BAD WIFE

BAD WIFE
PERUSAHAAN JHONSON



"Istirahatlah disini! Hanum, aku mohon sikapmu jika bertemu mamaku!"


"Sikap seperti apa Alfa. Kita seharusnya berterus terang, tidak ada lagi yang mau aku tutupi saat ini."


Alfa saat ini mengajak Hanum ke rumah sakit. Terus terang saat ini, Hanum merasa kebingungan. Mama mertuanya dikabarkan telah sadar, namun apakah ia harus mengatakan langsung atau tidak. Sikapnya berubah kala menatap wajah mama Maria yang terbaring di kursi ranjang rumah sakit.


Melihat selang infus yang sangat banyak. Hanum kembali menundanya. Terlihat juga Jhoni Jhonson baru tiba dan menatap Hanum.


"Rumah sakit, kalian pulanglah! tidak baik berlama di sini. Jam besuk sudah hampir habis."


"Tapi papa Jhoni bagaimana, mau kami bawakan sesuatu?" tanya Hanum.


"Alfa pulang dan ajak istrimu! papa sudah membawa beberapa perlengkapan. Saat ini pasein harus bisa menjenguk satu orang. Mama Maria baru banget sadar, tapi belum bisa diajak bicara. Masih syok."


Mendengar hal itu Hanum mengangguk, ia segera pamit dan mengekor saat Alfa meraih tangannya. Tapi Hanum menolak untuk berpegangan saat berjalan, mungkin Hanum lelah dengan kepura puraan Alfa yang selalu berubah sikapnya.


Ke esokan harinya.


Alfa kembali aktif ke perusahaan Jhonson. Semua mata terbelalak karna putra Ceo Jhoni kembali aktif. Banyak yang tidak menyangka jika ia kembali dan aktif setelah lamanya tidak terlihat. Tapi isu jika istri pemilik sedang tidak sehat, wajar jika Alfa kembali aktif.


Sementara Hanum beberapa hari ia masih saja termenung dikamar. Hanum masih sama tidur di kamar tamu, dan tak banyak berkata. Hal itu juga sama dilakukan Alfa demi membenahi dirinya atas sebuah janji. Ia juga bingung ingin memulai dari mana saat menatap Hanum. Rasa cintanya pada Irene sangat dalam, hanya saja terhalang oleh khianat. Dan ia juga bingung ketika didepan Fawaz ia begitu meyakinkan untuk membahagaikan Hanum.


'Gila! apa yang terjadi pada diriku? Apa kemauanku sudah tak bisa tercapai karna sudah pudar kharismaku?' benak Alfa.


Sementara di jam siang, Lisa terkejut kala Hanum terlihat tidak ada di kamarnya. Lisa sudah berkali kali menghubungi Hanum, tapi tak aktif.


Lisa menghubungi nomor Fawas. Ia menanyakan apakah Hanum sedang bersamanya, tapi tidak. Tidak ada Hanum bersamanya. Hal itu membuat Lisa mencoba ke rumah sakit. Lisa saat ini khawatir, sudah dua hari Hanum sulit di hubungi.


Sementara Hanum yang kini duduk di taman, setelah membeli makan siang. Ia cukup takut untuk menemui Alfa, akhir akhir ini ia lebih menghindar kala memberikan sebuah gulungan gambar produk jhonson yang ia buat. Bahkan tatapan kemarin malam, membuat ia semakin sulit untuk ia beradaptasi. Ia lebih memilih makan siang di taman seorang diri, menjauh dari Alfa yang saat ini sedang meeting. Hingga di mana ia terkejut kala seorang anak menabraknya dan menumpahkan makanan jatuh ke lantai.


"Astaga, heiiiy. Hati hati dek!" cetus Hanum menoleh.


"Tante, tolong Axel. Lihat wanita itu, narik narik Axel pergi dan ikut dengannya."


'Wah, ga di tolong jadi masalah juga.'


Hanum menghela nafas, menunda rasa laparnya. Melihat anak itu bersama Irene membuat ia ingin mencakar tajam ke wajahnya. Tidak. Apa anak ini, anak dari Alfa dan Irene. Itulah pikiran membuat hidup Hanum semakin rumit kala bertemu.


"Axel, sini sayang. Percaya sama Tante!" raih seorang wanita.


"Bukan, kamu bukan tante aku. Pergi kamu, lihat ini adalah mamaku yang sebenarnya!" teriak Axel membuat mata Hanum mendelik tajam.


