
Sampai di mall yang mereka tuju, Lisa kembali bersemangat, karena ia sudah sampai.
"Han, ah rasanya kakak rindu banget sama kamu. Gimana, kamu baik baik aja. Duh, ini pas banget. Kaka lupa lagi bawa kamera, masih inget kan tempat ini?" cecar Lisa.
"Kak, duduk dulu kek. Satu satu napa nanya nya."
"Rindu, mama sekarang sama dr Felicia menuju Villa. Kamu tau, keluarga Rico dan keluarga Fawaz bakal suport Rico lagi."
"Maksud ka Lisa apa, Hanum ga ngerti deh."
"Kamu sekarang ikut kakak pulang, Rico dan Fawaz bakal sewa pengacara Handal. Kita bakal tuntut balik Alfa, karena semua berita yang mereka layangkan manipulasi dengan Adelia. Kemungkinan market Marco bakal balik lagi."
"Kak, bener. Mas Rico, apa itu benar? Syukurlah kalau begitu, Hanum sedih. Soalnya mas Rico benar benar berjuang untuk Hanum. Itu membuat Hanum merasa bersalah karena Hanum ga bisa bantu apa apa kak." memeluk.
"Dah ah, jangan cengeng. Sebentar lagi juga Alfa bakal di BAP. Sungguh ya, dia emang ga jauh beda sama paman Jhoni. Arogan dan licik." jelas Lisa.
Rico, Hanum dan Lisa juga Fawaz kembali makan besar. Mereka penuh tawa hingga bagai keluarga yang bahagia tanpa beban. Dua bulan lamanya Hanum dan Rico tinggal di desa Arga. Kini menginjak kandungan usia lima bulan, Hanum kembali ke kota karena Rico akan kembali memenangkan gugatan yang di layangkan Alfa dan membayar kerugian.
Hingga mereka pergi dengan mobil Fawaz. Lalu mampir ke mall di kota terdekat sebelum ke kota. Tak lupa Hanum mengabari bibi Dena, agar membawa Lion ke kota lagi dan Hanum bersedia merawat Lion di sana.
Sepertinya rasa capek wanita itu sudah tergantikan dengan rasa bahagia selepas makan banyak makanan, juga memborong banyak belanjaan dari baju, sepatu, dan make up.
"Huwaa aku pengen itu, ayo ... ayo buruan ke sana, Mas! Aku mau itu," ujar Hanum spontan saat melihat sesuatu yang menurutnya sangat lucu.
Tanpa persetujuan Rico, dia lebih dahulu menarik lengan pria itu ke arah sebuah event photo booth bertema kelinci pink, di busana bayi.
"Kamu yakin? Ini tidak akan merusak citraku sebagai Bos besar lagi kan?" tanya Rico saat Hanum sudah mengenakan Rico topi kerucut di kepalanya. Sedangkan wanita itu memakai mutiara berkilau di kepalanya sendiri, Hanum meminta Rico memakai baju kelinci lengkap dengan topinya.
"Sayang, masa mas harus pakai jubah ini. Apa kata orang sayang?"
"Mas, keinginan baby." bujuk Hanum, membuat Rico mengiyakan.
Sementara Lisa dan Fawaz ia berusaha menahan tawa. Tapi lepas juga tertawanya dengan keras saat Rico sudah memakai baju dan topi kelinci berwarna pink. Mengitari Hanum yang sedang melihat busana bayi couple.
"Kau jangan tertawa Fawaz, kau akan tau ketika istrimu hamil nanti!"
"Masa, tidak mungkin." balas Fawaz.
Tiba saja, Lisa sedikit mual. Mendengar ocehan dua pria yang beradu mulut. Sementara Hanum masih sibuk melihat lihat dan menunjuk beberapa barang yang ingin ia beli. Wajar, karena Lisa mentraktirnya saat ini.
Setelah berbelanja, Rico masih memegang kartu black yang diberikan Fawaz. Ia berusaha membawa Hanum ketempat yang ia inginkan sebelum sampai di kota.
