BAD WIFE

BAD WIFE
SIAPA DALANGNYA



Hanum dan Rico masih dikamar, ia mengintai beberapa disk yang dikirim Erwin. Rico yakin dia adalah Alfa, dan kali ini Rico tak akan melepaskan Alfa setelah bukti yang cukup.


"Mas, tetap hati hati ya! Hanum sayang mas, tak mau mas kenapa kenapa."


"Iy sayang."


Beberapa hari kemudian, Rico dan Hanum sudah ada di Villa Feli. Hanum yang menggendong bayi Ghina dan sang pengasuh menggendong bayi Ghani.


"Sus, tolong hangatkan asinya ya! biar saya gendong Ghina sicantik ini!" gemas Hanum.


"Han, lucu sekali. Sudah berapa bulan jadi anak anakmu?"


"Dua bulan kurang sepuluh hari tante. Alhamdulillah sudah lengkap, nikmat banget. Maaf ya tante, kedatangan kami merepotkan."


"Ga ada yang repot kok, lagi pula tante sebagai ibu Fawaz minta maaf. Tante ga peka, tante bela belain dari Swedia ke kota, buat datang. Ada apa yang terjadi sama Lisa dan anak tante. Tante juga terkejut soalnya, merasa sesak jadi Lisa. Ia harusnya ada di tangan pria yang tepat."


"Terus apa isu yang bi inah bilang, Fawaz terkena pelet? emang benar ada ya di zaman modern kaya gini?"


"Han, rumah tangga itu ada. Jadi apapun itu kita hidup berdampingan pada alam nyata dan ghoib. Kita berdampingan pada sisi manusia yang baik dan jahat. Kita hidup berdampingan dengan orang kaya dan miskin, bahkan yang kaya itu berproses dari titik nol, dan yang jahat mereka hanya peduli dengan cara yang instan, tidak perlu bahagia diatas penderitaan oranglain." jelas mama Rita.


"Iy mah, maaf! Hanum ngerti sekarang."


"Tante ga percaya seperti hal mistis, tapi mengingat kita hidup yang zaman nenek moyang. Mau tidak mau harus percaya." ujar tante Felicia.


Tak lama Rico yang selesai menghubungi seseorang, ia pamit pada Hanum dan tante serta mama mertuanya.


"Rico pamit dulu, semoga nanti bisa bertemu Fawaz. Rico akan bicara nanti, dan Hanum. Mas sudah komunikasi sama kantor Lisa kerja. Dia udah kasih nomor ini, katanya temannya yang dekat itu Sinta. Mungkin dia tahu dimana kakakmu sekarang! kamu hubungi ya!"


"Iy mas. Hati hati ya." senyum Hanum, Rico tak lupa mengecup kening Hanum. Juga kedua bayinya yang saat ini berada di stroller.


Rico dalam perjalanan, setelah dari market Marco. Ia berusaha keperusahaan miliknya dengan Fawaz. Sudah sejauh mana aset mereka berkembang. Dan benar saja, saat itu Rico di dampingi seorang karyawan menuju ruangan Ray!


"Ini ruangan manager kami, pak Rayanzha. Pak Rico silahkan menunggu terlebih dahulu!"


"Baiklah."


Rico kembali menatap seisi ruangan rak buku yang berjejer. Ia tidak sengaja melihat album foto seorang pria dan satu wanita yang tidak asing salah satunya.


"Kenapa foto Lisa ada di sini?"


"Selamat siang pak Rico, kenalkan saya Rayanzha. Anda sedang menatap foto itu, apa anda kenal?"


"Kalau tidak salah dia Lisa, kakak dari istri yang saya cintai. Kenapa anda bisa mengenalnya?"


"Duduklah pak Rico, kebetulan sekali ruang lingkup kita masih satu putaran. Aku dan Lisa sama sama menajdi vloger bersama Sinta dulu. Aku lebih dulu mengaguminya, tapi Lisa memilih pria dari kalangan keluarga yang bisa nya menyakiti. Andai saya tahu, kontrak kerjasama perusahaan Cipta Hak adalah milik gabungan pak Rico dan Fawaz, mungkin tidak akan bermasalah seperti saat ini. Terhambat lebih jelasnya."


"Maksud anda apa, bukankah izin sudah jelas? kenapa bisa anda tidak menyetujuinya?"


"Karena keponakan bodoh saya. Dia adalah Cleo, dia sudah disuap oleh wanita bernama Nestia. Dan dia adalah selebgram yang sedang naik daun saat ini, tapi saya menolak berkasnya. Pertama saya inginkan Lisa kembali kemasa kejayaannya, kedua saya menaruh hati dan keseriusan sampai Lisa benar benar bahagia. Meski bukan dengan saya, tapi saya tidak terima bekerjasama dengan perusahaan, yang memiliki kriminal membuang istrinya yang sedang hamil." jelas Ray.


