
"Mas, ada surat pos." ucap Hanum.
"Dari siapa sayang, mas akan buka kalau begitu."
Hanum yang tak suka membuka paket ketika banyak sampai, ia selalu menunggu mas Rico yang membukanya. Dan benar saja hal itu sontag membuat alis Rico naik sebelah.
"Kenapa mas?" tanya Hanum.
"Adelia mengumumkan, jika dia sudah menikah dengan paman Jhoni."
"Apa..? jadi dia ibu tiri Al-fa. Mas, apa ga salah?"
"Kenapa harus salah sayang? mas kan sudah tidak mengakui Adelia sebagai keluarga Mark. Jadi jika ada paket baik untuk Leo atau kabar apapun, kamu buka dan langsung buang saja!" ujar Rico dan merapihkan kembali barang barang.
Pasalnya Rico dan Hanum akan pindah rumah di kota pluit, dan akan bertetanggaan dengan Nazim.
***
Kediaman Jhonson.
Adelia masih membelalak lebar mendengar ucapan Alfa. "Dasar kurang ajar! Berani sekali kau memintaku menggantikan wanitamu! Lepaskan aku, Bre-ng-sek!"
Namun alih alih melepaskan, Alfa malah menyatukan kedua tangan Adelia di atas kepala wanita itu dan menahannya.
"Berhenti bersikap seperti wanita terhormat, Adelia! Bukankah kau sudah biasa melakukannya? Lagipula aku jauh lebih perkasa dibanding ayahku dan kau pasti lebih puas bersamaku!"
"Kau sangat tidak sopan, Alfa! Lepaskan aku atau aku akan berteriak agar semua orang tau kalau kau sedang berusaha melecehkan ibu tirimu sendiri!"
"Oh, aku takut sekali mendengarnya, Adelia!" Alfa menyeringai mencemooh di depan wajah Adelia.
Mereka pun masih saling bertatapan dengan tajam saat suara pintu kamar mendadak dibuka dengan kasar.
Brak!
"Kudengar kalian ribut lagi, hah? Dan apa yang sedang kalian coba lakukan?" pekik seorang pria tua yang nampak membelalak kaget, yakni Jhoni Jhonson.
Alfa dan Adelia pun langsung menoleh bersamaan menatap pria tua itu.
Adelia langsung terdiam menatap Jhoni sedangkan, Alfa langsung tertawa sinis melihat ayahnya itu.
"Oh, ini dia sang pembela sudah datang, suami tercintamu!" Alfa melirik sinis pada Adelia sambil bangkit berdiri.
Alfa pun melangkah mendekati ayahnya dan menyahut dengan santainya. "Istri mudamu menggodaku!"
"Aku tidak melakukannya!" Adelia membela dirinya sambil bangkit berdiri dari ranjang dan merapikan dirinya.
"Jangan bicara sembarangan, Alfa!" tegur Jhoni tegas.
"Aku tidak bicara sembarangan! Itu kenyataannya! Istrimu murahan dan kau... tidak lebih baik!" seloroh Alfa mencemooh.
Jhoni pun tidak dapat mengendalikan emosinya dan melotot tajam. "Jaga bicaramu pada ayahmu, Alfa!"
"Ayah? Bagiku kau sudah berhenti menjadi ayahku sejak kau berselingkuh! Kau membiarkan selingkuhanmu tinggal di rumah ini dan membuat ibuku menderita sampai meninggal dalam kesedihan!" seru Alfa dengan nada yang penuh dendam.
"Aku membencimu, Jhoni Jhonson! Karena itulah aku tidak sudi menginjakkan kakiku kembali ke rumah ini tapi... sebuah berita yang menggelikan membuatku sangat penasaran... yakni kau menikahi wanita muda bernama Adelia, wanita licik ini kau nikahi, dan membuat mama menderita, koma dari sakit hanya karena dia." menunjuk wajah.
Masih dengan gayanya yang sinis dan nyolot, Alfa pun mengalihkan tatapannya pada Adelia lalu menelusuri tubuh Adelia dengan tatapannya, sampai Adelia pun menegang.
Adelia hanya bisa menahan napas mendengarnya, namun ia memilih untuk tidak menanggapinya.
Melihat Adelia yang tetap diam, Alfa pun melangkah mendekati Adelia sambil menatap wanita itu lekat lekat.
