BAD WIFE

BAD WIFE
DI BAYAR LUNAS



"Katakan padaku, sugar dadymu siapa Han?"


"Alfa! tidak penting kamu tau, aku dan kamu sudah berbeda kehidupan. Lagi pula papamu sudah mengiyakan. Karna aku telah melunaskan, jadi kita tidak perlu bertatap muka bahkan berdekatan sekalipun. Aku asing bagimu!"


"Gak! kita udah pernah bicara kan, bukan ini yang aku mau. Aku bisa saja melunaskan semua pada papaku, asalkan kita bersama lagi!"


Hanum melepas tangan Alfa. Kedatangannya kerumah Jhonson adalah meluruskan yang dilayangkan saat itu. Bahkan tanpa harta yang semua peninggalan sang papa, Hanum bisa kembali bersama dan hidup tenang.


"Jangan sentuh tanganku lagi Alfa! itu keinginanmu, tapi bukan keinginanku. Keinginanku adalah kamu menjauh dari kehidupanku. Bahkan ikut campur dalam asmaraku!" cetus Hanum pergi.


Sementara Jhoni hanya memperhatikan dari balik jendela. Hanum tentu membuat kagum Jhoni, ia salah menerka putri bungsu dari Armand sahabatnya itu. Tapi dengan harta dan uang, ia bisa mengendalikan semua orang takut dan menunduk padanya.


'Anak itu cukup cerdas, tidak peduli dia dapat darimana. Lagi pula mulutnya sangat rapat, untuk tidak mengatakan pada Maria. Tinggal aku bereskan Alfa untuk menjauhi Hanum, jika aku biarkan. Aku takut rahasia ku terbongkar perlahan." gumam Jhoni.


Hanum telah keluar dari kediaman Alfa. Ia berusaha ingin menemui villa Feli. Tapi cekat Alfa masih saja mengejar dan memegang tangannya.


"Han, dengarkan aku dulu!"


"Stop! Aku akan melaporkanmu!” gumam Hanum yang sebenarnya sudah tidak bertenaga, lelah dengan sikap Alfa.


“Silakan, Hanum Saraswati.” Laki laki itu tidak takut sedikit pun dengan ancaman Hanum.


Alfa membungkuk ke arah Hanum. Ia mendekatkan wajahnya pada Hanum yang berusaha memalingkan wajahnya.


“Laporkan tentang apa yang terjadi hari ini, maka semua akan merendahkanmu, kau tahu apa yang terjadi saat itu, sudah terekam dengan baik,” bisik Alfa. Tangannya itu meraih sebuah kamera di atas nakas.


Mata Hanum yang sudah sayu dan bengkak, langsung membelalak tidak percaya melihat apa yang dipegang laki laki itu.


“Bukankah ini akan menjadi berita baik untuk seorang ibu yang punya riwayat asma? Bukankah ini juga akan menjadi topik terbaik disosialita kakakmu?” tanya Alfa sambil mengulas senyum mematikan di wajahnya.


Mengapa seperti ini? Bukankah Hanum telah melakukan hal yang benar? Memberi pelajaran terbaik untuk orang yang melakukan kejahatan pada rampasan milik ayahnya? Itu sudah seharusnya dituntut dan mendapat hukuman. Tapi lagi lagi Alfa memperlihatkan video 501.


"Kamu keji Alfa, bahkan aku telah menutupi aibmu. Menuruti keinginanmu, bahkan aku tau soal Irene dan Maoren rahasia kalian bersama papamu. Aku juga yakin isu papa dari Irene kamu kan yang celakai?" sinis Hanum.


"Hahaa, apa kamu punya bukti?" tawa Alfa.


Beberapa minggu yang lalu, Hanum mengalami kecelakaan motor, Ia ditabrak oleh seorang laki laki yang langsung kabur. Laki laki itu adalah Peeter, kakak angkat Alfa. Bagus saja Hanum memakai masker saat itu, sehingga tak di kenali.


Hanum dibantu oleh temannya bernama Dewi untuk melaporkan dan sidang untuk menentukan hukumannya pun akan dilaksanakan.


“Tolong hapus video itu, aku mohon!” lirih Hanum dengan rasa tertekan. Bibirnya bahkan gemetar mengucap permohonan itu yang sudah pasti diabaikan oleh Alfa.


Alfa masih dengan senyum mematikannya, melirik rekaman di kamera itu lalu menatap Hanum tanpa iba. Ia menggeleng.


Hanum terisak. Ia memejamkan matanya dengan sangat. “Aku hanya ingin keadilan, kamu telah membunuh masa depanku. Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini? Aku sama sekali tidak merusak nama keluargamu, Alfa."


