Dasar sinting " hardik Allea seraya memukul kening Max


"Hehe galak banget sih, ayo pulang" Max terkekeh seraya menaiki motornya


"Max jawab jujur.. apa lo pernah ngelakuin itu sama pacar lo? " tanya Allea dengan menopangkan kepalanya di bahu Max


"Kalo pernah kenapa kalo enggak pernah kenapa? "


"Jawab aja, terus kenapa lo bisa putus sama Arabella? " tanya Allea memiringkan kepalanya menatap wajah Max dari samping


"Lo masih suka sama Arabella? " tanya Allea bertubi-tubi


"Nanya satu aja belum di jawab, lo lama lama kayak wartawan" jawab Max dengan kekehan


"Ya udah gak usah di jawab dasar pelit" Allea menjauh dari Max lalu memukul bahu nya


"Haha ngambek, lo gak perlu tau masalalu gue yang perlu lo tau cuma masa depan kita nanti" Ucap Max seraya menarik tangan Allea agar memeluknya


"Ahh gombalan lo basi" Allea menanggapi malas ucapan Max, tidak ada yang bicara setelah itu Allea memeluk Max dan menyandarkan kepalanya di punggung lebar Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Jonathan sedang memarahi Yuki habis habisan karena dua orang yang di suruh Yuki mencelakai Allea sudah berhasil dia serahkan ke pihak kepolisian


"Apa lo gak pernah mikir gimana kalo kejadian itu menimpa lo? lo itu cewek gimana bisa lo sekejam itu, gue aja sebagai cowok gak pernah maksa cewek untuk berhubungan sama gue" bentak Jonathan membuat Yuki hanya bisa memejamkan matanya seiring dengan bentakan Jonathan


"Gue cemburu dia deket sama Max dia udah janji mau bantu gue deketin Max tapi buktinya Max malah lengket sama dia" teriak Yuki


"Lo punya otak tuh pake mikir, udah jelas jelas cowoknya lebih milih Allea harusnya lo yang sadar diri dari awal jangan buat masalah" ujar Jonathan dengan geram menunjuk nunjuk kepala Yuki


"Untung aja mereka gak bilang sama polisi kalo itu perintah dari lo kalo enggak abis lo di penjara" lanjut Jonathan


"Jelas mereka gak bakal bilang apa apa orang gue ancam" batin Yuki yang memasang wajah bersalah


"Gue gak mau sampe kejadian ini terulang lagi sama Allea atau pun orang lain karena kalo lo dalam masalah gue angkat tangan" ujar Jonathan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di kediaman Gibran semua pelayan dan Aksa di buat kelimpungan karena Allea menghilang dari rumah, mereka mencari ke sekeliling Allea tidak juga di temukan. Gibran mengira Allea di culik orang namun sampai Aksa menemukan jendela Allea terbuka baru mereka tahu bahwa Allea kabur


"Astaga ternyata nona benar benar nekat kabur" ucap Aksa


"Dia mengatakan sesuatu? " tanya Gibran


"Tadi nona meminta saya membawanya keluar namun saya menolak karena takut tuan marah" Jawab Aksa


"Anak ini benar benar" Gibran baru saja mendengar suara motor berhenti di depan sana


Meskipun motor Max berhenti di depan gerbang tapi Gibran dapat mendengarnya karena suaranya yang bising, Gibran membuka pintu dan terlihat Allea dan Max yang sedang berdiri berhadapan di samping motor


.


.


"Gue gak di ajak masuk dulu gitu? " Tanya Max ketika Allea sudah melangkahkan kakinya


"Gue gak mau nampung orang" jawab Allea tanpa berbalik


"Lo yakin gak mau ngajak calon suami lo ini mampir dulu? " mendengar perkataan Max Allea berbalik menatap Max seraya mengernyitkan keningnya


"Calon suami? jangan mengada ada Max becanda lo gak lucu"


"Gue gak becanda, lo akan jadi istri gue suatu saat nanti" Ucap Max, Allea menatap kedua mata Max sepertinya tidak ada kebohongan di matanya


"Gimana gue bisa jadi masa depan lo sementara hati lo gak bisa lupain masalalu lo? " tanya Allea tidak lepas menatap wajah Max


"Kapan gue pernah bilang masih ada masa lalu di hati gue? " Max balik bertanya pada Allea yang hanya diam saja , keduanya saling memandangi dengan lekat wajah masing-masing


"Gue pernah bilang sama lo gue suka sama seseorang tapi gue gak bisa mengutarakan perasaan gue karena gak mau nantinya gue sama dia berjauhan karena kesalahan pahaman diantara kita berdua, intinya gue gak bisa dia jauh sama gue"


"Ya gue tau lo takut Arabella pergi lagi ninggalin lo dan lo gak bisa liat dia setiap saat" Allea mengucapkan sesuatu yang dia pikirkan selama ini


"Lo salah Allea bukan Arabella" Jawab Max


"Lalu? " Tiba tiba Max memegang kedua tangan Allea dan mengikis jarak diantara mereka


"Dia itu lo" Allea mematung mencerna apa yang di katakan Max dia benar benar merasa bodoh


Klik


Max menjentikkan harinya di hadapan Allea membuat Allea tersentak, Allea hanya mengira Max selalu menggodanya karena mereka bersahabat tapi siapa sangka mereka memiliki perasaan yang sama


"Awalnya gue takut jujur soal perasaan gue, gue takut lo nolak gue tapi setelah gue dengar sendiri tentang perasaan lo gue mempertimbangkan buat jujur soal perasaan gue" Max bicara panjang lebar tapi Allea hanya diam saja


"Gue gak minta lo jadi pacar gue, gue cuma minta lo jangan deket sama cowok lain gue mau lo jadi istri gue suatu saat nanti gak usah pacaran kita jalani seperti sekarang aja"


"Gue gak boleh deket sama cowok lain? gimana sama lo? " tanya Allea


"Apa gue pernah tanggapin cewek lain selain lo? tenang aja gue tipe cowok setia" ucap Max


"Jadi maksudnya gimana ya? " Allea masih bingung dengan maksud Max


"Gue mau lo jadi calon istri gue tapi gak usah pacaran juga gak apa apa asal kita tetap menjaga perasaan satu sama lain"


"Lo serius?" tanya Allea


"Gue serius kalo perlu kita nikah lulus SMA"


"Lo gak gila kan? " Tanya Allea mencari kebohongan di wajah Max namun tampaknya dia serius dengan kata katanya


"Gue emang gila, lo yang buat gue gila Allea gak bisa rasanya gue gak ketemu sama lo sehari pun" wajah Allea memerah mendengar ucapan Max


"Gimana mau gak jadi istri gue? " tanya Max


"Gak ada romantis romantisnya" gerutu Allea seraya memukul bahu Max


"Romantis gak penting yang penting itu setia" jawab Max


"Iya juga sih, ya udah gue mau" Jawab Allea


"Terpaksa gak nih? "


"Ya enggak lah" hening sesaat setelah Max mengatakan perasaannya


Max memajukan wajahnya mendekati Allea juga memiringkan kepalanya tinggal sedikit lagi bibir mereka menempel suara seseorang membuat mereka terlonjak kaget


"Ehhemm.... " Suara Gibran sukses membuatereka berjauhan, Max mengusap tengkuknya sementara Allea hanya menunduk dia tahu dia akan kena marah sekarang


Jangan lupa like komen dan vote ya 😍😍😍