BAD WIFE

BAD WIFE
ACARA KANTOR



"Bisakah berkata baik Alfa?"


"Tidak! lagi pula, aku tidak takut ancamanmu. Silahkan jika kamu ingin berkata jujur. Tapi ketika mamaku Anfal. Kau orang pertama yang aku seret untuk bertanggung jawab!"


Hanum mencoba sabar, memang sulit diantara berterus terang atau menunda. Hanum juga tidak bisa menunggu lama, setidaknya perutnya tidak sampai besar. Itu adalah pikiran Hanum saat ini. Mengalah dari celoteh Alfa memang melelahkan. Tidak habis pikir jika artis movie itu mau bertahan pada pria seperti Alfa.


Apalagi jika dari gaya bicara Alfa, selalu saja melupakan apa itu janji. Tidak singkron dan tidak akurat jika menagih janjinya.


Belasan wartawan dari beberapa media bisnis bisa saja menjadikan itu sebagai artikel menarik, 'Ujung gaun terinjak, Menantu Jhonson terjungkal saat resepsi. Begini foto lucunya' atau mungkin seperti ini :


'Cukup memalukan, inilah potret Hanum Saraswati, si Menantu Jhoni Jhonson yang terjatuh di resepsi Gathering pc jhonson.


Hanum ingin sekali berkata, semoga saja bibir Alfa tergelincir, tidak habis habisnya ia yang kini berada dipertemuan acara penting. Masih saja membully dan merendahkan seolah mendoakan dirinya dipermalukan karna terpeleset gaun.


Membayangkan terpeleset saja sudah membuat Hanum mual. Terpaksa, dia menyelipkan tangan jenjangnya ke sikut Alfa dan membelitnya lembut. Karna sebuah potretan tiba saja datang. Saat ini memang acara kantor peresmian prodak baru. Tapi karna Jhoni Jhonson sedang menemani di rumah sakit. Maka Alfa dan Hanum lah yang menggantikan untuk menggunting pita.


Alfa menoleh ke kiri tuk menatapnya, ketika Hanum meremas tangannya. Tatapan Alfa lain dari biasa. Hanum menaikkan sebelah alis sebagai reaksi bingung.


"Jangan geer! aku menyentuh tanganmu agar aku tidak jatuh! kau menyusahkan ku dengan sepatu hak tinggi dan gaun seperti ini. Lagi pula jika tidak seperti ini, apa yang dipikirkan orang?" bisik Hanum.


"Right!" senyum Alfa menyempitkan mata, membenarkan perkataan Hanum.


Mari kita sambut, Tuan Alfa Jhonson dan menantu cantik keluarga Jhonson!! Seorang Mc menyambut Hanum dan Alfa.


"Nothing," jawab kembali Alfa mengelak.


"Tidak mau bilang aku cantik?"


"Tidak, karena memang tidak." Hanum mendengkus. Bisa bisanya di acara seperti ini Alfa tidak memujinya.


"Gaun-nya terlalu rendah, aku lebih tertarik menatap dadamu dibanding wajahmu Hanum!"


"Wahai Bapak Alfa yang terhormat, tidak tahu kalau cat calling ada pasal tindak pidananya?"


Cat calling adalah pelecehan verbal seperti yang Alfa lakukan tadi.


"Tahu."


"Tahu tetapi melakukannya,"


"Tapi kamu istriku Hanum, cat calling sudah berganti jadi ucapan mesra."


"Cih. Kau lupa aku istri ktp mu Alfa yang bijak."


"Ini kita mau debat sampai tamu undangan melempari kita, dengan makanan di booth Hanum?"


Mereka pun akhirnya berjalan perlahan menyusuri setiap tamu, yang menyemburkan blitz kamera. Hanum dan Alfa begitu pintar memainkan ekspresi.


Ketika sampai di depan kamera Irene hadir di belakang asisten Alfa yang bernama Elmo. Tentu saja Alfa meremas tangan Hanum sehingga menoleh ia pun menoleh.


Lisa yang hadir melambai riang. "Happy ya kalian!" seolah menyindir Irene tepat di sampingnya. Lisa ikut hadir, sambil mengawasi kebiasaan buruk Alfa pada adiknya.


Acara ini yang bersifat eksklusif ini hanya dihadiri oleh orang orang terpilih.


