My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Kejadian memalukan



"Alleaaaaaaa" teriak Cindy dari kamarnya


Allea segera berlari ke kamar Cindy setelah mendengar teriakannya, ini sudah beberapa kali Cindy memanggil Allea sampai sampai kakinya lemas karena naik turun tangga


"Iya non" ucap Allea ngos-ngosan membuka pintu


"Lo harus anter gue "


"Kemana non? ini sudah jam 9 malam saya harus pulang" ucap Allea


"Gue gak Nerima penolakan cuma nganter belanja doang" ucap Cindy


"Baiklah tapi jangan malam malam besok saya sekolah" Allea mengalah


Saat Allea menuruni anak tangga mengikuti Cindy


Papa Cindy baru saja pulang dari kantor, Papa Cindy menatap lekat Allea bahkan sampai tidak menghiraukan sapaan Cindy


"Daddy liat apa?" pertanyaan Cindy membuat Daddynya tersentak


"Ah tidak nak, mau kemana ini udah malam?" tanya Daddynya


"Kita mau belanja dad dan nanti aku akan mengantarkannya pulang"


"Baiklah jangan malam malam"


"Kamu cucunya Bi mar?" lanjutnya


"Iya tuan"


" Baiklah hati hati di jalan kalian"


Allea pergi bersama Cindy sebenarnya Allea merasa perasaannya tidak enak tapi mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan Cindy agar terhindar dari masalah, Sesampainya di depan sebuah club malam. Allea meminta pulang tapi Cindy memaksanya masuk


"Non saya mau pulang aja" Allea memohon


"Gak usah merengek , temenin gue minum dulu"


"Saya gak minum alkohol non" tolak Allea


"Lo bego apa gimana sih, disini juga ada minuman yang non alkohol tenang aja deh"


Allea menuruti saja perintah Cindy


Allea memesan jus lemon, Allea hanya melihat Cindy yang sedang dugem bersama teman temannya.vPelayan datang memberikan jusnya Allea baru menengguknya setengah tapi penglihatannya terasa berputar putar kepalanya begitu pusing


Allea kehilangan setengah kesadarannya dia masih meracau, melihat itu Cindy tersenyum senang dan pulang dengan teman temannya meninggalkan Allea sendiri


Dari kejauhan seseorang memperhatikan Allea yang duduk sendiri mulai di hampiri laki laki hidung belang dia bangkit dan mendekati Allea


"Dia pacar gue" ucap Max pada laki laki itu


"Oohh sorry gue kira dia sendiri" laki laki itu pergi


"Menyusahkan" gerutu Max memapah Allea keluar


"Lo ganteng banget " Racau Allea mendongak mengelus dagu hingga dada Max


"Kenapa Lo bisa ada di tempat kayak gini"


Max membonceng Allea dengan motornya mengikat tangan Allea melingkar ke pinggangnya, Di jalan Allea tidak bisa diam dia menggesekkan kepalanya ke punggung Max dengan tangan di yang tidak bisa diam mengelus paha Max


"Ya Tuhan godaan macam apa ini" Max semakin mengencangkan laju motornya


Di tengah jalan dia berhenti bingung akan membawa Allea kemana rumahnya pun tidak tau, terpaksa dia membawanya ke apartemen dari pada di bawa ke rumah dia akan habis di omeli Oma nya


Sesampainya di apartemen Max memapah Allea masuk saat Max berusaha membaringkan Allea yang memejamkan matanya seperti tertidur Allea menarik leher Max hingga terjatuh menimpanya, Max menatap wajah Allea yang memerah sepertinya minuman Allea di campur alkohol dan obat perangsang


"Jangan uji kesabaran gue, gue laki laki normal" Max berusaha melepaskan tangan Allea yang mengalung di lehernya


"Eemmhh hahaha" Allea tertawa kecil lalu menekan tengkuk Max dan menc*umnya


"****" umpat Max kala merasakan sesuatu mulai bangun


Max melepas paksa tangan Allea lalu pergi dari kamar itu dan menguncinya dari luar dia tidak menghiraukan teriakan Allea yang terus memukul mukul pintu dan terdengar suara barang pecah di dalam


"Barang barang gue pasti hancur di dalem" Max memijat pelipisnya


"Max buka max disini panas" teriak Allea


Keesokan harinya Max membuka kamar untuk membangunkan Allea dia melihat kamarnya yang kacau berantakan dengan Allea yang tidur dilantai tidak mengenakan baju hanya bra dan celana panjang


"Lagi lagi dia mengujiku" Max mengambil selimut dan menutupi tubuh Allea


"Allea bangun" Max mengguncang tubuh Allea


"Bentar lagi nek" jawab Allea masih menutup mata


"Gue mau sekolah kalo Lo gak mau gue tinggal" ucap Max


"Suara nenek kok jadi gede kayak Abang Abang" Racau Allea


Max menyentil kening Allea karena menyebutnya Abang Abang


"Aaawww sakit" Allea langsung duduk tanpa membuka matanya


"Aakkhhh Max kurang ajar" Allea memukuli max dengan bantal


"Stop Allea stop" Max menggenggam tangan Allea


"Lo kurang ajar, Lo apain gue?" teriak Max


"Gue gak sehina itu" ucap max datar


"Terus kenapa gue gak pake baju?" Allea masih teriak teriak


Max berdiri meninggalkan Allea lalu kembali membawa laptopnya dan menyalakannya di hadapan Allea


