BAD WIFE

BAD WIFE
MENCARI HANUM



Irene keluar dari kamar mandi. Dia kini di suguhi dengan pemandangan punggung polos tanpa sehelai benang pun. Pemuda berbadan mempesona itu kini berbalik dan melihatnya yang sedari tadi ada di belakangnya.


‘Ya Tuhan, apa dia manusia?’ ucap Irene saat dia melihat sosok sempurna Alfa dari depan.


Matanya yang dalam dan alisnya yang seperti ulat bulu sangat kontras dengan rahangnya yang tampak tegas tapi lembut. Dadanya yang bidang itu makin indah dipadu dengan perut yang datar. Otot yang terbentuk sempurna membuat Irene makin penasaran, tak ingin kehilangan sosok Alfa.


“Kalo kamu ga beri kepuasan sama aku, jangan harap kamu bisa keluar dari tempat ini!" ucap Irene yang sudah membawa Alfa yang menggodanya itu dalam pelukannya.


Bibir hangat milik Alfa mulai membuai bibir Irene. Tarikan tangan Irene di punggung belakang Alfa membuat badan gadis polos itu makin menempel di dada bidang Alfa. Tentu saja itu akan makin membakar gelora dua insan itu. Tautan ranum bibir yang kian liar dari Irene makin membuat Alfa terbuai. Dia membuka mulutnya dan melingkarkan tangannya di leher kokoh.


Alfa sudah dua hari tak bertemu Hanum, ia tinggal sementara di kediaman Irene. Agar tidak di cecar Jhoni Jhonson, karna saat malam itu Hanum pergi dan belum kembali. Meski raganya sedang bermain dengan Irene, tapi pikirannya masih saja mengganggu memikirkan Hanum.


Bibir Alfa kini mulai menyusuri leher jenjang milik Irene. Leher memikat itu kini telah basah oleh saliva Alfa dan keringatnya sendiri. Badan Irene sudah menggantung di leher Alfa dan hanya di topang oleh satu tangan kokoh yang melingkar di pinggang rampingnya.


Petualangan Alfa makin liar. Dia tidak lagi ingin berhenti sampai di pundak sang tawanan hasratnya malam ini. Dia mulai membuka tali linguery yang ada di pundak Irene. Kini tubuh sang tawanan sudah hampir polos di hadapan Alfa.


“Sempurna,” gumam Alfa mengagumi tubuh atas Irene.


Alfa membalik tubuh indah itu. Ya punggung!Punggung Irene adalah sasaran empuk kali ini. Dia menjelajahi punggung putih bersih itu tanpa ampun. Irene menggeliat geli bak cacing kepanasan dan membuat aset berharganya semakin menggoda Alfa untuk segera mengeksekusinya.


Irene yang sedang menikmati puncak kenikmatannya itu meloloskan leguhan pertamanya. Leguhan yang semakin membakar hasrat Alfa untuk tidak melepaskan mangsanya malam ini. Dia tidak ingin menuntaskan dengan cepat. Dia ingin menikmati tiap senti bagian lekuk tubuh si mangsa sampai dia puas.


Buaian Alfa membuat Irene semakin berantakan dan tidak sadar lagi dengan semua rancauannya. Dia tidak malu lagi dan hanya menginginkan sebuah pelepasan hebat seperti yang sering dia dengar dari teman temannya. Meski Alfa sering bermain dengan wanita manapun, ini sudah ketiga kalinya Irene menyerahkan mahkotanya demi dinikahi.


"Darling! kapan kamu menikahiku?"


"Aku bahkan sulit mengendalikan Hanum. Tunggu sebentar lagi!" pinta Alfa.


"Hanum. Hanum! Why does it have to be that woman. Alfa?" Kenapa harus wanita itu, Alfa.


Jelas tadi mereka sedang berkasih asmara, kini menyebut nama Hanum mereka kembali berselisih. Hal itu membuat Irene kembali memakai pakaian. Lalu Alfa menahan Irene untuk bersabar. Alfa jujur sangat bingung akan hatinya, bisa saja ia menyetujui bercerai. Tapi ada perasaan yang tak bisa Alfa terima saat ini.


"Kamu mencintainya Darling? Ya jatuh cinta kan sama sigendut itu?"


"Hey! Tidak sayang. Aku hanya memikirkan caranya untuk menjelaskan pada mamaku. Bukan jatuh cinta dengan Hanum." jelas Alfa mencoba menahan Irene tidak pergi dan marah.


BERBEDA HAL DI KEDIAMAN LISA.


Apakah Hanum sudah kembali pulang?! itu pasti alasan sebenarnya yang Lisa pikirkan saat ini. Waktunya lebih banyak di rumah menemani sang Mama.


Tak sedikit juga bagi Lisa, ia mendapat respon kala semua penggemarnya berbelasungkawa.


Saat online, ia melihat kolom komentar ketika seseorang netizen berkomentar jika ada seorang dokter muda ganteng yang masih jomblo. Ia melihat postingan itu dari milik temannya.


Hal itu membuat Lisa tertawa, meski tetap menanggapi dengan ramah pada followersnya. Kalian benar benar baik, aku memang baru saja putus cinta. Tapi tidak tau, aku takut diajak nikah. Itu lah percakapan akhir Lisa pada penggemarnya.


Sebuah mobil merah kembali datang, Lisa menutup ponselnya. Lalu segera membuka gerbang. Tak lama dua orang datang senyum dan menyapanya.


"Lisa! mamamu ada?"


"Tante. Ada kok! ayo masuk, tapi kalau Hanum dia belum kembali. Apa Hanum sama Alfa tante?" tanya Lisa sedikit khawatir.


Maria menatap Jhoni. Keberadaan Alfa sebenarnya juga tidak terdeteksi. Tapi mereka menjawab dengan sempurna jika hubungan Alfa dan Hanum hanya sedikit mellow.


"Sepertinya pengantin sedang tak ingin diganggu, maka dari itu. Kami berkunjung untuk melihat mamamu Lisa." jelas Maria.


"Owh. Ya! silahkan tante masuk aja."


Lisa dengan kilat mencari keberadaan Hanum dengan teman intelnya. Ia khawatir jika penjelasan mertua Hanum itu salah. Hal itu membuat Lisa takut, jika mama Rita mengetahui yang sebenarnya.


"Han, ada apa sih sama kamu. Kemana sebenarnya kamu itu sih?" benak Lisa.


Sementara Hanum di Apartemen, yang membuka hordeng. Ia segera menatap seseorang dengan sebuah teropong ke arah jendelanya.


"Hah! siapa itu, apa kearah jendela ini?" lirih Hanum sedikit panik.


To Be Continue!!


DUKUNG TERUS HANUM DENGAN POIN ATAU VOTE JIKA MENYUKAI YA!!


Jejak kalian boleh terus, biar Author semakin semangat up nya. Semoga bab kali ini ga lama reveiw, jujur Author up udah dari pagi. Karna setiap Kamis dan Jumat ada kegiatan dunia Real.


Happy Reading All.