
"Sekarang istirahat nanti sore aku jemput" Ucap Max sebelum Allea turun dari mobilnya
"Hmm.. Kamu gak akan ninggalin aku kan? " tanya Allea
Max meraih tangan Allea lalu memeluknya "Gak akan, " Gak akan pernah, maaf" lirih Max mengecupi puncak kepala Allea
"Sekarang beresin baju kamu dan istirahat nanti sore aku jemput" Max menyuruh Allea untuk tinggal di apartemennya dan Allea setuju karena memang dia tidak ingin menyusahkan keluarga Gita
Setelah keluar dari mobil Allea di kejutkan dengan keberadaan Gita yang sudah menunggunya di balik pintu, seperti orang tua yang mencemaskan anaknya Gita menanyakan beberapa hal seraya melipat tangannya di dada
"Dari mana aja? " tanya Gita
"Ehh.. ngagetin aja"
"Jawab dulu lo kenapa gak pulang? " tanya Gita
"Gue.. gue.. "
"Gue apa? "
"Gue udah nemuin tempat baru ta nanti sore gue mau pindah" jawab Allea
"Jangan.. lo gak boleh pindah gue gak mau lo tinggal sendiri"
"Tapi Ta gue gak mau nyusahin keluarga lo"
"Lo gak nyusahin sama sekali gue seneng lo ada disini"
"Ta lo percaya kan sama gue? gue akan baik baik aja, tolong hargai keputusan gue" Allea mengenggam kedua tangan Gita
"Tapi lo janji kan sering main kesini, dan apapun masalah lo pintu rumah gue selalu terbuka buat lo"
"Eemm... cayang" ucap Allea manja seraya memeluk Gita
"Eeehh.. kenapa Allea nya gak di suruh masuk? " ucap Ibu Gita ketika melihat mereka saling berpelukan di depan pintu
Mereka berhambur memeluk ibu Gita, Allea juga membicarakan kepindahannya pada Ibu Gita jawabannya sama dengan anaknya awalnya ibu Gita merasa khawatir namun Allea meyakinkan dirinya akan baik baik saja
"Kalau ada masalah kedepannya datang kemari pintu rumah akan terbuka lebar buat kamu"
"Makasih ya tan, Allea merasa punya ibu kandung"
"Kalo gitu kamu bisa panggil tante ibu" ucap Ibu Gita
"Baiklah.. ibu kakak allea mau ke kamar dulu" ucap Allea sengaja menggoda Gita
"Enak aja kakak, gue adek gak mau gue di panggil kakak" Gita merajuk
"Iya deh adek gemes, ke kamar dulu ya" Allea pergi ke kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Suit.. suit.. Kenapa lo senyum senyum sendiri? " ledek Dito ketika melihat Max tersenyum senyum sendiri menyangga dagunya dengan sebelah tangan
"Siapa yang senyum senyum? " Wajah Max kembali ke mode datar
"Liat tuh para ciwi ciwi liatin lo gitu" Max mengedarkan pandangannya benar saja mereka menatap Max dengan tatapan menjijikan menurutnya
"Kemaren Allea gak pulang, nginep dimana? " tanya Dito
"Kepo lo" Singkat Max lalu pergi enggan mendapatkan pertanyaan lebih banyak lagi dari Dito
"Hei mau kemana? " teriak Dito saat melihat Max pergi namun tidak di jawab
"Apa gue gak salah denger, Max sama Allea semalem gak pulang? kenapa Dito tau? " gumam Yuki
Yuki berjalan mendekat ke kursi Dito " To emang lo tau dari mana semalem Allea gak pulang? " tanya Yuki
"Dih kepo lo"
"Gue khawatir aja apalagi dia gak masuk sekolah"
"Bokapnya telepon tapi Allea baik baik aja dia nginep di rumah Gita" Jawab Dito
"Bukannya Gita pindah sama neneknya? " Dito melupakan hal itu dia memutar otak untuk mendapatkan jawaban yang pas
"Ohh... terus kenapa Gita pindah sekolah? "
"Gue gak tau ahh lu nanya mulu" ketus Dito dan akhirnya Yuki memilih pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sore hari sambil menunggu Max menjemput Allea mandi terlebih dulu, selesai mandi dia belum berpakaian hanya di lilit handuk tangannya bergerak mengeringkan rambutnya
