BAD WIFE

BAD WIFE
COWOK GHIBAH



Hanum yang sedang bermain di taman, dengan dua pengasuh. Ia menggendong baby Ghina, meski saat ini mereka tinggal di villa Feli. Karena status Lisa, tante Felicia, meminta agar dapat berkumpul dengan Lisa di saat masa sulit, membutuhkan dukungan mereka semua. Termasuk mama Rita, ia juga turut melihat kegiatan Lisa agar tidak stres.


"Mah, Hanum bawa baby Ghina kesana ya. Ada matahari pagi."


"Iy Han, biar mama sama baby Ghani disini sama suster Lani! dan suster Siska tolong hangatkan asi di pendingin box ya!" titah mama Rita.


"Baik bu." suster Siska.


Hanum menepi gerbang, terlihat bunga mekar. Tapi ia terkejut kala melihat Fawaz yang menatapnya senyum.


"Fawaz, kamu ..?"


"Han, aku sudah kirim pesan bukan ke kamu. Aku juga hubungi Lisa, tapi ia tak mau menjawabnya. Aku mohon bantu aku Hanum!"


"Fawaz, aku ga bisa memaksa ka Lisa. Malam nanti kamu datang saja! jika kak Lisa ingin datang, ia pasti akan datang. Pikirkanlah hati Lisa yang terluka. Nestia kamu itu, andai aku ingin ikut campur, jika aku menampar dan mempemalukannya. Kau sebagai pria yang membuat ulah duri di rumah tanggamu, jangan hentikan aku, jika Hanum merobek mulut Nestia, jika sekali lagi dia usil pada kakak ku!" ancam Hanum.


"Hanum, tunggu!" teriak Fawaz.


Tapi Hanum pergi, kala baby Ghina merasa terusik dan menangis. Sehingga saat itu Fawaz pergi dari kediaman mamanya. Ia pergi dan berusaha menghubungi Lisa lagi. Fawaz juga tak berani menampakan wajahnya di depan sang mama. Karena mama Feli, sangat membenci anaknya saat ini.


***


Fitness.


Tempat Olahraga Khusus, Erwin mewakili Rico, yang saat ini ia berada di samping Ray. Kebetulannya lagi, Ray adalah teman sekolah Erwin, yang selama ini ia bekerja lama dengan tuan Mark, dan berlanjut mengurus usaha Rico.


Sementara Ray, yang telah melakukan fitness. Ia ingin sekali membuat kejutan makan malam berdua. Ia ingin membuat Lisa kejutan, dengan romantis. Ia berusaha menunjukan sikap tulusnya dan membuat hati Lisa luluh. Meski sadar, hanya lima puluh persen, ia berharap Lisa akan sedikit memahami dirinya yang tulus.


"Mengapa tidak memberi tau Lisa saja, bukankah hal kebenaran akan lebih baik Ray?" ucap Erwin pada Ray.


Ray mencoba berfikir, lalu ia meminta Erwin tetap merahasiakannya.


"Apa kau telah mendapat kabar, di mana ayahanda Lisa yang meninggalkannya. Rasanya dengan berkata tanpa bukti, mustahil untuk Lisa percaya. Aku ingin Lisa murni membalas perasaanku. Meski terlambat, mungkin suatu karma. Karna aku yang terlalu sibuk bekerja, dan tak mencarinya dari awal papa mengingatkan."


"Papa Armand sudah meninggal, jauh setelah Hanum menikah, Lisa saat itu dilangkahi. Apa kau tidak tahu sama sekali soal ini? mustahil, katanya satu lintingan vloger. Kenapa bisa tidak tahu?"


"Tutup mulutmu Erwin, kau membuat mood turun saja. Aku benar tidak tahu, jika papa Armand telah meninggal. Lisa selalu menjaga jarak denganku." jelasnya.


"Itu tandanya dia wanita baik baik, keluarga Armand memang mendidik kedua putrinya sangat ideal, sangat baik mereka punya masing masing kelebihan. Andai ada satu wanita seperti mereka untukku. Anda tuan Armand punya tiga anak perempuan."


"Kau sedang bicara ingin menyerobot, atau iri pada orang terdekatmu. Erwin?" tajam Ray.


"Haah, kenyataan. Aku sedang membicarakan kenyataan." balas Erwin kesal.


Ray sangat terpesona akan mata dan wajah mungil Lisa, kala itu. Pertemuan pertama hingga menjadi teman baik, teman dekat dan satu kerjaan di masa muda. Membuat Ray sangat ingin mengejar Lisa, meski Lisa terlihat jelas selalu menghindar.


