My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Keluarga bahagia



"Lo udah lama temenan sama Allea? " Tanya Bisma


"Emang kenapa? "


"Kayaknya deket aja, padahal dia atasan lo tapi kayak gak canggung gitu" Celine menatap Bisma penuh kecurigaan


"Lo suka sama Allea? " Tanya Celine


"Suka? eemmhh.. siapa yang gak suka sama cewek cantik, putih, mulus, Baik, keibuan, anak orang kaya lagi"


"Cih... temen gak tau diri lo" Hardik Celine


"Gue cuma Becanda doang.. Max sepupu gue, mana berani gue gangguin istrinya.. serem"


"Max emang menakutkan" Gumam Celine


"Lo temen sekolah? temen kerja atau temen satu kampung? " Tanya Bisma


"Lo masih penasaran? gue sama Allea temen sekolah, dulu gue gak seakrab ini sama dia bahkan gue jahat banget dulu, Gue kadang malu banget sama dia yang masih mau berteman sama gue"


"Pantesan lo masih jahat" Ucap Bisma


"Jahat gimana? gue udah tobat tau" Celine memukul tangan Bisma


"Itu termasuk kejahatan, sakit nih"


"Sorry.. sorry.. " Celine mengusap tangan Bisma


Dag dig dug.. dag dig dug...


Hati Bisma seakan mau keluar dari tempatnya saat Celine mengusap tangannya, Bisma menatap Celine yang usapan tangannya semakin melemah


Ternyata dia tertidur di dalam pesawat, baru saja beberapa menit yang lalu dia mengoceh ternyata diamnya itu karena dia sudah tertidur


Bisma menurunkan tangan Celine dari tangannya namun saat pesawat sedikit berguncang Celine malah mengeratkan pegangannya, Bisma menaruh tangannya di atas jari jemari Celine


"Haaattcciihh... " Celine bersin lalu mengelap hidungnya dengan lengan baju Bisma


"Haiisshh... " Celine mengusak hidungnya yang terasa gatal di lengan Bisma


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Maaf ibu siapa ya? " Emile mendatangi rumah Cindy dan Danendra yang saat ini hanya di huni asisten rumah tangga


"Dimana Cindy? "


"Nyonya.. nyonya jarang pulang karena urusan dinas, maaf ibu ada perlu apa mencari majikan saya? "


"Kamu gak tau? saya ibunya, awas saya mau masuk" Emile mendorong art itu agar memberinya jalan untuk masuk


Terjadi perdebatan antara Emile pelayan juga security yang berjaga di depan rumah, Mereka mengusir Emile namun dia kekeh tidak mau pergi


"Telepon Cindy sekarang.. apa dia mau jadi anak durhaka menelantarkan ibunya" Teriak Emile


"Ini.. ini.. kalian punya mata kan? liat ini" Emile melemparkan sebuah foto kecil dimana dalam foto tersebut Cindy memeluk Emile dengan tersenyum lebar


Akhirnya pelayan menelpon Cindy untuk menanyakan apakah wanita itu ibunya atau bukan, Pelayan terdiam menunggu jawaban Cindy yang terdengar hening di sebrang sana


"Cindy.. ini mommy nak, kenapa mommy gak boleh masuk ke rumah anak mommy sendiri? " Emile merebut handphone dari pelayan


"Suruh masuk" Hanya itu yang di ucapkan Cindy lalu teleponnya di matikan


"Ibu hanya boleh masuk tapi mohon jangan menggeledah ruangan lain, saya akan beri satu kamar" Pelayan menunjukkan kamar yang akan di pakai Emile


"Apa ini? saya mau kamar yang besar yang luas, jangan lupa ya ini rumah anak saya" Bentak Emile ketika di beri sebuah kamar yang tidak terlalu besar


"Nyonya belum mengatakan apapun, nyonya hanya memerintah saya agar membawa anda masuk tidak ada pesan lain.. jangan mengacau atau anda akan di seret ke luar" ucap pelayan lalu pergi meninggalkan Emile


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bisma.... " ketika mereka sudah tiba di bandara seorang wanita tiba tiba berlari ke arah Bisma dan memeluknya


Celine hanya menatap dari atas sampai bawah penampilan wanita tersebut, rok yang begitu pendek di tambah belahan yang ada di pahanya juga belahan dada yang amat rendah membuat Celine malu sendiri


"Aku gak telat kan? apa aku bilang, aku akan tepat waktu"


"Jangan begini malu di liat orang" Bisma menarik tangannya yang di peluk wanita itu