"Mas, lihat wahana itu. Ayo naik!"
"Sayang, mas harus ganti pakaian dulu. Masa mas pakai baju kelinci ini sih, malu." mendengar hal Itu Hanum mengangguk.
"Mas, udah ah. Kelamaan nanti aja. Aku mau naik komedi itu." Hanum menarik narik, tak sadar ia salah memegang bukan tangan Rico, melainkan senjata Rico yang berada di bawah pusar.
"Sayang, jangan lakukan itu di sini!"
Bagus saja Lisa dan Rico tidak melihatnya, karena Fawaz saat ini sedang mengantar Lisa ke toilet.
Rico sudah merangkul tubuh Hanum, kini tugasnya adalah membawa Hanum naik ke atas dermaga komedi putar. Sayangnya, mungkin karena efek makanan banyak yang telah dimakan Hanum beberapa waktu lalu.
Hanum menjerit. "Tolong ... tolong!! Aku takut ketinggian, ada yang mau bunuh aku!!!" Sehingga membuat beberapa orang jadi menatapnya kepo.
"Sayang, jangan berteriak malu nanti orang ngira mas apain kamu." sebelum komedi memutar cepat.
Panik Rico, Hanum membuka matanya dan tersenyum. Jika dirinya lupa takut ketinggian, tapi masih mau naik komedi putar dengan maksa. "Dasar istriku yang aneh, sudah tau takut ketinggian masih aja mau naik. Sini mas peluk!"
Kedua mata Hanum membulat. Dia tak menyangka kalau Rico ternyata menyimpan foto pernikahan mereka di dompetnya. Saat Rico memeluknya, ia menatap wajah suaminya dengan manis, tak sengaja tangan jahilnya mengambil dompet hitam dan terjatuh, ketika foto itu ada di sana.
"Mas, simpan foto kita?" mode saling peluk menatap, sehingga melupakan keadaan sekeliling yang melihatnya. Sementara komedi masih saja memutar dari bawah ke atas berulang ulang.
"Lalu mas harus simpan foto siapa sayang?"
"Mas, yang dikatakan Lisa benarkah?"
"Soal market? insyallah kita akan menang. Kamu terus doakan mas ya."
"Pasti mas, Hanum ga tega lihat mas jadi buruh cuci dan kerja berat kasar."
"Sayang, hidup itu bagai roda berputar. Kelak ketika market Marco sudah mas ambil lagi. Mas akan ke desa Arga, membeli seluruh lahan petani di sana. Lalu membiarkan petani menanam semaunya apapun, hasilnya untuk mereka. Mas akan meminta mereka dua setengah persen saja, untuk di olah ke pabrik."
"Mas, kamu ingin mensejahterakan petani di sana?"
"Sayang jangankan petani, mas ingin membuat kamu hidup sejahtera bahagia bersama mas. Itu mas lakukan kepada mereka, ucapan syukur saja sayang. Berbagi kebahagiaan, dan mas bahagia sekali mempunyai istri seperti kamu." kecup Rico.
Kreeek!! komedi berhenti.
Hanum dan Rico tersadar, lalu mereka turun. Hanum kembali mencari keberadaan Lisa dan Fawaz. Dan ternyata saat Rico menghubungi, ia sudah berada di mobil dan menuju rumah sakit terdekat.
"Mas, kak Lisa kenapa?"
"Entahlah, kita menuju rumah sakit sekarang ya! Kita cari taksi. Tadi Fawaz minta maaf, karena ninggalin kita. Fawaz udah share ini rumah sakitnya."
Tbc.
Yuks mampir tap love! Author mau kasih hadiah pulsa, sekedar main main aja nih. Anggap aja angpao dukungan Hanum, bukan maksud apa apa ya. Seseruan aja, yuks melipir ke Shine.
Di judul 👉 BEHIND THE QUEEN.
DRAMA MANIS REINKARNASI.
SAYANG VOTE TIAP SENIN NGANGGUR DAN POIN DARI BACA TIAP HARI, MENDING CUS KASIH KE KARYA AUTHOR.