"Erwin. Bolehkan aku mengorek masa lalu?"


"Masa lalu siapa?" tanya balik Erwin yang memegang barble 5kg.


"Heumph. Bagaimana dengan Paman Johny, apa tidak di temukan ia pergi kemana? lalu soal Alfa, bukankah Rico, Alfa dan Fawaz masih satu keluarga?" tanya Ray, dengan penasaran.


Erwin meletakkan burble, ia melirik sekeliling dan bicara dengan ketus. "Ray, kau tipekal bapak bapak ghibah ya? bukankah kita ingin berolahraga. Mengenang masa lalu, dan aku kemari ingin tanda tanganmu agar cepat ku serahkan pada Rico. Mereka satu keluarga berbeda darah dan didikan pastinya." cetus Erwin.


"Ya udah, ga ngomong ya enggak ada tanda tangan." kembali Ray melakukan olahraga hit power squat.


"Berita terakhir adalah, pembunuhan dan kasus itu di tutup. Saya yakini, tuan Johny merasa terpukul saat itu tante Maria sedang dirumah, beberapa orang mencuri seluruh harta benda mereka, tuan Jhony sedang keluar, sementara Alfa di penjara. Tapi saat ini Alfa setengah waras, ia terpaksa menjadi tahanan rumah."


Ray semakin tak masuk akal, saat ini. Adalah keluarga Alfa Jhonson. Pantas Rico sangat membenci Alfa, belum lagi Fawaz yang kalem dan dingin, bisa juga mengikuti jejak Alfa.


"Erwin. Bagaimana dengan Rico, apa dia juga akan punya wanita lain?"


"Rico tipe setia, jika saja Hanum tahu. Di kantor saat dikota S, banyak wanita modis mendekat, berpura pura menjatuhkan makanan, minuman. Mereka sengaja ingin mencuri mata, agar Rico terpedaya. Apalagi saat itu istrinya baru saja melahirkan, kau tahu rasanya berpuasa selama dua bulan tidak hubungan?"


"Heuumph? lalu, apa lagi. Apa Rico bermain gila tanpa kau tahu?"


"Tidak mungkin, dia tipe yang luluh hanya ada pada nama wanita bernama Hanum. Aku saja bisa gila lihatnya. Rico sangat mencintai Hanum, dirinya berkata jika ingin menikah lagi ia pasti akan bicara, tapi tidak untuk saat ini dan selamanya. Rico selalu melihat keharmonisan kedua orangtuanya, kau lihat papa Mark, dia ditinggal mati oleh istrinya di usia 50 tahun, masih betah hingga usianya 78 tahun. Mirip kisah cinta sejati, Rico selalu menomor satukan kebahagian istrinya."


"Benarkan Rico seperti itu, mengapa aku jadi penasaran. Apa jadinya nanti, kerja sama kita dengan banyak selebgram dan model yang hot. Mereka selalu mendekati, aku tidak yakin Rico bisa tidak tergoda."


"Jangan macam macam, Rico tidak suka pekerjaan kotor meski dengan secara cuma cuma, ia tidak mau terkena penyakit dan nama baik dirinya sebagai pria bejat sepertimu Ray! bahkan beberapa wanita modis mendekati, ia lempar kepadaku. Sudah lima, kau tahu kan seleb dari luar negeri, bagaiamana hotnya?" tawa Erwin.


Mendengar hal itu, Ray kesal. Ia meminta Erwin kembali pulang. Lalu cepat menandatangani surat perjanjian Rico.


"Pulanglah!" titah Ray.


"Kau usir aku Ray, baiklah teman lamamu ini sudah tak dibutuhkan. Syukurlah kau cepat tanda tangani, ingat baca di akhir perjanjian. Jika ada bonus pekerjaan kotor semacam dinner para model ternama kau sodorkan untuk Rico, maka kau harus menyerahkan semua asetmu dan denda 500 triliun." senyum Erwin, ia senyum mengangkat map biru dengan gaya elegant.


Benar saja Ray melihat lembaran paling akhir, ia menghela nafas dan mengetuk ngetuk bolpen pada karpet fitness.


"Sial, kalau begitu Rico orang terkuat. Aku tidak salah bekerja sama dengannya. Tapi bagaimana saat ini aku mendekati Lisa, konon aku harus menunggu ia melahirkan. Masa idah lewat dan semacam nifas. Huuft!! kenapa sulit sekali aku mendapatkanmu Lisa." gumam Ray.


Tbc.