My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Barter



"Jangan menelpon dulu saya sedang di rumah sakit" Suster menolak panggilan Yuki lalu mengirimkannya pesan


"Siapa yang sakit? "


"Sepertinya saya tidak sengaja meminum obat yang harusnya di berikan pada wanita itu" 


"Dasar bodoh, jadi dia masih hamil? "


"Iya.. Saya akan mencobanya lagi nanti"


"Biarkan dulu masalah itu, sekarang bagaimana caranya agar anak anak itu bisa di bawa ke sini"


"Aku akan menyuruh seseorang untuk membawa Ello, aku mohon jangan apa-apakan Ellia" Balas suster


"Kamu ini kenapa? Aku mau dua anak itu" 


"Ello saja untuk Ellia saya sudah menyayanginya, dia sudah saya rawat sejak bayi"


"Kamu mau bagian tidak? Aku beri kamu 10% saham di perusahaan nanti, aku mau dua anak itu" 


"Baiklah.. Jangan ingkar janji"


"Kamu pikir saja kapan aku berbohong"


"Sudah dulu wanita itu masuk kesini"


Allea menaruh tasnya di meja lalu duduk di sofa menunggu suaminya yang sedang membayar biaya rumah sakit


"Biaya rumah sakit sudah kami bayar, aku jadi penasaran bagaimana kamu bisa meminum obat itu? " Tanya Allea


"Apa urusanmu menanyakan hal itu? Kamu memang istri tuan tapi aku tetap tidak akan menganggapmu majikan" Ketus suster


"Aku menyesal membawamu ke rumah sakit, harusnya aku biarkan kamu mati kemarin" 


"Selamat Siang.. Saya periksa dulu ya " Seorang suster masuk mendorong  berbagai jenis obat obatan


"Saya suntik vitamin dulu ya" Suster menyuntikkan sesuatu pada tangan suster Erika  setelah itu pergi keluar


Suster rumah sakit berpapasan dengan Max sebelum pergi dia mengisyaratkan kata oke dengan membulatkan jarinya 👌 lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sementara di tempat Yuki berada dia menunggu ke datangan orang suruhan suster Erika, di tengah hutan Yuki dan ayahnya kini berada


3 mobil masuk ke pekarangan bangunan usang tersebut, orang orang bertubuh kekar keluar dengan Ello dan Ellia yang terikat dengan mulut di lakban


"Kalian orang suruhan Erika? " Tanya Yuki


"Ya.. Kami membawa dua anak yang anda perintahkan"


"Kenapa sebanyak ini? " Tanya 


"Bawa mereka masuk"


"Hai Ellia kita bertemu lagi" Ucap Yuki seraya membuka penutup mulut Ellia


"Aku mau pulang" Lirih Ellia seraya menangis


"Hei anak sialan, akhirnya sekarang aku bisa membuatmu menghilang selamanya dari bumi"


"Kalian tahu? Aku sangat membenci ibumu" Yuki mencengkram pipi Allea hingga memerah, Ello menggoyang goyangkan kursinya lalu Yuki membuka penutup mulutnya


"Jangan sakiti adikku" Pekik Ello


"Adik? Wow.. Kalian sudah jadi kakak beradik? "


"Pergi kamu wanita jahat.. Papaku akan memukulmu nanti" Teriak Ello


"Terlalu banyak bicara" Yuki kemudian menutup kembali mulut keduanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu dimana? Katanya jemput anak anak kenapa dua jam belum pulang juga? " Tanya Allea saat menelpon Max


"Kita.. Kita jalan jalan dulu, anak anak mau ke taman bermain dulu" Jawab Max terpaksa berbohong agar Allea tidak panik


"Kamu gak bohong kan? "


"Enggak lah, udah dulu ya"


"Kalo gitu mana anak anak? Aku mau ngomong" 


"Kan mereka lagi main, udah dulu nanti aku bawain dessert lagi" Tanpa menunggu Allea bicara Max mematikan teleponnya


Menuju tempat yang di beritahukan oleh Yuki lewat telepon, Max mendengar suara tangis Ellia yang di sekap oleh Yuki


Flashback on


"Halo.. Sayang gimana pernikahan kamu? Apa istri baru mu membuatmu puas? " Ucap Yuki dengan nada ledekan


"Apa maumu? Katakan jangan bertele-tele" 


"Jangan galak galak kamu harus bersikap baik sama aku, karena anak anakmu ada disini bersamaku"


"Jangan macam macam, katakan apa maumu jangan sentuh mereka"


"Papa tolong aku, aku sama Ello di iket tolong papa" Teriak Ellia ketika penutup mulutnya di buka


