BAD WIFE

BAD WIFE
RICO DALAM BAHAYA



Seminggu kemudian, Hanum merasa sedikit tenang, ketika ia berada di rumah dengan anak anak dan keluarga kecilnya. Mama Rita mendukung aksi Rico yang ekstrem demi mencari pria suruhan yang membuat Hanum Trauma, bukan tanpa alasan. Jika Rico mencari dalang dari kematian Adelia, dan pelecehan Hanum saat di loby parkir.


"Kamu percayakan sama suami kamu Hanum! kamu ga aman jika sendirian pergi menyusul!"


"Mah, Hanum udah ga apa apa, tapi Hanum merasa takut mas Rico terjadi sesuatu. Hanum takut jika mas Rico terjadi hal yang mengerikan."


"Ada pengawal, ada Erwin. Dengarkan papa Hanum! berdoa, tenangkan diri. Pikiran negatif dan positif berpengaruh." ujar Mark.


"Iy Mah, Pah maaf! baik. Hanum ngerti sekarang."


Keluarga Hanum, dalam bahaya. Seolah banyak saingan mas Rico, membuat ketenangan keluarganya seakan di intai, tidak sedikit Hanum merasakan ketakutan. Tapi Hanum tetaplah Hanum, pengalaman ia yang tidak menuruti, membuatnya hampir celaka. Dan benar saja, setiap keputusan suami yang baik harus di dengar jika tidak akan terjadi sesuatu alias ketulah pada zaman kuno bilang.


***


Di Kantor.


Pintu mobil Rico menutup kembali dan sopirnya hampir menjalankan mobilnya ketika rombongan mobil antik sudah mendahului mereka. Para pengutil Hanum, terpaksa menunggu sampai rombongan mobil antik itu berlalu semuanya. Ketika mobil Rico itu mulai bergerak menyusuri jalanan besar, mobil Rico lain muncul di belakang mereka.


Mobil Rico itu dikendarai Erwin, dan satu polisi berjaket hitam duduk di bangku belakang. Mereka sedang menyusul seseorang untuk menculiknya. Erwin menghentikan mobil tepat di belakang mobil pengutil itu karena ada truk yang akan lewat dari arah berlawanan. Perhatian Erwin, fokus melihat plat nomor mobil di depannya.


“Sama persis ya, Erwin,” ucap polisi sambil menunjuk mobil Rico di depan mereka.


“Beda dikit. Itu tipe lama. Mobil kita kan tipe yang terbaru. Kau sudah lihat mobil itu?” tanya Erwin.


Polisi bernama Edward, melongokkan kepalanya ke luar dari dalam mobil lalu melihat sepanjang jalan yang rimbun. Seseorang tidak terlihat dimanapun juga sepanjang jalanan besar itu.


“Dia ke mana? Tidak kelihatan. Coba maju lagi,” ucap Edward, Rico hanya memantau melirik seluruh jalanan.


Erwin pun melajukan mobilnya melewati mobil Rico yang belum beranjak juga. Rupanya mobil pengutil, kriminal itu mencari celah untuk balik arah. Setelah mobil Erwin dan Edward pergi dari pinggiran jalan itu, mobil yang membawa Hanum saat itu pun berbalik arah. Sopir mobil itu langsung tancap gas pergi sejauh mungkin dari lokasi kejadian.


Rico sangat kesal, aksi pelecehan yang hampir dilakukan ke istrinya, terang terangan mengintai hampir menculik Hanum sesaat menyiram tanaman, di halaman rumahnya. Aksi itu pun membuat geram Rico, karena cluster rumahnya tidak aman saat ini, anehnya hanya kediamanya saja.


Sementara itu, Rico dan Erwin terus menyusuri jalanan besar untuk mencari keberadaan dalang pria kriminal. Kecepatan mobil mereka sengaja diperlambat untuk melihat setiap celah jalanan, agar tidak kehilangan jejaknya. Mereka hampir tiba di kota kecil di bawah Kastil Emperor tetapi tetap tidak menemukan lagi.


“Bah! Dimana dia? Tidak mungkin hilang begitu saja!” bentak Erwin kesal. Dia memukul kemudi mobilnya dengan keras.


“Apa mungkin dia sudah pulang ke rumahnya? Di mana rumahnya?” tanya Edward sambil melongok sekali lagi keluar jendela.


Dengan polosnya tanpa pertanyaan, Edward segera turun dari mobil lalu celingukan di pinggir jalan. Erwin terus melajukan mobilnya sampai di ujung jalan, lalu berhenti di sana. Belum sempat Erwin turun dari mobilnya, suara dering telepon membuatnya mengeluarkan ponselnya. Adam kembali meneleponnya.


[“Halo, bos,”] sapa Edward sambil nyengir lebar.


[“Sudah selesai tugasmu?! Cepat datang ke gudang, jemput Tuan Rico!”] titah Adam tanpa mendengar jawaban Erwin.


[“Siap, bos!”] sambar Erwin lalu bersiap mencari tempat untuk memutar arah mobilnya.


Sambungan telepon dari Adam pun terputus. Erwin menemukan sebuah lapangan kecil lalu ia meminta Rico dengan HT, ia bicara jika rumah kriminal itu telah ditemukan, Erwin mengirim lokasi. Dan benar saja Rico segera pergi melangkah mendobrak pintu kayu itu.


BRAAAGK!!


Rico masuk perlahan, ia tidak sabar jika itu benar Alfa atau ulah pamannya yang menginginkan keluarganya hancur. Tidak henti hentinya mereka mengusik keluarga Mark dan berusaha mencelakai Hanum.


"Dimana dia?" ucap Edward pada Erwin.


"Siapa?"


"Rico, bosmu itu jangan betindak sendirian. Bisa fatal? bagaimana jika mereka mempunyai senjata, bos ku bilang mereka menyewa mafia di rumah itu."


"Astaga! kita harus cepat menyusul!" cercah Erwin segera turun.


"Bodoh, beri link tanpa bertanya pada polisi."


Sementara Rico sudah berada di dalam, ia menatap sekelompok pria bersenjata. Terlihat wajah dengan topeng, membuat Rico terkejut ingin tahu siapa di dalamnya.


Prook! Prook.


"Kita kedatangan tamu bukan?" ucap pria bertopeng, mengarahkan senter ke wajah Rico dengan suara tepukan tangan keras.


"Tutup mulutmu! aku ingin tahu, kenapa kau incar istriku sialan!" teriak Rico, membuat kurungan tiba saja turun, dan membungkam Rico dalam jaring besi.


Tbc.