My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Pesta



Allea benar benar bingung harus memakai baju apa dan bagaimana cara berias, dia sudah mengeluarkan semua bajunya namun tidak menemukan baju yang cocok menurutnya


"Kenapa kamar ini kayak kapal pecah? " tanya nek mar saat membuka pintu kamar Allea


"Allea bingung nek mau pergi tapi gak ada baju" lirih Allea


"Kamu mau pake baju apapun tetep cantik"


"Itu kan menurut nenek" jawab Allea dengan lirih


"Maafkan nenek sayang, nenek gak bisa beliin kamu baju bagus" Ucap nek Mar wajahnya berubah sendu


"Nenek udah lakuin yang terbaik buat Allea, maafin Allea yang gak bersyukur" Allea memeluk nek Mar sebelum neneknya itu pergi keluar kamar


Tiba tiba handphonenya berdering Allea segera meraihnya dan menekankan tombol menjawab telepon, Semula wajah Allea tampak semangat dan bahagia namun menjadi sendu dan sedih


"Ya aku juga udah bilang gak mau pergi tadi, ya semoga pestanya menyenangkan" ucap Allea sebelum mematikan teleponnya


Setelah mematikan teleponnya dia membuka pesan grup whatsapp khusus ke-enam sahabat itu, mereka mengajak Allea berangkat bersama namun Allea menolak dia dari awal memang tidak berniat untuk datang. Allea tidak dapat di paksa oleh teman temannya hanya dia sendiri yang tidak ikut


Allea memilih tidur dari pada memikirkan Danendra yang tidak jadi menjemputnya karena di paksa ayahnya ikut bersama, Ya.. Danendra mengingkari janjinya karena ayahnya


Di tengah tidurnya Allea merasa terganggu dengan hidungnya yang tiba tiba merasa mampet, Allea mengerjapkan matanya ternyata di hadapannya sudah ada Max dan nek Mar yang sedang terkekeh


"Nenek kenapa gak bangunin Allea" gerutunya


"Hei lo udah di bangunin dari tadi cuma tidurnya kayak kebo" jawab Max


"Masa sih? lo ngapain malem malem kesini? " tanya Allea


"Max mau jemput kamu kata temen temen kamu gak bisa di bujuk, mereka pengen senang senang bareng kamu" ucap nek Mar


"Nenek keluar dulu ya kompor belum di matikan


"Gue gak punya baju buat pesta"


"Gue beliin"


"Gue gak bisa make-up "


"Gak usah alasan cepet bangun atau mau gue seret? " Ancam Max


"Gue sebenarnya gak mau ikut karena banyak hal Max, gak ada kado, gak pede, gak pengen ketemu ayah lo"


"Ikut gue sekarang" Max menarik tangan Allea yang hanya memakai baju tidur serba pendek


"Max lo gila" pekik Allea ketika Max memaksa memasukannya kedalam mobil


"Nih pake" Max melempar jaket dari jok belakang mobilnya


"Lo mau bawa gue kemana? "


"Gue akan buat lo jadi Cinderella malam ini"


"Maksudnya? "


"Lo cuma harus diem dan turutin semua kata kata gue"


Max membawa Allea ke butik membelikannya sebuah gaun dan sepatu lalu membawanya ke salon, Max rela menunggu lama demi membawa Allea ke pesta itu. sebenarnya alasan dia kekeh membawa Allea karena ingin menunjukkan pada ayahnya meskipun Allea tidak memiliki materi tapi dia memiliki attitude yang baik, pintar juga cantik


Tak tak tak


Mendengar suara sepatu melangkah Max mendongakkan kepalanya lalu ekspresi wajahnya menjadi tercengang mematung dengan mulut yang sedikit menganga


"Cantik" gumamnya


Allea yang mendapat tatapan seperti itu menjadi salah tingkah, ucapan Pemilik salon membuat lamunan Max buyar


"Memang cantik tapi kamu jangan sampe ngeces juga" ledek nya


"Tante apaan sih" ucap Max datar


"Liat sayang wajah si datar itu memerah" ucapnya pada Allea sambil terkekeh


"Aku udah bayar, ayo" Max menarik tangan Allea


Pemilik salon itu memang sangat mengenal Max yang sering di suruh menjemput bundanya disana, salon itu adalah salon langganan Lydia


Sepanjang perjalanan Max mencuri curi pandang pada Allea yang terlihat gelisah, Allea berkeringat dingin meremas tangannya sendiri


