My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Truth or dare



"Celine tolong dong bantuin bawa ini " Ucap Allea yang sedang menata beberapa kue di piring bersama Gita


"Oke" Celine membawa dua piring di tangannya


Ketika di pintu dapur dia berpapasan dengan Bisma yang berdiri tepat di pintu, Celine mundur beberapa langkah memberi jalan untuk Bisma


"Mau lewat gak sih? pegel nih" Ucap Ucap Celine


"Sini gue aja yang bawa" Bisma mengambil kedua piring tersebut


"Dari tadi kek" Celine kembali mengambil piring dari dapur yang sudah diisi kue


Allea berkumpul bersama teman temannya menceritakan cerita cerita lucu, Mereka tertawa terkecuali Celine yang hanya senyum sesekali dan lebih banyak diam


"Kenapa lo diem mulu? " Tanya Dito


"Gak apa apa.. gue kangen sama Cindy, kurang lengkap aja gak ada dia" Lirih Celine


"Emang cs berat lo ama dia, dulu sampe nindas orang juga barengan" celetuk Sandro


"Itu kan dulu, maafin gue ya? " Celine menatap Allea


"Dah lah.. itu kan cerita masa muda kita, cukup jadi kenangan aja" Allea menggenggam tangan Celine


"Jangan bahas masalalu.. gimana kalo kita main truth orang dare? " usul Gita


"Tapi jangan macem macem ya? " Allea tahu pikiran teman temannya


"Setuju" ucap semuanya bersamaan


Mereka menulis pertanyaan di kertas yang nantinya akan di ambil secara acak, Botol di putar dan putaran pertama berhenti mengarah pada Dito


"Pertanyaannya, pernah apa enggak selingkuh dari pasangan walaupun cuma niat? truth orang dare? " Celine yang bertanya


"Truth... gak pernah, Gue cinta mati sama Gita" Jawaban Dito membuat teman temannya mengejek serta menertawakannya


"I love you sayang... muaah.. muaah.. muaah.. " Gita melakukan flying kiss dengan dua tangannya yang di arahkan pada Gita, Selanjutnya Botol di putar mengarah pada Bisma


"Lo pernah ML sama mantan pacar lo gak? ini siapa sih yang bikin pertanyaan vulgar banget" Max bertanya pada Bisma


"Truth or dare? " tanya Max lagi


"Truth.. gak pernah karena gue cowok baik" Jawab Bisma


"Gak sah..lo boong, Berarti dare aja" Max tahu bagaimana kelakuan sepupunya


"Ehh sialan.. lo kenape, emang gue baek kan? gue gak pernah sentuh mantan mantan gue" Bisma menyangkal


"Kan jawabnya harus jujur kak Bisma, udah Dare aja" Sergah Allea


"Lah kok lo maksa? "


"Karena yang lo bilang itu bukan kejujuran" Jawab Allea


"Serah dah serah lo, gue ikut aja entar lo nangis"


"Hehe gitu dong" Allea terkekeh, diam diam dia mengambil kertas yang diselipkan di bawah pahanya


"Cium orang yang ada di hadapan lo" Celine seketika terperanjat mendengar perkataan Allea


"Siape? si Desta? ayo deh" Ucap Bisma


"Yang ada di depan lo si Celine, bego.. lagian ogah gue di cium ama lo" Ucap Desta yang mencari aman


"Ayo.. cium.. cium.. cium.. " semua orang menyoraki Bisma


"Tunggu.. tunggu.. gue gak mau" Celine berdiri namun Allea kembali menarik nya agar duduk


Bisma tidak protes dia mendekat ke arah Celine, wajah mereka begitu dekat sampai Celine harus memundurkan tubuhnya


"Tunggu.. tunggu.. " Celine menahan dada Bisma namun terlambat


Cup


Bisma mencium kening Celine cukup lama, Celine mematung tubuhnya jadi menegang seketika


"Katanya kecupan di kening itu tandanya kasih sayang" Ucap Allea sambil tertawa


"Sorry.. ini gara gara pasangan gila itu" Gerutu Bisma


"Tapi suka kan? " Allea lagi lagi tertawa


Bisma kali ini memutar botol dan targetnya Allea atau pun Max, Dia ingin balas dendam pada mereka