Malam itu, Hanum melewati batas pura pura. Senyum yang dia ukir, tawa yang terbit serta bahakan merdu bukanlah acting semata. Dia benar benar sulit membedakan mana pura pura dan mana yang real. Semuanya membaur begitu saja.


Hanum bahagia sebab teman teman kantornya di Produk Pc Jhonson, hadir dan mengajaknya berdansa di dance floor yang dipenuhi kerlip lampu. Begitu juga teman Lisa dan mbak Nazim ikut hadir, karna satu manajemen.


"Bener bener benci jadi cinta ya kan. Han?, tahu gini gue benci aja deh manajer baru di tower sebelah, kali aja dia nyantol ke gue kaya Pak Alfa ke lo," kelakar teman ngantor Hanum saat masih bekerja di room service.


"Tapi setau gue, dia itu mau dinikahin sama Lisa kakanya Hanum yang body goals. Tapi liat perubahan kamu sekarang Han, itu jauh lebih baik dibanding gendut dulu." ucap Safa teman Lisa.


Hanum hanya bisa senyum bercampur kesal. Karna teman Lisa dan Hanum memang sulit dibedakan, karna mereka sejak saat kecil hingga dewasa selalu saja berbaur dan akrab.


Tapi Lisa di sebelah yang sedang merekam online selebgramnya, dia menjadi saksi betapa Hanum sering menangis karena kelakuan Alfa yang membuatnya pusing. Maka dari itu Lisa tak tega dan ingin membuat Hanum cepat berpisah, ia juga hanya menjadi keluh kesah derita adiknya. Tanpa seorang papa yang bisa diajak mengambil solusi. Sementara sang mama masih sering sakit sakitan.


Tak lama suara indah seorang pria, membuat Lisa dan Hanum menoleh.


"Mau dansa sama kamu dong Han, can i?" Tiba tiba datang, Fawaz yang punya good looking menyentuh sikut Hanum.


Hanum menoleh ke belakang dan melihat Alfa tengah berdansa dengan Irene. Menoleh lagi ke Fawaz, Hanum pun mengangguk.


"Yuk." Fawaz antusias.


Hanum menyampirkan tangannya ke bahu kecil Fawaz. Karena fakta inilah Hanum nyaman berdansa dengan lelaki lembut, kendati sebenarnya sah sah saja berdansa dengan teman karena tadi Alfa juga melakukannya dengan 5 perempuan! sial, Hanum malah sampai menghitungnya.


"Cantik banget sih kamu Hanum, aku bisa straight. Gimana soal Alfa, masih kasar?"


"Amoral sekali melamar istri orang di acara seperti ini?" cetus Alfa dari belakang tubuh Hanum, sebelum Hanum menjawab pertanyaan Fawaz.


Menoleh, Hanum mendengkus. Alfa menatapnya tajam. Kemana aja Pak? Enak dansa dengan semua biduan kantor dan selebgram centang biru yang terkenal dengan gayanya. Ujar Fawaz menatap tajam namun penuh perjuangan mendapatkan Hanum kembali.


Sejujurnya Fawaz tak suka jika Hanum menderita, jika semua pilihannya bertahan atau tidak ia akan mencoba ikhlas. Tapi dengan sepupunya yang notabane pyuuh! Fawaz tau kelakuannya. Maka merebut Hanum dengan terang terangan adalah tepat.


"Alfa! udahlah, ini tempat keramaian!" cetus Hanum melerai.


"Kau berdansa dengan pria lain Hanum, ingat kau siapa di sini?"


"Lalu kamu siapanya Irene saat ini, bukankah setiap acara penting kamu bawa kekasihmu. Juga bicara dia adalah sepupumu?" jelas Hanum.


Han, tunggu!!


Alfa mengejar Hanum, di acara itu Hanum melewati wajah Irene yang menatapnya senyum. Tanpa pikir panjang, Hanum berhenti dan mundur dua langkah tepat sejajar dengan Irene. Menatap Irene lalu saling menatap dengan penuh banyak pertanyaan yang merekam aksi itu.


"Kau tersenyum menang Irene, mau aku umumkan saat ini juga! agar kemenangan berpihak padamu?" senyum Hanum yang sudah tak tahan. Membuat gelagat Irene sedikit kaku, karna ia takut reputasinya hancur dengan banyak wartawan.


"Maksudmu ..?" gugup Irene.


To Be Continue!!


Jejak dong! sampai disini, ada yang tau aksi Hanum selanjutnya. Tunggu kelanjutannya lagi ya! masih proses reveiw.