"El sayang dengerin papa, papa akan kesana jemput kalian baik baik sama Ello ya jangan takut tidak akan terjadi apapun pada kalian " Max menenangkan anak anaknya


"Papa cepat datang"


"Dengar sayang? Anak anakmu menyuruhmu datang" Sergah Yuki yang kembali menutup mulut Ellea


"Apa maumu? Jangan sentuh mereka atau aku akan membunuhmu" Ancam Max


"Menakutkan.. Tapi sekarang keadaan berpihak padaku, jika kau berani melawan aku akan melenyapkan kedua anak ini" Yuki balik mengancam


"Jangan sakiti mereka, sekarang katakan apa yang harus aku lakukan agar mereka bebas? "


"Mudah.. Datang kesini dan tanda tangani surat pengalihan perusahaan atas namaku " Ucap Yuki


"Baiklah.. Aku akan kesana dan menandatanganinya namun dengan satu sarat"


"Apa itu? "


"Jangan sentuh kedua anakku"


"Baiklah.. Jangan terlambat atau mereka tamat" Yuki kemudian mematikan teleponnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dimana tadi aku meletakkannya? " Suster mencari handphonenya


"Cari apa Sus? Tanya bibi


" Cari hp bi lihat gak? "


"Gak tahu tuh" 


Suster kembali ke kamarnya mencari handphone nya yang baru saja dia tinggalkan ke kamar mandi namun sudah menghilang


"Gimana ya.. Apa dia udah berhasil bawa anak anak? " Pikir suster seraya berjalan bolak-balik


"Kalo gak berhasil gimana? Mana gak inget nomornya lagi"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Max sampai di depan bangunan tua di tengah hutan, tanpa ragu dia masuk melangkahkan kakinya


"Ellia.. Ello dimana kalian? "


Prok prok prok


Yamada bertepuk tangan menyambut kedatangan Max, Ellia dan Ello terikat di giring oleh Yamada dan Yuki di belakang mereka sudah berjejer belasan pria dengan tubuh kekar


"Lepaskan mereka"


"Datanglah kemari tanda tangani ini baru kamu bisa membawa mereka" Ucap Yamada


Max maju tanpa ragu  tanpa rasa takut menghadapi lawan yang cukup banyak, Max melepas ikatan serta kain yang menutupi mulut Ellia dan Ello


"Papa aku takut" Ellia dan Ello memeluk papanya


"Tunggu di pintu sana, kita pulang sebentar lagi" Ellia dan Ello menurut dan berlari ke pintu keluar


"Mana pulpennya" Yamada melempar pulpen kemudian Max menangkapnya


Max mulai membubuhkan tanda tangan di lembar demi lembar kertas yang tersedia disana, Max menatap mereka seraya berjalan menyerahkan map yang sudah dia tanda tangani


"Apa kalian puas? Jangan mengganggu keluargaku lagi" 


"Mengganggu? Kamu bilang aku mengganggu keluargamu? Jelas jelas kamu yang membuangku, kamu gak sadar siapa yang ada buat kamu di saat kamu gak punya apa-apa?  Siapa yang membiayai hidup kamu sampai lulus kuliah? Kamu gak berterimakasih sama sekali dan sekarang malah menyalahkan aku? " Ucap Yuki panjang lebar


"Itu karena ulah lo sendiri, kalo lo gak pisahin gue sama keluarga gue gak mungkin gue hidup bergantung sama lo" Yuki benar benar terkejut mendengar perkataan Max, suster mengatakan Max belum mengetahui identitasnya tapi perkataannya mematahkan segalanya


"Kenapa? Lo pikir gue  gak ingat apapun? " Perlahan Max berjalan mendekat dia mengambil sesuatu di tas kecil yang ada di pinggangnya


"Tangkap anak kecil itu" Teriak Yuki, Ellia dan Ello yang berlari sampai pintu utama tertangkap oleh pria bertubuh kekar dan membawanya kembali ke sebuah ruangan


Max melawan belasan pria namun dengan mudahnya mereka di kalahkan


Max menghampiri Yuki dan Yamada lalu menikamnya, entah apa yang di tancapkan oleh Max namun sepertinya itu sebuah suntikan


Yuki memegangi bahunya yang terasa sakit sementara Yamada terkena di bagian punggungnya


Bugh


Max terhuyung di pukul di bagian belakang kepalanya dan terjatuh lalu di bawa ke ruangan yang sama dengan anak anaknya


"Bakar tempat ini" Titah Yamada


Setelah mereka keluar gedung tersebut terbakar hebat


Apa Max dan anak anaknya dapat terselamatkan? 


Atau Allea akan kehilangan mereka untuk kedua kalinya? 


Jangan lupa like komen dan Vote