My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Kegilaan Mila



"Kalian masa gak tau? " Tanya Yuki pada karyawan di bengkel Max


"Ya memang kita gak tau bos kemana, kata wawan mereka liburan udah gitu aja"


"Ya liburan tuh kemana? cuma berdua? " tanya Yuki


"Tempatnya saya gak tau, iya berdua"


"Kalian anak buah apaan sih keberadaan bos nya aja gak tau? "


"Kan bos di anter sama Wawan di jemput sama dia juga, mana kita tau mereka kemana"


"Ye.. mana berani kita tanya tanya urusan pribadi bos, emang ngapa sih kalo bos liburan sama pacarnya? kenapa situ yang sewot? " sahut perkerja yang lain


"Ngomong sama kalian emang gak ada gunanya" ucap Yuki seraya berbalik masuk ke mobilnya


"Dasar ulet bulu.. hii jaman sekarang cewek gak malu ngejar ngejar cowok" hardik nya


"Belom berangkat wan? ban cadangan? bentar gue ambilin" Ujar pekerja bengkel mengambil sebuah ban lalu memasukannya ke dalam mobil


Yuki mendengar para pekerja itu menyapa Wawan dia segera mengerti bahwa wawan hendak menjemput Max, Yuki mengikuti mobil Yang di kendarai Wawan dari belakang


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Daddy.. ngapain daddy kesini? " tanya Cindy saat melihat Gibran di depan rumahnya


"Daddy cuma khawatir sama kamu, kamu gak ke kurangan apapun kan? " tanya Gibran


"Enggak, disini Cindy serba berkecukupan daddy gak usah khawatir"


"Pegang ini" Gibran menaruh kartu ATM di tangan Cindy


"Apa ini daddy? "


"Daddy akan mengirimkan kamu uang seperti dulu jumlahnya tidak akan daddy kurangi, dan ini daddy sudah membayar lunas biaya di Universitas yang kamu impikan" Gibran juga menyerahkan amplop coklat ke tangan Cindy


"Tapi.. Cindy gak bisa Terima"


"Kalo kamu gak Terima daddy akan merasa kamu melupakan daddy, kita bersama dari kamu saat masih di kandungan"


"Daddy ingat betul bagaimana dulu kamu bergerak lincah di perut mommymu, bagaimana kamu menangis saat masih bayi, bagaimana kamu mulai merangkak dan berjalan dan hari ini kamu mau melupakan daddy yang selalu menimang kamu saat kecil? kamu menolak kasih sayang daddy" Gibran bicara dengan mata berkaca kaca


"Daddy.. " Cindy tak kuasa menahan tangisnya dia memeluk Gibran, keduanya berlinang air mata


"Cindy sayang sama daddy, Cindy cuma merasa gak pantas mendapatkan semua ini" ucap Cindy dengan suara bergetar


"Kamu selamanya anak daddy.. anak yang manja, anak yang keras kepala dan anak yang selalu ingin di turuti semua kemauannya" ucap Gibran seraya menangkup wajah Cindy dan mengusap air matanya


"Cindy gak akan lupa sama daddy.. kasih sayang Cindy masih sama seperti dulu" ucap Cindy juga mengusap air mata Gibran


"Ya.. tetaplah menjadi anak gadis daddy yang ceria, daddy pamit ke kantor ya" ucap Gibran seraya mengusap kepala Cindy


"Hati hati daddy, terimakasih untuk semuanya" jawab Cindy lalu mengambil tangan Gibran dan menciumnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Allea dan Max kembali berdamai mereka kembali terlihat mesra di depan villa, Max duduk di rumput sementara Allea tidur di pangkuannya mengusap anak kucing yang kemarin mengikutinya


"Jangan di pegang pegang mulu yang kotor" Max menarik tangan Allea


"Dia bersih kok.. kamu coba pegang deh" Allea menarik tangan Max agar menyentuh kucingnya namun dengan cepat pula Max menariknya kembali


"Mandiin dulu baru dia bersih" Tidak mendengarkan Max Allea malah menaikannya ke perut


Kucing itu berjalan dan tidur serta mengusak kepalanya di dada Allea, Max segera menurunkan anak kucing tersebut


"Ini punya aku" ucapnya sambil menutupi kedua gundukan itu


"Ihh.. kamu modus" Allea memukul tangan Max yang mengelus-elus dadanya


"Aku cuma bersihin bulu kucingnya" kilah Max


"Masa bersihin di gituin? "


