
"Sayang papamu pasti akan sembuh, dia pasti akan baik baik saja!" mertua Hanum menenangkan, yakni Maria.
Sementara Lisa memeluk sang Mama. Karna pada saat dirumah, Lisa hanya berdua saja, di ruang televisi. Ia yang mengabadikan online pada penggemarnya sedang berdua manja dengan papa. Karna kasih sayang antara anak dan ayahnya. Ia memberikan suatu momen dimana anak perempuan akan selalu dekat pada seorang ayahnya, dan tidak sedikit penggemar Lisa membenarkan jika itu benar.
Hal itu juga terjadi pada Hanum dan Lisa, hanya saja Hanum setelah menikah kini berbeda rumah. Serta Lisa yang online menemani papa sedang menonton televisi. Dan mamanya sedang arisan bersama Maria yakni mertua Hanum setiap akhir pekan.
Ia cukup dikejutkan, ketika Lisa online menoleh pada sang papa yang memberikan berita. Syok melihat sang papa memegang dada saat melihat berita gosip yang terpampang seorang wanita. Terlihat jelas juga suami Hanum disana, itu adalah hal yang tak bisa Lisa bayangkan jika dirinya tidak dirumah. Mungkin kini ia akan melihat sang papa terbujur kaku karna terlambat pertolongan.
"Dik! sudahlah, hapus air matamu!" Lisa memberi sapu tangan.
Hanum mengambilnya. Jelas hatinya remuk. Air mata yang sulit dihentikan, sudah tak bisa lagi untuk memendam. Terus saja air mata itu semakin dalam memuncak. Hingga Lisa sadar memeluk sang adik sambil berbisik.
"Aku mengerti perasaanmu Hanum! tapi kamu ga perlu menutupi semuanya, katakan padaku apa yang terjadi semuanya!"
"Huhuuu! kak, aku hanya takut kehilangan Papa. Aku bersalah atas semua ini."
"Serius? ini bukan salahmu."
"Hanum! meski aku sibuk, tapi kita saudara kandung yang dekat. Aku tau wajah kamu yang menyimpan suatu masalah, katakan padaku! Akan aku beri pelajaran padanya!" bisik Lisa memegang tangan Erat telapak Hanum setelah melepas pelukan erat dan tenang.
Eheeum! "Hanum, bisa papa bicara Nak?"
Paman Jhoni! lirih Lisa menatap Hanum untuk mau ikut.
"Om! tapi papaku sedang di dalam, aku masih mau menunggu papa siuman."
"Hanum, papa mertuamu ingin bicara yang penting. Itu artinya hanya ada kamu dan papa mertuamu. Maaf ya Om! pikiran Hanum sedang kacau dan masih kekanak kanakan." jelas Lisa.
"Kak.."
"Hanum pergilah sebentar! mama dan tante Maria serta, Lisa kakakmu akan menunggu. Kami akan hubungi kamu jika papamu siuman!"
"Baiklah Mah." pamit Hanum.
Hanum ikut bersama papa mertuanya Jhoni Jhonson. Terlihat santai dan rasa gundah bersalah. Hingga dimana mereka berada di kantin ruangan tertutup khusus.
"Om ini?" menatap kantin yang elit.
"Kantin khusus para dokter. Kebetulan dengan begini tak ada yang mendengar pembicaraan kita. Om hanya mau kamu berterus terang sayang. Apa yang terjadi antara kamu dan Alfa?"
Hanum terdiam, ia meremas tangan, di bawah meja. Hal itu Jhoni sadari jika terjadi sesuatu antara menantunya dengan putranya itu.
"Om terlalu memanjakan kemewahan, hingga saya tak bisa mengontrolnya. Salah kami, ya itu salah kami. Tapi apa kau terluka atas berita hari ini Hanum?"
"Hanum! katakanlah jika Alfa membuat masalah lebih lagi, agar om bertindak untuknya. Om kira mereka sudah tidak menjalin lagi, maafkan kami!"
"Apa yang Om ingin lakukan, jika aku berterus terang?"
