BAD WIFE

BAD WIFE
PERTEMUAN HANUM



Cafe Glory.


"Jadi benar kalian pernah saling menyukai dan benar akan merajut kembali?" tegas dr Felicia.


"Tante jangan salah paham! Hanum tau diri, jika bukan karna kesalahan Hanum yang terlibat skandal 501. Juga saat ini papa Jhoni yang akan menjadi mantan mertua Hanum, harus melayangkan semua aset papa. Hanum tidak akan berani meminta bantuan tante. Maaf kan Hanum!"


Felicia segera meraih berkas tuntutan keluarga Jhonson. Kaka iparnya itu benar benar gila, masih terus berbuat kotor dari dahulu hingga kini. Beruntung wanita yang ia sukai yakni Lisa tak jadi menikah dengan Alfa dan ia jadi dengan Hanum.


Hal itu Hanum terus berterus terang, bagaimana ia bisa masuk kedalam pernikahannya dengan Alfa.


"Kamu sudah beritau Fawaz soal ini?"


"Maaf tante, sepertinya sibuk. Tapi Hanum terlintas menghubungi tante karna Hanum juga ingin menjelaskan agar tak ada salah paham."


"Tante bisa bantu kamu, tapi jauhi Fawaz! Bagaimana pun, Jhoni sangat keji jika kamu terus berlanjut bersama putra tante, maka bukan hanya jabatan Fawaz dan namanya saja yang buruk. Tapi kedamaian keluarga tante akan terancam retak dan sama seperti kamu alami."


"Hanum mengerti dan paham. Hanum janji tidak akan menceritakan apapun itu pada Fawaz. Dan akan terus mendekatkan Fawaz dengan Lisa, kakak Hanum sangatlah lembut dan bisa mengimbangi Fawaz. Maafkan Hanum tante!"


"Kamu ga salah Han! hanya saja situasi ga tepat, bukan karna tante lebih suka Lisa ga suka kamu, apalagi dekat lagi dengan Fawaz. Tapi kondisi nya kamu pernah menikah. Fawaz masih lajang, dia harus dapatkan gadis, juga wanita baik baik yang tak ada masa lalunya yang pasti, akan menyinggung di masa depan putra tante. Kamu ngerti kan sayang?!"


Hanum mengangguk, hingga beberapa saat Fawaz menghubunginya di depan tante Felicia. Raut wajah Hanum berubah dan meminta maaf untuk mengangkat telepon. Hanum sedikit minggir tapi masih di awasi dengan dua mata yang sedikit ketidaksukaan.


"Hallo Faw, ah iy. Maaf aku tadi hanya salah memencet, ponselku eror. Sehingga aku minta maaf soal menghubungimu dua kali ya!"


"Begitukah? baiklah Han." menutup panggilan, saat itu Fawaz sedikit bingung, tapi karna jadwal pasein banyak ia melupakan dan percaya saja pada Hanum tanpa curiga.


Felicia mengambil sebuah cek, berisi nominal satu setengah miliar. Ia juga meminta Hanum pergi esok hari ke singapore. Felicia merekomendasikan sebuah kantor gizi, namun Hanum harus masa percobaan pelatihan lulus dan baru bisa bekerja dalam waktu beberapa bulan.


Hanum sedikit bingung, biaya tidak mungkin Hanum harus berhutang. Hingga ia menyalami tangan Felicia jika dirinya akan bekerja dengan usahanya sendiri. Felicia cukup terenyuh, sebenarnya Hanum anak yang baik. Andai saja ia tidak menikah dengan Alfa keponakannya itu, mungkin tidak akan serumit ini.


"Tante, Hanum akan selalu berterimakasih. Semoga tante dalam lindungan keberkahannya. Juga Hanum meminta maaf, jika tidak sopan pada tante. Selama Hanum pergi, Hanum titip mama dan Lisa!"


"Tentu sayang, semoga akan ada pangeran yang bisa membuat dirimu bahagia Han!" peluk tante Felicia pada Hanum.


Setelah pamit, Hanum segera bergegas menemui Alfa. Ia sudah memberikan pesan jika dirinya akan segera membawa beberapa uang cash, agar Jhoni tak mengganggu sang mama juga melibatkan Lisa.


Benar saja, sebuah mobil turun di gerbang pelataran pagar keluarga Jhonson. Hanum pernah tinggal beberapa saat di rumah itu, tapi ia pastikan ini untuk terakhir kalinya ia menginjak dan menatap Alfa dengan Irene wanita ular yang menempel pada bahu Alfa.