Allea terlonjak saat tiba-tiba pintu terbuka, Gita masuk dengan cengir kudanya karena berhasil mengejutkan sahabatnya
"Kaget ya? Max nungguin di bawah"
"Iya gue pake baju dulu" jawab Allea
Gita seperti melihat sesuatu sekilas, dia mendekati Allea dan menarik handuknya ke bawah matanya membulat sempurna dengan mulut menganga
"Itu.. jangan bilang lo.. " Perkataan Gita menggantung dia menutup mulutnya, tanda merah di dada Allea mengingatkannya akan sesuatu
"Ini.. ini gak seperti yang lo bayangin" sangkal Allea
"Jangan seperti gue Lea, lo harus inget itu" ucap Gita lalu meninggalkan Allea sendiri
Setelah memakai pakaiannya Allea menyeret kopernya ke bawah, Max mengambil kopernya seraya berpamitan pada keluarga Gita begitupun Allea
"Gita kenapa sih liatin aku kayak gitu? " tanya Max ketika di dalam mobil
"Kayak gimana? " tanya Allea
"Dia marah ya sama aku? atau emang orang hamil bisa membenci sesuatu tanpa sebab? "
"Mungkin dia ngidamnya sebel sama kamu" Jawab Allea dia tidak ingin mengatakan prihal yang terjadi dengannya tadi
"Aneh aneh aja" gumam Max
"Apa kamu sudah ada tanda tanda? " Goda Max
"Tta.. tanda tanda apa? " Allea menjawab dengan gugup
"Apa disini udah ada bayi kita? " goda Max seraya mengusap perut Allea
"Iishh.. apaan sih" Allea menepis tangan Max dia menatap ke luar jendela tidak mendengarkan Max yang sedang mengoceh menggodanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam ini sepertinya akan turun hujan Celline mempercepat jalannya, dia baru pulang belanja bahan bahan kue untuk ibunya berjualan besok. Setelah tidak bersama Cindy kini Celine tidak lagi merasa malu membantu ibunya
Bahkan dia ikut berjualan saat libur sekolah atau sepulang sekolah jika jualan ibunya belum habis, Saat sedang berjalan tiba tiba saja sebuah mobil melaju kencang di sampingnya membuat Celine terkejut dan jatuh
Celine memunguti belanjaannya yang berserakan suara dari dalam mobil tidak membuatnya menoleh karena dia tahu siapa dalang di balik semuanya
"Hai cepu, ini pelajaran pertama buat lo tunggu pembalasan gue berikutnya" ucap Cindy dia tertawa dengan Kiki
Cindy keluar diam diam di bantu oleh Kiki, Celine menggelengkan kepalanya dia sadar sekarang sudah salah memilih teman
Sebuah tangan mengulurkan satu bungkus terigu yang terjatuh, Celine mendongak menatap seseorang yang sedang mencondongkan tubuhnya
"Lo yang waktu itu ikut nolongin Allea kan? " tanya Celine
"Hmm.. lo gak apa apa? mau gue anter pulang? " ucap Jonathan
"Gak usah rumah gue udah deket, thanks udah bantuin gue" ucap Celin mengangkat plastik belanjaannya beranjak pergi
"Gue jonathan siapa nama lo? " teriak Jonathan setelah Celine agak jauh
"Celine" Celine membalas berteriak menyebut namanya seraya tersenyum
"Celine.. " gumam Jonathan tersenyum smirk lalu pergi dengan motornya
Sepanjang perjalanan ternyata Jonathan mengikuti Celine sampai kerumahnya, entah kenapa dia berbuat demikian entah karena tertarik padanya atau hendak merencanakan sesuatu
Dia tidak berhasil mendekati Allea karena Max selalu ada bersamanya, Jonathan memang berambisi menghancurkan setiap orang yang dekat dengan Max. Dendamnya tidak pernah reda setelah kematian adiknya kembaran Yuki