“Aku tidak perduli! Yang jelas karena laporanmu sekarang media mengejar ngejarku dan keluargaku! Perusahaan perusahaan yang bersaing dengan Wing dan Marco sekarang sedang bertepuk tangan dan goyang kaki melihat keluarga Jhonson yang dihebohkan dengan kasus titik Irene menghilang.


"Tapi aku tidak berkata apapun, Alfa hapus Video itu. Ku mohon Alfa!"


Tidak penting bagi Alfa, tapi bagi Hanum, ayahnya adalah kekuatan mereka, yang kini sudah tidak ada di sisinya lagi. Ia menangis mendengar ucapan Alfa yang sangat tidak punya hati. Emosi, dan geramnya ia simpan karena ia begitu lemah. Belum lagi jiwa dan nurani Alfa yang terus saja mengusiknya.


“Lalu kenapa kau tidak melakukannya?! Kenapa kau harus memperdayaku seperti ini!” isak Hanum yang tidak kuat mengucapkan kalimatnya.


“Impas bukan? Nama baik keluargaku sudah kau hancurkan, maka hidupmu juga harus hancur di tanganku! Turuti kemauanku untuk merubah semuanya!" gumam Alfa.


Alfa menatap Hanum tanpa iba sedikit pun. Tatapan tajam dengan rahang yang tegas itu, membuat wajahnya yang sebenarnya sangatlah tampan menjadi menakutkan.


“Lagi pula aku tidak bisa mengembalikan apapun, kalau aku bisa, aku juga ingin papaku kembali hidup,” lirih Hanum.


"Aku tau, kekuatan kalian adalah papa Armand. Tapi janjinya, kau harus turuti hidup tidak boleh berpisah dariku. Kau lupa Hanum?"


"Tapi pria sepertimu, tidak pantas aku pertahankan Alfa!" tegas Hanum.


Alfa dengan geramnya menangkap dagu Hanum. Ia arahkan wajah wanita itu tepat di depan matanya. “Dengar! Aku tidak peduli apapun tentangmu dan tentang papamu yang sudah mati itu!”


“Tidak punya hati! Iblis! Cuih!” Hanum meludahi wajah Alfa dan mengenai pipinya, saat Alfa cepat memalingkan wajah. Ia seperti kesetanan mendengar kalimat Alfa yang berkata tentang ayahnya.


Alfa menggigit giginya membuat rahangnya itu semakin tegas. “Kau bersyukur karena aku tidak pernah memukul wanita lagi, karna itu aku menahan!” gumamnya dengan suara yang penuh penekanan.


Hanum menelan ludahnya. Seketika ia kembali gamang menatap wajah itu, namun untuk bersedih dan mengiba tidak akan mengubah apapun. Bahkan juga tidak akan mengembalikan kehidupan yang seperti dulu.


“Kau akan menyesal karena sebentar lagi mamamu akan segera menyusul Papamu!” gumam Alfa.


"Apa maksudmu Alfa?" bingung Hanum.


“Video ini…”


“Tolong!” potong Hanum dengan suara lirih.


“Akan aku kirim ke mama Rita lebih dulu,” lanjut Alfa setelah menatap Hanum dengan tajam karena memotong kalimatnya.


“Please aku mohon jangan!" mohon Hanum.


Alfa masih menatap Hanum. Ia seperti monster yang terlihat akan menelan Hanum hidup hidup.


“Apa yang harus aku lakukan? aku mohon hapus video itu,” Hanum kembali menangis.


Di dalam hati ia terus bersumpah bahwa ia akan membalas kejahatan laki laki yang menghinakannya itu suatu saat nanti.


“Kau harus menikah denganku lagi!” jawab Alfa tegas dengan netra menyala.


“A- a- apa?” Hanum menatap Alfa tidak percaya.


“Apa kau tuli?! Menikah denganku! Ikuti permainanku untuk mengembalikan nama baik keluargaku!” bentak Alfa memegang leher Hanum.


"Uhuuuk! sa-kit Alfa." teriak tersenggal, berusaha melepas tangan Alfa di lehernya.


Hanum terbatuk, kala Alfa melepas erat tangan ke leher Hanum. Guna menggertak, lalu ia meninggalkan Hanum seorang diri di pintu pagar rumahnya.


"Satu minggu, aku beri kamu waktu Hanum! jika tidak, aku kirim video 501!" tegas Alfa.


~ Happy Reading~


Note: jangan emosi ya. Terus dukung Hanum. Ini author revisi, dari kemarin pukul delapan belum lolos juga, padahal ga ada kata yang wah.


Pagi ini moga cepat lolos.