Saat itu gerbang menyambutnya, Hanum membawa uang satu tas. Lalu di persilahkan ketika dua bodyguard memintanya menunggu, saat ingin duduk Hanum tidak jadi duduk ia tetap berdiri sambil menatap wanita ular yang mendekat ke arah nya.


Prok! Prok! Wuuuah, benar benar sempurna.


"Lisa dan mamaku tidak ada hubungannya denganku, kalian bisa saja memblok diriku. Tapi tidak dengan takdir Tuhan yang memihak padaku. Aku pastikan kalian akan menyesal dan bersimpuh di ujung jempolku. Bahkan mengisap jempolku untuk meminta maaf!" bisik Hanum kesal.


"Apaa! beraninya kau bicara begitu padaku! Siaal kamu Hanum, kamu harusnya sudah aku dorong ke jurang! liat saja nanti tunggu pembalasanku!"


Huap! tangan Irene ditepis, saat ia ingin melayangkan satu tamparan pada wajah Hanum. Tapi Hanum berhasil menebasnya, ia sudah cukup sabar untuk melihat manusia serakah dan tamak akan kekuasaan. Belum lagi Alfa dan Jhoni yang manis saat ini pada Irene, bisa saja kelak ia akan dijadikan umpan sepertinya.


"Jangan berani sentuh aku! kamu pasti akan dijadikan keset atau mangsa makanan sniffer dog." bisik Hanum dengan lantang.


Tak begitu lama Alfa datang, tentu saja Irene berlindung manja dan mengadukan semua sikap Hanum, yang berani mau menamparnya. Irene juga berpura pura menangis dan memohon agar Alfa menuntut Hanum lebih berat lagi.


'Haah, benar benar penjilat.' batin Hanum.


"Kau datang bukan hanya untuk mengacau kan Hanum?" cetus Alfa.


"Apa kau pikir, aku terlihat seperti wanita pengacau, penjilat, dan menghamburkan harta keluarga Jhonson seperti ...?" melirik Irene.


"Apa maksudmu. Dasar wanita penghibur!" sentag Irene merasa terganggu, kala Hanum menatapnya.


"Tidak salah, kamu katakan padaku Irene?"


Alfa yang melihat dua wanita saling menyindir, ia segera melerai dan meminta Hanum duduk. Tapi Hanum tanpa basa basi ia segera melemparkan satu tas berisi uang ke sanggaan tangan Alfa yang refleks menerima.


"Tujuh ratus juta, sisanya aku sudah kirim ke rekening Jhoni Jhonson. Ingat untuk tidak menyentuh mamaku dan Lisa. Jika tidak, aku akan sebar video eeheum! kamu dengan irene di pesawat juga rahasia papamu dari rekaman yang aku simpan rapat rapat. Ya mungkin, sebelum aku mati oleh orang kalian!" ancam Alfa.


'Sial! wanita ini benar benar pintar saat ini. Hanum kenapa bisa setegar dan punya uang banyak. Aku harus mencari tau, agar dia tetap kesulitan dan memohon padaku.' batin Alfa.


Hanum pergi, ia pamit keluar rumah megah Alfa. Hingga tak sadar ia melihat mama Maria yang baik. Sepertinya ia baru pulang dari berobat, andai Jhoni tidak melarangnya bertemu saja. Mungkin Hanum telah pamit dan memeluk seorang wanita yang baik. Berpuluh tahun ia harus di bohongi oleh putra dan suaminya. Sangat miris bukan?!


Hanum masuk ke dalam taksi online. Tetapi Alfa yang sedang berkutat dengan ponsel. Hanum yakin jika pria yang masih jadi suaminya itu curiga akan dana yang ia berikan.


Beruntung tante Felicia pintar, ia memberikan sebuah cek dari satu perusahaan yang tak dikenali oleh keluarga Jhonson. Hanum setorkan ke bank barulah ia mengirim pada keluarga Jhonson.


Saat dalam perjalanan, Hanum terkejut ketika sebuah motor seperti menyelang mobil yang ia tumpangi. Hanum yang awalnya tak sadar, ia yakin jika itu orang suruhan Alfa.


Sreeeittth!! Rem mendadak.


"Pak menyingkir ketepi!" teriak Hanum ketakutan, pada supir taksi separuh baya dengan menutup mata.


To Be Continue!!