"Mencabut fasilitas dan mencoret dia dari keluarga Jhonson. Masih ada putra bungsu papa yang mungkin tidak memalukan nama keluarga Jhonson."
Berlebihan, itu adalah kata kata Hanum saat ini. Tapi yang Hanum ingat jika Jhoni Jhonson mempunyai satu putra. Sehingga pikiran Hanum bercabang, apakah mertuanya itu mempunyai istri lain. Tapi terlihat bahagia dan harmonis. Lalu apa yang dikatakannya anak angkat.
"Tidak! aku punya satu putra di sini, tapi ada satu lagi adalah putra terbaik. Dia sudah menjadi dokter di al zeera medical ini. Hanya saja sulit di hubungi dan tak pernah pulang."
Tlith!
Nada dering ponsel Hanum, pesan dari Lisa. Hanum segera bangkit dan belum sempat meminum. Seolah Jhoni tau jika besan yang notabane sahabatnya itu telah terjadi sesuatu.
"Armand siuman Nak?"
"Papa sudah siuman. Om Jhoni maafkan Hanum kita tidak bisa berlama di sini!"
"Tentu Nak! mari kita segera jenguk."
Hanum berlari cepat, hingga dimana seorang dokter keluar dan dengan cepat memanggil nama yang tak asing.
"Pasein sudah siuman, tapi tidak bisa semuanya masuk. Hanya saja saat ini pasein memanggil nama Hanum. Apa anda Nyonya Hanum istri tuan Armand?"
"Saya Hanum dok, mama ijinkan Hanum masuk dulu ya!"
Dokter sempat berfikir tidak baik, namun melihat Hanum yang diucap patah patah oleh pasein adalah Hanum teman baiknya itu. Tidak menyangka jika pasein yang ia tangani adalah keluarga Hanum.
"Dok saya boleh masuk sekarang?"
"Silahkan! hanya sepuluh menit ya nona."
"Terimakasih." senyum Hanum menunduk dan masuk.
Hanum saat itu tak asing dengan suara dokter yang masih menutupi masker medis. Belum lagi sorot mata yang ia kenali dan terlihat senyum padanya. Terlihat jelas dari guratan mata ketika menatapnya ramah. Tapi saat ini pikiran Hanum adalah papanya. Ia tak ingin kehilangan sang papa saat ini.
"Pah. Hanum disini, Hanum rindu papa."
"Ha-num. Sa-yang, apa-pun yang terjadi. Bertahan-lah dengan suami-mu. Ja-ngan perca-ya go-sip Ya, nak. Pin-ta pa-pa kali ini!"
Pah! Papa ....!!! teriak Hanum seolah itu adalah wasiat terakhir. Hanum mengguncang tubuh pria paruh baya kala sang papa bicara padanya dengan suara terputus. Hanum memencet tombol darurat, hingga dimana dokter kembali dan menatap Hanum histeris teriak.
Fawaz terkejut, ia meminta suster untuk mengecek nadi dan satu alat yang terpasang. Melirik Hanum sahabatnya dengan guratan kesedihan. Andai saja ia bukan sebagai dokter saat ini, mungkin Fawaz akan memegang erat untuk menguatkannya.
Papaaa .... isak Hanum duduk melemah, di ikuti sang mama dan Lisa yang saling memeluk. Lisa juga sedih, hanya saja ia lebih tegar meski rapuh dengan rasa ketakutan.
"Apa papa akan baik baik saja kak?" lirih Hanum sementara Lisa menahan air mata.
To Be Continue!!
NOTE : Author sebenarnya udah coba reveiw dua bab atau tiga bab perhari dari kemarin. Tapi setiap bab kedua dan ketiga gagal terus masih proses reveiw seharian lebih, jadi terpaksa harus banget up 1 dan ubah jam bab kedua dan ketiga di esoknya.
Author akan coba tanya pihak NT mungkin sistem eror atau ga boleh up di jam tertentu.
Buat kalian, author mau banget crazy up setiap hari. Terus ikutin Hanum dan bersabar ya!
Happy Reading All. Makasih udah dukung Hanum dan Alfa ya.