"Lo kenapa sih? " tanya Max


"Lo cukup diam di samping gue, gue jamin gak ada hal yang akan bikin lo malu"


Sesampainya di pesta Allea menggandeng erat tangan Max semua menatap kedatangan mereka, beruntung mereka belum terlambat karena baru saja Cindy akan membagikan potongan kue


"Itu Allea kah? "


"Cantik juga dia"


"Max ganteng banget"


"Harusnya gue yang di gandeng Max"


"Liat sahabat kita"


"Dia emang cantik biarpun gak make up"


Dan masih banyak lagi suara suara yang dapat di dengar keduanya saat berjalan masuk ke dalam pesta, Max menuntun tangan Allea lebih tepatnya menariknya naik untuk mengucapkan selamat pada Cindy


"Selamat ulang tahun" Allea dan Max menjabat tangan Cindy


"Dan ini kado dari Allea" Max menyerahkan paper bag yang dia bawa sedari tadi


"Wah.. wah.. Terima kasih, gimana kalo kita buka kado secara terbuka setelah pemberian kue? " ucap Cindy dan di setujui yang lain


Max kembali menuntun Allea turun namun saat melewati Danendra yang ada di samping Cindy bersama orang tuanya, Danendra memegang tangan Allea tapi kemudian di tepis oleh Allea sendiri dan melanjutkan langkahnya mengeratkan pegangannya pada lengan Max


"Paling kadonya murahan, gue bikin malu lo sekarang" Batin Cindy


"Langsung saja potongan kue pertama untuk siapa? " tanya MC


"Pastinya untuk mommy dan daddy" Cindy menyuapi kedua orang tuanya


Air mata Allea menggenang dengan wajah yang memerah menahan tangisnya, Max melihat sekilas ke arah Allea mengernyitkan keningnya


"Kenapa? lo suka sama bokapnya Cindy? " tanya Max membuat Allea terkekeh memukul lengannya


"Sialan" ucapnya, air matanya seakan masuk kembali kedalam matanya setelah mendengar candaan Max


"Gue lihat kayaknya lo gak rela aki aki itu di suapin sama Cindy" godanya


"Gak mana ada" gerutu Allea kemudian keduanya kembali menatap ke depan


"Dan ini untuk Danendra" Cindy menyuapi Danendra namun matanya tak lepas menatap Allea di depan sana yang sedang bersama Max dan kelima sahabatnya


"Sekarang kita buka kadonya, emmhh punya siapa dulu ya" ucap Cindy dengan ceria


"Punya Allea, kita buka ya teman teman siapa tau isinya berharga" ucapnya lalu terdengar gelak tawa dari murid sekolah seolah merendahkan Allea. hanya kelima sahabatnya dan Max yang tidak tersenyum sama sekali


"Woww... tas tapi apa ini asli atau kw? " ucapnya penuh ledekan


"Apa lo gak lihat disini ada sertifikat otentifikasi dibawahnya" Danendra seolah sedang membela Allea dan mengambilnya


"Woow apa Allea sekaya itu? "


"Apa itu dari Max dan diatas namakan Allea? "


"Apa dia punya uang hasil jadi sugar baby"


"Siapa sebenarnya Max? pasti dia yang kasih kadonya " mereka kembali riuh melihat kado yang di berikan atas nama Allea


"Max lo bener bener gila, kenapa ngabisin duit cuma buat kasih dia kado" gerutu Allea pelan menarik sebelah lengan Max hingga tubuhnya condong ke dekat Allea


"Lo takut malu kan? makanya biar gue tampar mulut sampahnya" jawab Max dengan wajah kesal menatap Cindy


Melihat tatapan Max yang mengintimidasi Cindy menjadi ngeri sendiri, dia tersenyum kikuk dan menyudahi acara buka kadonya dari pada bertambah malu


Danendra segera turun menghampiri Allea dan menarik tangan Allea menjauh, Max cuek dan diam saja saat di suruh Gita untuk mengikuti Allea dengan alasan takut terjadi sesuatu


"Hei Danendra bukan kriminal biarin aja mereka selesaikan urusannya"


"Lo gak cemburu? " tanya Gita


"Atas dasar apa gue harus cemburu? kita cuma temen"


"Seriously? gue kira lo suka sama Allea" ucap Gita


"Kalo pun gue suka kenapa lo yang sewot" jawab Max membuat Gita menganga


"Udah gue duga" gumam Gita