
Allea sedang bermain bersama Michelle dan Exel di dalam rumah, karena anak anak yang lain sekolah Allea hanya mengasuh dua anak
"Allea" Panggil seseorang membuatmu Allea menoleh
"Cindy.. Hai.. kapan balik? kenapa gak kesini semalem? " Tanya Allea
"Malem kemaren gue baru nyampe, gue liat grup sih tapi gue keburu capek jadi tidur deh"
"Anggia mana? " tanya Allea
"Di luar.. ada seseorang yang mau ketemu sama lo" ucap Cindy
"Siapa? kenapa gak ajak masuk aja? "
"Bentar" Cindy keluar lalu membawa Emile masuk
"Tante.. '' Allea tidak bergerak sama sekali dia memeluk Exel dan Michelle, traumanya kehilangan bayi pertama karena ulah Emile masih melekat di ingatannya
" Allea.. mommy gak akan nyakitin lo dan anak anak lo, kita kesini mau minta maaf" ucap Cindy saat melihat ketakutan di wajah Allea
"Aku udah maafin tante kok, semuanya udah berlalu kita bisa mulai lembaran baru" ucap Allea
"Permisi sebentar" Allea membawa Michelle dan Exel ke kamarnya bersama suster
"Maaf Allea.. karena aku kamu kehilangan anak pertama kamu, kamu gak perlu takut.. aku gak akan mencelakakan kalian lagi, aku kesini mau meminta maaf secara langsung" ucap Emile
"Aku udah maafin tante kok, maaf sikap aku tadi menyinggung tante ya? " lirih Allea
"Gak kok.. aku merasa pantas di takuti, aku udah berkali kali menorehkan luka mendalam di kehidupan kamu, aku ingin menebus semua kesalahan itu"
"Dengan tante berubah aku udah seneng, aku harap hidup. kita akan lebih baik lagi ke depannya" ucap Allea
"Boleh tante peluk kamu? " Allea pun mengangguk menyetujuinya
Emile menangis tersedu memeluk Allea, rasa bersalahnya sangat besar, rasa bersalah pada ibunya, neneknya juga anak yang di kandung Allea
"Kamu anak baik.. maafin tante ya, tante bener bener menyesal"
"Iya.. maafin aku juga yang gak sopan sama tante"
Cindy ikut memeluk mereka berdua di ikuti Anggia, tidak ada kebahagiaan lain selain melihat ibunya berubah menjadi lebih baik, bertahun-tahun tidak menjenguk ibunya ternyata membuahkan hasil
Sikap Emile yang keras akhirnya bisa luluh karena rasa rindu dan kesepiannya ketika sang anak tidak lagi memperdulikan nya, Emile berubah karena takut keluarga satu satunya pergi meninggalkannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Max ada? " tanya Bisma
"Ada... tapi jangan di ganggu dulu lagi ada tamu" jawab Celine cuek
"Kalo ngomong liat orangnya" Celine hanya melirik sebentar lalu kembali pada pekerjaannya
"Lo lagi cuekin gue? " Bisma bertanya kembali
"Please deh.. nunggu di ruang tunggu aja jangan disini ganggu banget" ketus Celine
"Kalo gue maunya disini gimana? "
"Terserah.. tapi jangan ganggu" Habibie berjalan ke meja Celine mengantarkan beberapa berkas
"Loh.. tumben akhir akhir ini tiap hari kesini" ucap Habibie pada Bisma
"Emang kenapa gak boleh? gue ada perlu"
"Ohh.. Tuan lagi ada tamu, kenapa gak nunggu di ruangan saya aja? " Habibie menawarkan diri
"Gak.. gue disini aja"
"Celine yang kemaren udah selesai? " tanya Habibie
"Udah kok.. sebentar" Celine mencari berkasnya lalu memberikannya pada Habibie
"Ini kerjaan baru, emmhh.. nanti makan siang... " Belum selesai Habibie bicara namun Bisma sudah lebih dulu menarik tangan Celine
"Loh.. ini mau kemana? kenapa tarik tarik? " Celine kebingungan sendiri
"Ini udah jam makan siang, ketemu Max nanti aja"
"Gue belum setuju" protes Celine
