BAD WIFE

BAD WIFE
PUTUS PERMANEN



Kamu yakin, kalau Hanum bakal luluh? ungkap Irene yang menggerayangi pundak Alfa. Lalu Alfa yang berusaha menghilangkan rasa cintanya pada Irene, ia segera menepis kedua tangan Irene.


"Menjauhlah Ren! aku tetap akan menyekolahkan Alex. Tapi kita sudah putus. Aku tidak ingin mengecewakannya. Mamaku aku tidak mau kehilangan mamaku, aku belum menjadi anak yang berbakti. Pertemuan kita ini hanya bisnis!"


Alfa menyingkir, sungguh ia juga belum sepenuhnya memutuskan Irene, terlebih hasratnya yang selalu on kala wanita itu menggodanya berbagai cara. Bahkan setelah meeting ia harus membuka setengah baju, berliuk didepannya membuat semua para pria akan tergoda.


Tapi Alfa ingat jika Elmo juga pernah bersalah melakukan itu pada Irene, dan menyukai Irene dengan tulus. Hal itulah membuat Alfa melupakan perlahan dan menahan.


"Huuuuah! baiklah. Aku akan mengalah karna janjimu. Tapi aku tidak akan berhenti, melihat kamu bahagia bersama Hanum. Akan aku lakukan agar hubungan pernikahan kita tetap berjalan, tanpa hambatan!" pergi Iren menutup pintu kamar hotel.


Tak lama Elmo mengerenyitkan alis, dahi. Jika ia menatap wanita bernama Irene memang tergila gila pada Alfa. Tapi perintah Jhoni Jhonson membuat dirinya lemah, dan tak enak hati pada Alfa.


"Menurutmu apa kata kata Irene bisa dipercaya?" tanya Alfa menatap Elmo.


"Tuan Alfa lebih paham bagaimana wanita itu bukan? tapi saya yang sempat mengundurkan diri, namun tidak bisa keluar. Saya akan mengawasinya." lirih Elmo.


"Baiklah! aku akan meminta janjimu, bagaimanapun aku lelah bermain main. Mungkin seiringnya luka Hanum sembuh, dia bisa menyukaiku. Sehingga kedua orangtuaku tidak lagi sakit sakitan."


"Bukankah salah satunya di coret dari daftar keluarga Jhonson?" Alfa menoleh, dan menyempitkan salah satu alisnya.


"Sudahi ocehanmu Elmo! meski itu salah satu nya benar." senyum Elmo pada Alfa dan pamit.


Alfa mulai menscroll data sekolah lulusan Hanum. Ia mulai melihat beberapa gambar yang dikirim seseorang, benar saja Hanum dan Fawaz terlihat akrab. Alfa mulai kesal ketika mengingat saat, menjemput Hanum, lalu Hanum memintanya pergi dan bodohnya. Alfa menatap tatapan Hanum dan Fawaz penuh arti.


'Gila! wanita yang aku bully itu, apa benar aku mencintainya? Tapi setengah hatiku masih tak rela Irene pergi. Huuyft! sadar Alfa. Apa tujuan hidupmu saat ini.' batin Alfa yang melamun, duduk di pinggir kaca meja kerja sambil menatap pemandangan arah balkon.


***


Rumah sakit.


"Bagaimana saat ini, bu Hanum apa masih sakit?"


"Semalam memang sakit dok! tapi, tadi merasa sudah membaik. Jadi saya lakukan aktifitas."


"Saya kan udah bilang, istirahat dulu bu Hanum. Kehamilan yang berjalan sembilan minggu itu memang rentan. Tapi berisiko jika terlalu di forsir pergi pergian terus." jelas dokter Felicia.


"Apa hasilnya saat ini, janin saya masih ada kan dok?" tanya Hanum, kala dokter Felicia memoleskan gel. Lalu menerawang dari usg, yang membuat tatapan dokter Felicia terdiam.


Ciri-ciri utama keguguran adalah keluarnya darah dari jalan lahir saat hamil muda, baik dalam bentuk bercak bercak atau mengalir. Gejala ini bisa disertai dengan nyeri atau kram perut, dan nyeri punggung bagian bawah. Selain darah, cairan kental atau gumpalan darah dan jaringan juga dapat ikut keluar. Tapi tadi bu Hanum hanya flek! saran saya setelah ini diantar ya jangan sendirian!


Hanum masih mendengarkan penjelasan dokter Felicia. Sambil merasakan gerakan alat usg yang memutar perlahan pada perutnya. Dalam hati Hanum, ia sangat berharap janinnya kuat, sehingga kala mama mertuanya stabil. Ia akan berterus terang untuk meminta berpisah dari putranya itu.


