BAD WIFE

BAD WIFE
PIKIRAN GILA



Andai malam pertemuan itu tidak mengecewakan bagi dua keluarga yang telah terjalin sejak lama. Hanum bukan tipekal gadis pembangkang, namun ia sudah terlihat sulit ketika Lisa sang kakak keras kepala, tak ingin menambah beban pada mama dan papanya. Hanum hanya pasrah, ia akan lakukan apa saja asal kedua orangtuanya itu bahagia.


"Kau makanlah itu, aku sudah memotongnya jadi kau tidak akan kesulitan memakannya!"


"Romantis sekali!" Rita, mama Hanum tentu saja langsung merespon sangat manis seperti itu melihat sikap Alfa yang memotong sebuah steak Wagyu Tenderloin. Yang di berikan pada Hanum.


Dan bukan hanya itu, Jhoni di buat terkagum kala putranya bisa bersikap manis. Hanum yang hampir loncat kegirangan dengan kelembutan Alfa karna suasana itu membuat hatinya terpesona. Rita dan Armand juga merasa bahagia melihatnya. Hanya Maria yang diam bahkan tak melirik pada putranya, biasa aja. Dia sibuk memotong daging steaknya sendiri. Sedangkan Hanum, dia hanya bisa bengong menatap calon mama mertuanya itu.


'Manusia ini kenapa bisa pintar sekali sih berpura-pura? Coba kalau aku sedang berdua dengannya, dia pasti akan langsung memakiku seperti tadi bukan? Apa maksudnya ini? Jangan bilang dia menyukaiku! Aku tidak menyukainya! Tapi bagaimana dengan wajah Tante Maria yang terlihat selalu bungkam, hanya sepatah kata dua saja merestui perjodohan ini, apa karna tekanan paman Jhoni?'


Itulah yang dikatakan Hanum di hatinya sambil dia meremas alat makan dan wajahnya pun kini memerah menahan semua rasa yang tidak jelas di dalam hatinya.


"Kenapa?" Alfa menatap Hanum, "aku belum makan satu potong pun daging steak itu. Aku baru memotongnya, jadi semua itu masih utuh, kau bisa makan dengan mudah."


"Ehm, aku ga apa, aku hanya sedang tidak makan daging." cetus Hanum.


Hanum memilih menggelengkan kepalanya dan fokus pada minuman jus tomat.


"Yakin hanya minum jus saja?"


Rita langsung meminta putrinya itu menghargai, potongan steak yang telah di siapkan Alfa.


'Ehm, aku bisa sendiri, Mah!'


PRAAANG!


"Eeeh, maaf!"


Ada-ada saja kesalahan yang Hanum buat. Pertama saat berjabat tangan dengan Alfa! lalu masalah dengan daging steaknya, sekarang karena ingin mengambil piring steak, karena Hanum menurut, dia baru saja menyenggol gelas di sampingnya. Jauh dari kata sempurna, tak seperti Alfa yang bisa tampil begitu menawan.


"Sudah, biarkan, nanti pelayan yang bersihkan!" paman Jhoni mengomentari kecerobohan Hanum, lalu dia melirik pada putranya.


"Alfa! Kau sudah bertemu dengan calon istrimu. Ada yang mau kau tanyakan tentangnya?"


Alfa membuka pembicaraan.


"Tidak ada, Papa!"


Alfa menengok pada Jhoni, "Kenapa memangnya?" sambil menyuap.


"Kalau kau tidak ada pertanyaan lagi, jadi bagaimana? Kau siap untuk menikahinya besok?"


"Uhuk uhuk!"


Pekik Alfa dan Hanum menautkan pandangan dengan tajam, ia bingung mengapa secepat itu. Meski dalam batinnya, ia tak menyukai menikahi wanita gendut bertompel yang paling ia benci. Dengan perlahan membuang nafas, Alfa mencoba tersenyum, jika ini adalah akhir dari nerakanya. Tapi jika ia menerima tawaran menikahi wanita buruk ini, ia bisa bebas menekan gadis idiot lemah akal, dan bisa bertemu dengan kekasihnya itu kapan saja.


"Pah! bolehkan aku berbicara berdua. Di bangku sana?" tanya Alfa.


"Kau berdiri saja! jika duduk, aku yakin akan roboh. Tau diri oke gendut!" lirih Alfa.