Entah bagaimana menjelaskannya namun Alfa sangat membenci Adelia. Alfa juga tidak akan pernah rela kalau harta yang seharusnya menjadi hak ibunya malah dikuras habis oleh wanita itu.
Itulah alasan utama mengapa Alfa kembali. Jhoni mengancam Alfa tidak akan mendapat hak sepeserpun atas warisannya kalau tidak kembali.
Tentu saja Alfa tidak sungguh sungguh menginginkan harta. Ia sendiri termasuk pengusaha yang sukses mengembangkan bisnisnya sendiri di brunai, tempat ia tinggal selama ini meluntang lantung bersama Erik, karena kebodohannya dahulu yang jahat. Tapi ia sadar dan tidak akan mengulangi menjadi pria jahat. Apalagi menemui Hanum dan Rico, ia sangat malu atas apa yang dilakukannya di masa lalu.
Tapi sumpah demi apapun, Alfa akan melindungi hak ibunya.
"Kau tahu, Adelia! Aku benci wanita yang sok suci sepertimu! Kau!" Alfa menunjuk tepat ke wajah Adelia, sebelum ia menoleh dan menunjuk ke arah Jhoni "Dan juga kau! Aku membenci kalian berdua!" tutup Alfa sebelum ia menyambar kemejanya sendiri, memakainya, dan melangkah keluar dari kamarnya sendiri.
Cukup lama Adelia hanya terdiam, sambil menatap pintu kamar yang sudah tertutup itu sebelum ia melirik kesal pada Jhoni.
"Puas kau, Pak Tua? Puas kau menyiksaku seperti ini?" geram Adelia kesal.
"Menyiksa? Aku tidak pernah menyiksamu, Adelia! Aku memberi penawaran dan kau menerimanya! Jadi lakukan saja tugasmu dengan baik atau aku akan langsung menghentikan pengobatanmu!" ancam Jhoni tanpa belas kasihan. "Selain itu, jangan pernah lupa kalau aku membayarmu bukan untuk menggoda Alfa. Adelia!"
Adelia langsung menganga mendengarnya. "Sudah kubilang aku tidak melakukannya! Alfa membawaku ke ranjangnya hanya untuk menakutiku dan menghinaku! Seharusnya kau tahu itu semua karena siapa!"
Jhoni menaikkan alisnya. "Benarkah begitu? Apapun alasannya tapi aku tidak mau kau menjadi pembangkang. Setahun belakangan kau menjadi perawat Maria istriku, kau harusnya patuh setelah aku nikahi tiga bulan belakangan ini!" jelas Jhoni, membuat Adelia terdiam.
***
RUANGAN KERJA JHONI.
"Apa kau tidak bisa sopan padaku, Adelia?" seru Erik sambil bangkit berdiri berhadapan dengan Adelia.
"Memangnya kenapa kalau aku mengambil uang perusahaan? Aku ini juga istri Jhoni Jhonson! Aku juga punya hak atas uang suamiku!"
Erik secara terang terangan melawan Adelia.
"Ini bukan masalah hak, Erik!"
Erik yang sudah emosi pun mengacungkan jarinya bersiap memaki Adelia.
"Kalau aku, tidak boleh memakai uang perusahaan lalu siapa yang boleh memakainya, hah? Kau? Kau memotong gaji direksi agar kau bisa mengambilnya untuk kepentinganmu sendiri, aku benar kan, Erik?" cetus Adelia tertawa.
"Kau lupa siapa dirimu, perusahaan Jhonson yang berhak adalah Alfa. Dia yang mengubah kebangkrutan menjadi kembali seperti sekarang." ujar Erik.
Adelia pun menoleh kaget melihat Alfa yang mendadak muncul dan menatapnya dengan garang.
Alfa pun melangkah mendekati Adelia dan langsung mencengkeram lengan Adelia dengan kasar.
"Kau tahu aku sudah muak mendengar keributan yang kau buat setiap pagi, Adelia! Kau sadar kan kalau bukan hanya kau yang tinggal di rumah ini, hah? Kau benar benar harus diberi pelajaran, agar kau berpikir ribuan kali sebelum membuat keributan seperti ini lagi!"
Tanpa mempedulikan semua orang, Alfa langsung menarik kasar Adelia sampai ke kolam renang, yang berada di belakang rumah dan Erik pun sontak mengikutinya dengan penasaran.
"Lepaskan aku Alfa!" teriak Adelia meringis kesakitan.
Tbc.