"Jadi kondisi saya bagaimana dok?"


"Silent miscarriage."


"Apa itu dokter? jujur saya buta, dan ga paham dengan istilah medis." tanya Hanum yang masih merebahkan dirinya di ranjang pemeriksaan.


"Sus, bawa saya hasil empat dimensi tadi. Segera ya!"


Dokter Felicia menatap Hanum yang kini telah duduk berhadapan. Setelah selesai pemeriksaan Hanum masih gemetar dan takut penjelasan tak di inginkan.


"Kamu saat ini pasti takut kehilangannya ya?"


"Dok! awalnya aku tak ingin dia hadir, karna masalahku. Mungkin dokter tau dari putra dokter. Tapi setelah ia ada, aku merasakan batin yang aku harapkan hilang. Fawaz menyadarkan Hanum arti bayi ini tidak salah."


"Heuuum begitu rupanya! tiga hari lagi, aku harap kamu datang bersama pendamping. Jika terjadi sesuatu, maka tidak bisa mengelak. Kehendaknya telah mengambilnya lagi."


"Maksud dokter, kandungan aku ga baik baik saja?"


Keguguran diam-diam (silent miscarriage) terjadi ketika janin mati, namun tubuh ibu tidak mengalami gejala keguguran umum seperti nyeri hebat, keluar cairan dari jalan lahir, atau perdarahan tiba tiba. Hasilnya, plasenta masih mungkin untuk terus memproduksi hormon. Tapi tiga hari lagi, saya akan mengeceknya jika janin itu masih ada. Benturan mungkin bisa terjadi tidak sadar saat buang air kecil dsb, bu Hanum tidakk sadar. Selalu alami sakit melilit saja, lalu hilang seperti kontraksi palsu.


"Kesimpulannya apa dok?" isak kesedihan Hanum yang luar biasa.


"Mungkin saja bu Hanum sudah keguguran semalam, tapi tidak hebat. Tapi mungkin janin masih ada karna pembentukan selnya tidak jelas. Apa bu Hanum punya riwayat sakit sebelumnya di bagian kandung kemih?"


"Saat itu saya pernah sakit dibagian itu, saya hanya mengecek sekali dan merasa itu sakit biasa." jelas Hanum.


Ia lagi lagi diingatkan kejadian 501, membuat dirinya sulit dan sakit, terlalu malu untuk cek lab. Karna Hanum takut ia akan diketahui jika dirinya telah ternoda.


"Kok diam?" tanya dokter Felicia.


"Infeksi kandung kemih, tapi saya tidak cek lab. Karna saya yakin itu hal biasa, saya hanya cek di google tanda itu biasa saja." jelas Hanum menunduk.


"Hanum, katakan pada tante semuanya. Apa yang terjadi, agar saya juga bisa menjaga kemungkinan tindakan terbaik! anggap saya ibunda Fawaz. Bukan dokter saat kita berdua saja!"


Hanum terisak menangis, ia menceritakan dimana ia menjadi petugas kebersihan. Lalu Alfa menuduhnya wanita pesanan. Hingga dimana ia sakit dan memeriksa sekilas karna takut keluarga tau. Tapi Hanum tak menyangka akan menjadi serius. Maka dari itu saya menerima pernikahan yang harusnya dia itu milik Lisa.


"Apa? baiklah Tante mengerti! Tiga hari lagi, kamu datang. Kita cek pemeriksaan langsung. Jika kamu belum sanggup menjelaskan pada keluargamu. Minta temani Lisa, kakakmu itu baik. Tante juga ingin bicara sama dia, Hanum."


"Baik tante."


Hanum berusaha tenang, hingga di mana ia segera duduk menunggu Lisa. Tapi satu hal, ia terkejut kala Fawaz datang dengan baju biasa.


"Fawaz, kamu ga tugas. Kenapa disini?"


"Aku ga sengaja liat hasil nama kamu, katakan sama aku. Apa terjadi sesuatu sama kandungan kamu?" tanya Fawaz.


Hanum sedih melihat Fawaz. Harusnya disaat seperti ini, Alfa yang perhatian. Ayah biologisnya saja tak pernah semanis ini. Tapi kenapa dia?


Terdiam Hanum menutup mata, Hanum membayangkan dirinya dengan Fawaz sangat mustahil. Tapi dengan Alfa itu membuat luka terus menerus batinnya.


To Be Continue!!