"Mau baik baik atau paksa? " Celline mengerutkan keningnya
"Tau ahh.. gue gak mau makan siang sama lo" Ucap Celine seraya berbalik pergi
Sebelum Celine mendekat ke arah Habibie dengan cepat Bisma menggendong Celine di bahunya seperti karung beras, Celine berontak namun Bisma tidak melepaskannya sampai keluar perusahaan
Semua staf melihat kejadian itu dan mulai berbisik bisik satu sama lain, Bisma menurunkan Celine di dalam mobilnya lalu masuk dan membawanya pergi dengan kecepatan tinggi
"Lo gila ya? lo culik gue? tolong.. tolong.. gue di culik" Celine berteriak di dalam mobil
"Berisik... Siapa juga yang mau culik lo? lo cuma jadi beban kalo gue nyulik orang kayak lo"
"Turunin gue... gue gak mau ikut" Celine merengek pada Bisma membuatnya tidak tahan
"Ya udah turun.. lo mau turun kan? " Bisma menghentikan mobilnya di tempat yang sepi
"Tapi gue gak bawa HP sama dompet, ini gara gara lo yang main bawa aja" lirih Celine
"Gak apa apa.. lo mau turun kan? silahkan turun disini"
"Tapi disini kayaknya jarang ada yang lewat" Celine mengedarkan pandangan ke sekeliling
"Ya udah.. sekarang tinggal duduk manis, temenin gue makan, gampang kan? "
"Ya.. ya udah jalan" Celine mengerucutkan bibirnya
"Jangan cemberut dong, senyum yang manis atau gue gak akan jalan " Celine mengepalkan tangannya seraya memejamkan mata
Kemudian Celine berbalik dan tersenyum lebar yang di paksakan hingga menampilkan deretan giginya, Bisma terkekeh melihat wajah Celine
"Kenapa lo ketawa? " tanya Celine
"Ada lipstik di gigi lo" Seketika Celine mematung membulatkan matanya dengan pipi memerah
"Masa sih? " Celine memutar kaca di dashboard mobil lalu melihat deretan giginya di cermin
"Sialan lo bohong" Pekik Celine
Sontak saja Bisma tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Celine, Celine benar-benar kesal pada Bisma yang selalu mempermainkannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang... aku pulang" pekik Max saat istrinya tidak kelihatan di rumah
"Makan siang udah siap, ada tamu spesial loh" Allea mengecup tangan suaminya lalu seperti biasa Max mengecup bibir Allea
"Siapa? bunda? mama? "
"Salah.. ayo ikut" Allea menarik lembut tangan suaminya
"Anda kenapa bisa ada disini? " Emile tertunduk ketika melihat Max
"Lama gak ketemu.. kamu semakin berwibawa sekarang" ucap Emile
"Saya gak butuh basa basi, kalo kedatangan anda kesini untuk menyakiti keluarga saya lagi jangan harap anda bisa keluar hidup hidup" ketus Max
Cindy dan Emile hanya bisa menunduk menyadari betapa keterlaluannya perbuatan Emile dulu, Melihat Emile dan Cindy yang merasa bersalah Allea pun berusaha mencairkan suasana
"Sayang.. jangan gitu dong, kan niatnya tante kesini hati minta maaf sama keluarga kita" ucap Allea seraya mengusap tangan Max
"Ayo kita makan, lagi pula aku membuatnya bersama Cindy dan tante Emile dengan susah payah" lanjut Allea
"Ayo kita makan.. udah gak usah pikirin apapun, Max cuma lagi bercanda, ya kan sayang? " Allea bicara sambil mencubit paha Max
"Heem... " Hanya itu jawabnya
"Ayo dong.. sekarang kita keluarga gak udah canggung gitu tante, bercanda Max emang suka kelewatan" ucap Allea
Mereka akhirnya makan siang bersama di rumah Allea dengan keadaan hening, Max lebih banyak diam mungkin masih merasa marah pada Emile
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya ❤❤🥰🥰😍😍