"Itu ada cctv Lo bisa liat sendiri" Max memutar rekaman cctv lalu pergi


Allea menganga tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya dia menutup mulutnya dengan tangan entah harus apa jika dia kembali berhadapan dengan Max, Malu bukan main Allea benar benar mengutuk dirinya dia frustasi menjambak rambutnya sendiri


"Mandi pake seragam Lo " ucap Max masih datar seperti biasa


"Bukan salah lo, makanan atau minuman Lo udah di campur alkohol dan obat sama seseorang semua itu di luar kendali Lo" ucap Max tidak tega melihat Allea menangis


"Tapi gue malu hhuuaaaa" tangis Allea semakin keras


"Gue gak akan cerita ke siapapun, sekarang ganti baju dan makan kita berangkat" ucap Max lalu pergi


Di rumah Nek Mar tidak berprasangka buruk dia mengira Allea menginap di rumah tuannya dia juga mendapat kabar dari sopir pribadi tuannya yang baru saja pulang bahwa Allea di ajak belanja oleh Cindy, tentu saja Nek Mar mengira Cindy itu berlaku baik pada Allea


.


.


Allea sudah bersiap dia keluar kamar dengan menunduk bahkan sangat kepalanya sangat di tekuk Max hanya menggeleng melihat tingkah Allea


"Masih mau berangkat atau pulang?" tanya Max


Entah kenapa sepertinya orang ini tidak bisa berekspresi selain ekspresi marah Allea mendongak menatap Max sekilas lalu menunduk kembali


"Lo marah gara gara kejadian semalem? sorry" ucap Allea


"Gue udah bilang itu bukan salah Lo, ini udah siang kita harus berangkat" ucap max berlalu begitu saja


Allea mengikutinya dari belakang dengan terus menunduk Sampai di depan pintu lift Max yang berdiri menunggu pintu terbuka di tabrak oleh Allea Max berbalik menatap Allea membuat Allea bergidik ngeri


.


.


Sesampainya di sekolah mereka menjadi tontonan murid murid lain dan di gunjingkan, pasalnya tidak ada yang berani mendekati Max selain mantan pacarnya dulu


Max awalnya tipe yang mudah bergaul dan ramah tapi setelah pengkhianatan dari pacarnya dan masalah keluarganya Max menjadi pendiam dan pemarah, melakukan kekerasan, melawan guru dan bolos sekolah


Belum sempat Allea mengucapkan terimakasih Max sudah pergi lebih dulu, setelah kepergian Max kelima temannya menghampiri dan Gita menarik tangannya untuk mengintrogasi


"Kok Lo bisa berangkat sama dia?" tanya Gita


"Gue ketemu di jalan jadi sekalian aja bareng gitu" jawab Allea


"Tapi Lo kan gak searah?" tanya Gita membuat Allea bingung mau jawab apa


"Ya pokoknya ketemu di jalan mungkin dia abis ada perlu atau apa gitu gue gak tau" Allea berbohong


"Lo gak bohongkan?" selidik Gita


"Gak" tegas Allea


Keempat cowok hanya mendengarkan mereka tidak seperti perempuan yang lebih banyak kepo


"Udahlah gak usah di perpanjang sesi tanya jawabnya, masuk yuk nanti keburu bel" ucap Dito menggandeng pundak Gita


Dito seolah tau Allea menyembunyikan sesuatu dia segera membawa Gita agar tidak banyak bertanya biarlah itu menjadi urusan pribadi Allea, Allea bergandengan dengan ke tiga teman cowoknya


"Apa Lo liat liat mau gue gibeng?" ucap Bagas dengan banyak gaya pada siswi yang menatap Allea


Saat melewati ruang kelas Danendra Allea di panggil oleh Danendra teman temannya masuk terlebih dahulu sementara Allea berhenti di depan kelas


"Ya ada apa?" tanya Allea


"Nanti istirahat ketemu ya" jawab Danendra


"Dimana?" Allea tidak tau letaknya


"Di belakang perpustakaan di bawah pohon gede disana" tunjuk Danendra


"Oke , gue masuk dulu ya" ucap Allea


"Sampai jumpa nanti'' Danendra melambaikan tangannya


Max yang baru saja datang menatap mereka dengan tidak suka saat akan masuk kelas Allea dan Max berbarengan berjalan ke pintu. baru saja Allea akan menyapa Max malah menabrak bahunya dan melewati Allea begitu saja


"Max..." ucapan Allea terhenti saat Max menabraknya


Dia kira Max akan bersikap ramah padanya karena Max sudah membantu Allea ternyata tidak


Max tetaplah Max yang dingin seperti kutub Utara