Benar saja pria ini bermuka dua, ingin rasanya Hanum menolak. Tapi ia benar benar mendapat ancaman yang membuat Hanum tak berdaya.


"Jika kau menolak, apalagi mengatakan yang sebenarnya tentangku. Rekaman ini akan membuat kamu malu, kamu bukan lagi di cap gadis rumahan yang baik. Bagaimana?"


"Jika kau tak sudi, kenapa kau harus menyetujuinya Alfa?"


"Haah! dasar gendut, kau tau kan. Misi kita tak ingin mengecewakan kedua orangtua kita. Setelah menikah, tak ada yang berbeda. Aku dengan kesibukanku, kau dengan kesibukanmu! Hanya saja, kita terlihat romantis jika mereka datang. Paham kau gendut,?!"


"Tapi mama Maria, sepertinya tak menyetujui ..,"


"Soal mamaku, dia hanya syok melihat kau sangat gendut. Setelah menikah, kau harus diet ketat! jika dalam waktu satu bulan tak ada pengurangan. Maka nasibmu akan berakhir tragis. Jadi berdoa saja, menolak atau tidak kau rugi juga. Terlebih akan membuat papamu syok kehilangan semua asetnya." cibir Alfa dan berlalu.


Sementara Hanum hanya menelan saliva, ia tak menyangka jika pria menyebalkan itu. Sangat sangat kejam, apalagi pada wanita dengan fisik body shaming padanya. Mengingat perkataan Alfa Jhonson. Ia masih ingat tujuh tahun silam, semua berubah karna dirinya terlalu over obat obatan.


'Kenapa aku harus terjebak, Rabb. Apa nasibku akan seperti ini. Dia terlalu tampan, tapi sikap dan kesehariannya benar benar menjijikan. Apa rencana sebenarnya, Alfa Jhonson kau tidak akan bisa berbuat semaumu. Tapi jika aku menolak, aku juga rugi karna kehormatanku telah hancur, apa aku menerima nerakaku. Jurang jelas terlihat di depan mata, tapi aku masih tak sanggup dan tetap saja menurut.'


BEBERAPA HARI KEMUDIAN.


Hanum yang bertemu mbak Nazim, ia hanya sekedar mampir dan menjenguk kerumahnya. Pasalnya Nazim adalah wanita tangguh, dengan julukan single mother. Tapi karna komplikasi sakitnya. Hanum merasa kasihan, dan selalu menjenguk Lalita putri Nazim.


"Nazim masih sekolah mbak?"


"Iyo! kamu saat ini ada apa toh? Apa ada masalah yang rumit?"


Hanum awalnya menggeleng, tapi ia merasa syok tak percaya. Jika apa yang menimpa Hanum apa di katakan beruntung atau rugi.


"Ganteng, apalagi toh! untung kamu Hanum."


"Ikh! nyesel deh cerita sama mbak Nazim." mereka pun saling tertawa puas.


Sementara Alfa Jhonson kali ini ia telah keluar dari kantornya. Dengan mobil penuh dampingan di belakang, ia sedikit tersenyum karna kesibukan dia membuka club dan di temani wanita cantik bergantian mengantri. Hal itu karna ia kesepian, kekasihnya di jerman sibuk dengan syuting dan mengejar penghargaan internasional.


"Sayang! kau tau, aku hanya status menikahinya. Kita akan buat dia sebagai apapun, itu terserah kamu. Cepatlah kembali! aku merindukanmu!" lirih Alfa.


"Ok! aku akan buktikan datang, jika wanita itu benar benar tidak cantik. Darling."


"Yes! kamu akan bahagia, dia gendut seperti pintu utama yang terlihat di sebuah restoran atau kantor capil. Tompel, dan uuuch! menjijikan melihat tubuhnya. Kamu tidak akan cemburu, dan aku mana mungkin tertarik padanya. Kamu tau tujuan kita sama kan?" ungkap Alfa.


Saat mereka masih berbicara, seseorang berhenti tiba tiba. Membuat hati Alfa ikut terkejut.


Sementara Hanum telah memegang sesuatu dibelakang Alfa, hal itu agar Alfa meminta maaf. Perkataan Alfa membuat Hanum sakit hati tak bersisa saat ini.


To Be Continue!!