"Gue duluan ya, thanks udah nemenin" Ucap Celine lalu pergi


"Siapa itu? mainan baru? " Tanya wanita itu masih bisa di dengar Celine


"Cuma temen" jawab Bisma


"Jangan ngomong sembarangan" Ucap Bisma


"Kita mau kemana sekarang? aku kangen udah lama kita gak... " Wanita itu menggantung kata katanya


Celine penasaran dan menoleh ternyata wanita itu mencium bibir Bisma, Celine yang awalnya berjalan lambat kini mempercepat jalannya


"Gak tau malu banget" Gumam Celine


"Apa yang kamu lakukan? ini di tempat umum" Bisma mendorong tubuh wanita tersebut


"Bisma aku kangen, ke apartemen aku sekarang ya" Wanita itu kembali menempel pada Bisma


"Kita gak ada hubungan apapun, please jangan ganggu gue" Bisma menepis tangan wanita tersebut lalu pergi


"Bisma tunggu" wanita itu mengejar Bisma


"Aku gak bisa lupain kejadian malam itu, aku mau kamu"


"Kejadian itu cuma kecelakaan, gue mabuk, lagi pula bukan gue yang pertama kan? lo sering jadi simpenan om om juga, gue udah kasih lo uang, apa lagi? "


"Gue mau lo bukan uang, gue balikin semua uang yang lo kasih bahkan gue akan biayain hidup lo kalo perlu.. jadi milik gue Bisma " Bisma tersenyum sinis


"Gue bukan orang bego, seribu kali pun gue mikir gue tetep gak akan pernah mau sama lo" ucap Bisma lalu benar-benar pergi


"Bisma... lo suka kan sama cewek tadi? " teriak wanita itu


"Jangan sembarangan ngomong, gue gak suka sama dia"


"Lo gak perlu bohong, tatapan lo ke dia berbeda.. gue akan buat dia jauhin lo, kalo gue gak bisa dapetin lo siapapun juga gak bisa " Teriaknya


"Terserah" ucap Bisma lalu pergi begitu saja


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. mama pulang" Allea berdiri di ambang pintu merentangkan tangannya


Millie dan Michelle berlari memeluk Allea yang sudah sangat mereka rindukan, Max ikut memeluk mereka bertiga


Mendengar suara orang tuanya Ellia dan Ello keluar dari kamar dan ikut berpelukan, Lydia tersenyum bahagia melihat keluarga anaknya yang bahagia


"Bunda gak di ajak? "


"Ayo peluk Oma" Ucap Allea, mereka semua pun berhambur memeluk Lydia


"Bunda gak kerepotan kan? " tanya Allea, ketika anak anaknya sudah berlarian berebut oleh oleh


"Gak kok.. Kenapa cuma dua hari? padahal kalian bisa lebih lama"


"Kerjaan banyak bun" Max yang menjawab


"Jangan kerjaan mulu, sekali kali anak istri bawa liburan "


"Nanti deh kalo ada waktu"


"Kalo gak luangkan waktu sendiri sampe kapan ada waktunya? kamu terlalu gila kerja" Lydia ingin anaknya istirahat sementara waktu untuk menghabiskan waktu bersama istri dan anak anaknya


"Tau nih bun.. gak pernah gitu ngajakin liburan" ucap Allea


"Aku kerja buat kamu dan anak anak juga kan? nanti deh kalo kerjaan bulan ini beres aku ajak liburan sama keluarga besar sekalian"


"Bener ya? janji ya? aku tagih nanti " Max hanya mengangguk anggukkan kepalanya


"Bunda seneng banget.. anak anak bunda hidup bahagia sama keluarganya" Lidya merangkul Allea dan Max yang ada disampingnya


"Jangan sakitin Allea ya" kemudian Lydia mencium pipi sang putra


"Jaga suami kamu baik baik, kalo dia macem macem bilang sama bunda" Lydia juga mencium pipi Allea


"Aku gak pernah macem macem bun"


"Baguslah... Kalo kamu nyakitin menantu bunda jangan harap bunda akan maafin kamu"


"Kejam amat sih bun sama anak sendiri, anak bunda itu aku" Max protes


"Bunda gak mau punya anak yang hobi nyakitin hati anak orang, Bunda pernah ngerasain ya gimana sakitnya "


"Iya.. iya bunda, jangan bahas masalalu nanti bunda kesel sama ayah ujung ujungnya berantem" ucap Max


"Dih kamu ya.. " Lydia mencubit perut sang anak


"Bunda ahh.. tadi peluk peluk cium cium kok sekarang di cubit" gerutu Max, Allea hanya terkekeh melihat ibu dan anak yang ada di sampingnya