"Cleo, jelaskan langsung!" ucap Ray.


"Apa maksud kamu. Kekasihnya, haaah ga mungkin. Masalah sepele seperti ini, dan kita bisa kerjasama dengan kepribadiannya yang baik. Kalau model temanmu itu? Hahaaa .. Cleo bijaklah .. jangan cuma sohib, kamu lupa prosedur keluarga kita!"


"Trus. Kalau kontrak Fawaz kita cansel. Apa mau nerima kerjasama wanita itu?" tanya Cleo.


"Yap. Ga ada salahnya sih. Wanita itu tetap kita blackist dari ijin periklanan kita?"


"Bang tapi dia udah bersuami. Pria bernama Fawaz itu suaminya." tegas Cleo.


Ray terdiam. Ia menggigit bibir bawahnya seolah tak percaya. Wanita yang ia tolong, adalah pria yang suaminya berhak. Hanya saja tak habis pikir dengan cara pemaksaan.


Ray pun berbalik. Lalu menatap Cleo adik sepupunya itu. "Cleo. Keluarga kita sudah terjalin kontrak oleh perusahaan BE. Pak Ver adalah keluarga kita. Dia paman terbaik yang di asingkan, bukankah dia berhak. Dia paman yang sukses dan sangat di siakan, jika kamu beralasan. Aku mengambil project wanita itu karena menyukainya. Adalah ke-sa-la-han!" tegasnya sambil mengeja.


Ray sempat menolong Nestia saat melintas di halte, Nestia tedorong oleh seseorang dari dalam mobil. Tidak pasti apakah itu mobil yang di bawa oleh Fawaz atau bukan. Saat ini perusahaan Ray, sedang menjalin dan merekrut beberapa selebgram papan atas yang sedang naik daun, sehingga ia sadar jika wanita itu adalah madu Lisa. Wanita yang telah merebut suaminya dan membuat wanita yang ia cintai menderita.


Ray menepuk halus pipi Cleo. Sementara Cleo mengacak ngacak rambutnya. Bahkan ia bingung cara mengembalikan uang dari Fawaz, agar bisa bergabung pada perusahaan kakak sepupunya itu.


"Aaakh. Bagaimana ini?" pikir Cleo.


Ray dalam ruang kerja kebesarannya. Ia masih berfikir banyak. Lalu ia lupa akan kertas beberapa saat pertemuannya dengan wanita itu. Ray mencari surat itu dari laci ke laci beberapa menit.


Setelah beberapa saat. Ia menemukan dan menatap surat itu dengan ragu. Ingin ia buka, tapi ia takut lancang. Sehingga surat coklat itu ia buka perlahan. Kertas putih bertulis label hijau ia jelas membacanya. Rico, masih menyimak dua pria ini sedang menjelaskan padanya.


"Aku menemukan ini saat berada di resto. Anda bisa lihat, bagaimana gilanya seorang dokter. Bagaimana bisa ia menggugat istrinya dalam keadaan hamil?"


Rico mengambil, dan membacanya saat itu juga. Jujur Rico belum bertemu Fawaz saat ini. Bahkan di rumah sakit al zeera, Fawaz sering tak ada dan absen.


Penggugat : Fawaz Arsand.


Menguggat : Lisa Sasmita.


Rico menatap jelas tulisan. Ia menatap perlahan nama lengkap dan tanggal lahir wanita bernama Lisa.


"Erwin. Cepat kau cari identitas yang saya kirim sekarang. Dua nama dan asal muasal mereka secepatnya!" pinta Rico setelah menelpon.


Rico memijitkan alis, menempelkan ponsel dan berfikir. Entah mengapa ia merasa tertarik pada wanita itu, mengapa bisa ia membuat Fawaz lupa diri dan tega meninggalkan Lisa.


"Pak Ray, kau tahu. Aku tidak suka mencampuri urusan rumah tangga seseorang. Tapi ada dua hal pertimbangan, proyek dan perusahaanku bekerja sama dengan Fawaz, gabungan karena keluarga. Kedua karena istriku Hanum, meminta aku untuk membantu Lisa. Jika aku temui Fawaz saat ini. Sudah pasti aku akan memukulnya, dan meminta ia tanda tangan untuk memecah perusahaan kita."


"Yups, benar. Tidak ada yang ingin perusahaan dengan dua pemilik bukan. Itu sangat tidak good." senyum Ray.


Rico pamit, ia meninggalkan ruangan itu, dan Erwin mengekor kemana langkah Rico saat ini. "Sudah dapat informasi, dimana Fawaz sekarang?"


"Sudah, orang kita sudah menemukan tempat tinggal Fawaz dijalan teluk."


"Kita langsung ke lokasi. Usahakan kita pulang ke villa Feli, sebelum malam!" ucap Rico, ia berjalan dengan mengepakan sayap rompi jasnya.


Tbc.