"Lepasin Axel, tunggu sebentar. Tolong dengarkan aku tante!" rengek anak kecil bernama Axel memohon pada Hanum.


"Owh, jadi karna kamu lagi, Alfa berubah tak ingin kembali, jadi karna kamu wanita murahan tidak tau diri. Plaak!"


Hanum terdiam, kala ia di tampar. Lalu dengan sengaja ia membalas wanita itu dan mengancam kembali.


"Plak! Jangan bicara seperti tadi, katakan minta maaf jika tidak ..?!" kembali Hanum menampar Irene.


Hanum kembali tertampar, berteriak pada security yang lewat. "Security, ada wanita gila di sini. Tolong saya!" teriak Hanum yang saat itu masih di pelataran kantor.


Dengan sadar, Hanum terlempar ke aspal. Lalu wanita itu pergi dan mengancam. Hingga di mana Hanum kesal dan bangun melihat Axel anak bocah itu tersenyum tawa. Ia pergi dan melambai pada Hanum.


Sementara Hanum, ketika irene pergi dan menjatuhkanya hingga tersungkur, lalu duduk di bangku taman. Ia segera menahan rasa sakit, lalu mengaktifkan ponselnya untuk meminta pertolongan.


"Axel. Kau lagi lagi pergi di luar kantor, kau tau apa yang akan kau dapati hukuman di rumah?" ucap Elmo.


Hanum pun terkejut kala ada Alfa, ia juga datang dengan beberapa orang, mengekor Irene di belakangnya dengan senyuman. Sungguh pasangan yang membuat Hanum muak!!


"No, aku tidak pergi. Aku habis di ajak jalan sama tante ini. Iya kan Tante, tante ajak aku makan sphagheti kan tadi?" Senyum Axel.


"Haaaah?" Hanum menohok kaget, setelah mendengar pernyataan anak kecil yang tidak tau diri.


BOCIL INI, DI TOLONG MALAH NGELUNJAK!!


"Kamu masih di sini Hanum, pergilah ke ruangan saya!"


"Hanum, lo gak apa apa. Alfa bilang kalau kamu itu ..?" bisik Irene di hentikan tatapan Alfa.


Hanum masih terdiam, belum lama Alfa memintanya ikut dan mengenalkan pada semua perusahaan Jhonson. Belum lama Alfa bicara hubungannya dengan Irene telah putus, tapi kenapa saat ini Alfa dan Irene berada di kantor.


Terlalu banyak pikiran Hanum, ia yang mencoba melihat sisi baik Alfa beberapa saat. Mencoba untuk memahami karna mama Maria masih belum stabil kesehatannya, jika ia bicara saat ini tentang hubungannya ingin Hanum akhiri saja.


"Bu Hanum di panggil pak Alfa sekarang juga!" ucap asisten Alfa.


Hanum terhenti, hingga di mana ia meminta Elmo untuk membicarakannya lain waktu. Saat Hanum berhenti, ia berahli masuk ke dalam ruangan kerja Alfa. Hanum mengetuk sebelum masuk, hingga dimana terlihat jelas membuat matanya terkejut kaget.


"Wanita tadi, kenapa bisa di sini?" ungkap Irene.


"Dia, dia ini wanita yang membuat pipiku merah Darling. Lihat saja, aku ingin menyapa Axel adikku yang ada bersamanya. Lihat saja, apa yang ia lakukan padaku. Juga berhasil ingin menculik Axel dan memanipulasi, kamu harus lakukan sesuatu Darling!" ucap Irene, tapi Alfa cuek dan terkejut Hanum datang.


Hanum yang telah masuk, hanya melihat dengan tatapan tak percaya. Melihat anak kecil itu hanya diam menunduk tanpa membelanya, sekalipun di tolong, meski sedikit saja menceritakan yang sebenarnya.


"Axel! tolong kamu katakan yang sesungguhnya nak!" usap Hanum pada anak kecil.


"Han, kamu jangan salah paham. Irene ada disini karna Ambassador masih terkontrak. Axel adalah adik Irene yang di rawat bersama Elmo." jelas Alfa.


Hanum terdiam, terlalu banyak sebuah cerita yang membuat ia semakin rumit dijabarkan.


"Apa ucapanmu bisa dipercaya Alfa?" lirih Hanum menatap Alfa.


To Be Continue!!


Happy Reading All. Sambil nunggu kelanjutan Hanum, yuks mampir litersi Author!