"Ya.. gitu"


"Gitu gimana? " Max semakin menggoda Allea


"Gini" sambil duduk Allea mempraktekkan gerakan tangan Max di dadanya


Max tertawa merangkul tubuh Allea yang ada di hadapannya "Ohh.. jadi kalo bukan gini gimana dong bersihinnya" Sekali lagi Max menyentuh dada Allea seperti pertama kali


"Ihhh.. kamu kamu modus mulu" Gerutu Allea saat sadar Max mengerjainya


Max lari berkeliling dengan Allea yang mengejarnya, Allea berhasil menangkap ujung baju Max dan melompat ke punggungnya


"Turun yang berat" ucap Max


"Gak mau.. bawa aku lari keliling" Allea mengeratkan pelukan serta belitan kakinya


"Kalo gendongnya di depan aku mau" ucap Max


"Gak.. nanti kamu modus lagi, Ayo jalan" Allea menggoyangkan tubuhnya agar Max mulai berjalan


Mila mengintip sedari tadi dari luar villa melihat Max dan Allea bersama seperti itu dia kembali merasa cemburu, Dia sempat merasa bersalah saat mendorong Allea karena takut Allea akan mati namun melihat kemesraan mereka Mila semakin cemburu


Setelah berlari membawa Allea di gendongannya bak anak kecil Max menurunkan Allea karena hari sudah sore Allea ingin segera mandi


"Aku mandi dulu ya" ucap Allea


"Bareng aja ya"


"Gak.. mandi sama kamu gak bakal selesai selesai"


"Kok gitu? gak apa apa kan itu salah satu kewajiban kamu melayani aku"


"Ya udah kalo mau sekarang nanti malam gak ada jatah" ucap Allea


"Ya udah sana mandi jangan lama" Max akhirnya mengalah dari pada nanti malam tidur sendiri pikirnya


Max menunggu Allea sampai tertidur di belakang villa di sebuah kursi panjang, angin sepoi sepoi di tengah banyaknya pepohonan membuat rasa kantuk Max tak tertahankan


Max merasa seseorang menyentuh wajahnya membuat tidur sedikit terusik " Diem yang biarin aku tidur sebentar " gumamnya


Mila tersenyum melihat wajah tenang Max saat tidur tidak seperti saat dia bangun aura dingin dan tegasnya membuat orang lain takut, kecuali saat bersama Allea Max terlihat seperti anak kecil yang manja dan menggemaskan


"Hidungnya mancung banget" gumam Mila menyusuri hidung Max dengan telunjuknya


Wajah Mila semakin mendekat dia hendak mencium bibir Max namun dia di buat terkejut dengan teriakan seseorang


"Hei.. mau ngapain kamu" teriak Allea saat melihat Mila hendak mencium Max


Max yang ikut terkejut refleks tangannya memasang kuda kuda hingga membuat Mila terjungkal ke bawah, Allea mendekat ke arah mereka


"Loh kamu kenapa ada di sini? " tanya Max dengan tatapan tajam


"Dia diam diam mau cium kamu" ucap Allea


"Apa? kamu udah gila ya? " bentak Max Mila hanya mampu menunduk malu


"Mana bibi panggil dia" ucap Max


"Bibi baru aja pulang, kayaknya dia menyelinap masuk ke sini" jawab Allea


"Kamu udah kehilangan akal ya? dimana rasa malu kamu sebagai perempuan? kamu pikir bisa memikat hati Max dengan cara seperti itu? jaga martabat kamu sebagai seorang perempuan jangan menyerahkan diri pada sembarangan laki laki" mendengar ucapan Allea Mila langsung berlari keluar tanpa berkata kata


"Gila kali tuh anak, sayang hampir aja aku di p*rk*s*" ucap Max manja memeluk Allea yang berdiri di hadapannya


"Itu sih maunya kamu"


"Enggak sayang sumpah, tapi kalo kamu yang p*rk*s* aku mau" ucapnya semakin manja mengusak kepalanya di dada Allea


"Hiiyy.. menggelikan" Allea bergidik mendorong kening Max dengan telunjuknya lalu pergi


"Sayang tunggu" Rengekan manja Max berlari kecil mengejar Allea