"Pertanyaannya Max... siapa wanita yang pernah bercumbu sama lo selain Allea? "


"Emang ada pertanyaan kayak gitu? " tanya Max


"Ada lah.. cepet jawab Truth or dare" Bisma segera merusak kertas yang di pegangnya, jelas saja Bisma mengarang pertanyaan itu


Sebelum menjawab Max menatap Allea, ibunya, lalu mertuanya yang menatapnya horor


"Jawab gak jawab bisa abis di keroyok gue" Batin Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mommy.. " Cindy baru saja tiba malam hari di rumahnya


"Cindy.. " Emile segera memeluk sang putri erat


"Kenapa kamu gak pernah jenguk Mommy? apa karena kamu sudah sukses jadi lupa sama mommy? kamu gak inget mommy yang udah besarkan kamu? " Ucap Emile di sela isak tangisnya


"Aku kesel sama mommy.. Mommy gak pernah mau dengerin aku yang mommy peduliin cuma harta harta dan harta, aku sayang sama mommy aku mau mommy berubah jadi lebih baik lagi" jawab Cindy


"Tapi kamu keterlaluan.. berapa tahun kamu gak nemuin mommy setelah pernikahan kamu sama Danendra"


"Maaf mommy.. maafin Cindy"


"Mama.. Aku ngantuk" Anggia baru saja masuk bersama Danendra


"Ini.. ini.. siapa? " Emile bertanya tentang Anggia


"Dia cucu mommy" Jawab Cindy


"Cucuku? Kamu sudah sebesar ini? " Emile berlutut menyamakan tinggi badannya dengan Anggia


Emile membelai wajah Anggia lalu memeluknya penuh kasih sayang, Emile begitu bahagia karena akhirnya sang putri bisa hidup bahagia tanpa dia melakukan apapun


"Ini oma sayang.. " Ucap Emile


"Bukan.. omaku, oma Ririn dan oma Lydia" Mendengar jawaban Anggia membuat hati Emile sakit karena Cucunya sendiri tidak mengenalinya


Melihat Emile menangis Anggia menghapus air mata Emile dengan jari jari kecilnya, anak itu tersenyum lalu memeluk Emile


''Aku suka kalo punya banyak oma " mendengar hal itu Emile semakin terisak


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau mampir dulu kemana? " Tanya Bisma saat mengantar Celine pulang


"Mampir kemana udah malem gini? "


"Maksud gue barangkali ada yang mau di beli? " Ucap Bisma


"Gak.. gue udah ngantuk berat, bisa cepetan gak? " Mata Celine memang sudah terlihat Sayu


Hening tidak ada suara lagi yang terdengar setelah itu, Bisma melirik Celine ternyata dia benar-benar sudah tertidur


Bisma menepikan mobilnya lalu mengambil selimut dan bantal untuk Celine, Bisma meletakkan bantal disamping Celine agar kepalanya tidak terantuk jendela mobil juga memasang sabuk pengaman dan menutup tubuhnya dengan selimut


Mobil sudah sampai di halaman rumah Celine, Bisma membangunkan Celine namun tidak ada reaksi sama sekali akhirnya Bisma memencet hidung Celine sampai dia terbangun


"Iihh.. apaan sih ganggu aja" Celine menepis tangan Bisma


"Udah nyampe lo gak mau turun? apa mau ikut ke rumah gue? "


"Ogah banget... penjahat K*l*m*n " Ucap Celine seraya menyingkap selimutnya dan turun


"Heh.. bilang apa tadi? " Celine tidak menjawab dia hanya menjulurkan lidahnya


"Dia bilang gue penjahat k*l*m*n? kurang asem" Gumam Bisma


Bisma belum pergi sebelum Celine masuk ke dalam rumah, sebelum menutup pintu Celine juga menatap mobil Bisma yang tak kunjung pergi


"Dia ngapain sih? " Gumam Celine


Ketika Celine menutup pintu barulah terdengar suara mesin mobil di hidupkan dan perlahan pergi menjauh, Celine mengintip dari balik jendela


"Jadi dia nungguin gue masuk? "


"Sebenarnya dia baik tapi... iihh apaan sih kok jadi mikirin dia" Celine menggelengkan kepalanya


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