BAD WIFE

BAD WIFE
PERGERAKAN BABY



Meninggalkan kisah irene, Hanum kembali menulis di buku mas Rico. Sempat beberapa hari lalu saat mereka bermanja, ia melihat buku hitam sebesar papan tempe.


Perlahan Hanum buka, dan itu adalah catatan luka Hanum yang mas Rico simpan. Tiap baris ia merasakan bagai wanita berharga dan sempurna. Pria yang menjadi suaminya itu sangat istimewa memperlakukannya.


Dari rasa bersalah dirinya bertemu Hanum membuat Hanum celaka ke dalam jurang, jatuh cinta dan tau siapa dirinya. Bahkan catatan kecil mas Rico yang mengejar cinta Hanum pun sangat detail mas Rico catat. Selebihnya adalah catatan orang yang pernah mencelakai dan membuat malu Hanum, sehingga goresan bait terkahir adalah kata kata yang Hanum beruntung bertemu Rico.


'Kelak seratus kesulitan menerpa dirimu, maka beribu kebahagiaan yang akan aku berikan untukmu, selagi aku bernafas aku akan memagari dan membuat mereka menyesal dan tertampar. Hanum Saraswati aku akan menjadi sosok pelindung seperti ayahmu. Meski ayahmu jauh lebih baik dari aku. Tapi aku berusaha membuat hidupmu bahagia dan berwarna.'


Dan itu adalah catatan mas Rico yang ia buat berlembar lembar, mas Rico sempat malu saat Hanum bertanya. Hanum senyum dan menutup buku hitam itu, lalu menoleh ke arah mas Rico yang sedang membuatkan susu.


"Sayang, susunya di minum!"


"Mas, makasih ya. Kaki aku sakit banget, kaya kesemutan. Kenapa badan aku pegel ga beraturan ya?" tanya Hanum.


"Sebentar mas lihat buku bumil ya! sayang mas baca ini. Jadi jika kamu terasa kram dan pegal pada betis, sakit dan linu pada tulang punggung dan pinggang. Hal ini disebabkan karena beban tubuh yang semakin berat karena berat dan besarnya janin telah bertambah."


"Ah, begitukah mas. Pantas aja, aku merasa sulit posisi ini."


Rico yang mengusap punggung Hanum, sebentar memijit kaki betis Hanum. Membuat Hanum miring rebahan, dan Rico menempelkan suatu alat music yang ia tempelkan ke sisi perut Hanum.


Greuut!


"Mas, lihat gak?"


"Iy sayang, ya ampun bisa ya sekecil ini ada di dalam perutmu. Apa dia tidak kesempitan, bergerak gerak lincah?"


"Mas, kekuasaan Tuhan. Tapi bayi kita ada pelindung, jadi saat bergerak pun dia tetap aman. Hanya saja .."


"Kenapa sayang.. Hanya saja apa?"


"Aku reflek merasa aneh saat dia bergerak terus,"


Rico menempelkan bibirnya ke perut Hanum, ketika tapak entah tangan atau siku bayi muncul menonjol di perut Hanum. Tak lama Hanum meminta mas Rico untuk mendengarkan, meski begitu Rico menempelkan telinganya serasa geli dan merasa ajaib apa yang ia lihat sangat bahagia.


"Mas, ga terasa ya. Tiga bulan lagi kita akan kedatangan baby."


"Ya sayang, besok mas sudah meminta seorang tukang untuk mendekor kamar bayi. Mas akan menemani kamu dan kita check up lagi. Kita lihat bayi kita ya."


"Mas yakin ga mau lihat jenis kelamin?"


"Biar surprise sih, mending rahasia. Baik itu perempuan atau laki laki. Mas akan sangat senang menjadi seorang ayah."


"Mas, kalau aku lahiran normal gimana? katanya kalau normal kita melakukan hubungan lagi, akan berbeda dan membuat suami mencari gantinya." sedih Hanum.


Rico melirik Hanum, ia mendongak dan menurunkan wajahnya pada tatapan Hanum yang sedih. Menempelkan jari ke dagu, seolah sedang memikir keras.


"Sayang, kamu habis nonton drakor sedih atau perselingkuhan. Jujur sama mas?" tajam Rico.


"Aku tadi nonton skandal. Huhuu sedih banget mas." merengek Hanum.


"Sudah mas bilang, saat hamil jangan nonton yang sedih dan aneh aneh. Kamu itu selalu baper dan ujungnya bilang aneh aneh sama mas. Inget ya, normal atau caesar semua sama dan sempurna. Dr Feli bilang, jika normal cepat pemulihan di area dalam. Beda sama caesar kamu ga boleh stres dan luka kering luar mudah kering, tapi dalam kamu tetap harus merawatnya dengan banyak pola makanan sehat dan teratur theraphy olahraga."


"Jadi maksud mas apa, mas mau mutusin Hanum lahiran apa?"


Hanum pun kembali menyuap buah, lalu Rico juga ikut dan mereka malam itu menonton drakor tema film fantasi. Kerajaan percintaan manis, dengan proyektor yang terpantul ke arah langit kamar. Membuat Hanum dan Rico menonton bersama.


Anehnya saat beberapa menit, mereka lah yang kembali membuat film dan adegan. Sehingga rintihan dan teriakan yang terasa membahana terasa natural di iringi dengan film yang menonton acara mereka bergulat di kasur.


"Mas, aku lelah." ujar Hanum setelah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Heuumph! mas ambilkan air hangat ya. Jangan dulu tidur, mas ambilkan vitamin. Atau mau vitamin seperti tadi lagi, ayo miring!"


"Maaas... " teriak Hanum melirik tajam cemberut.


"Haha, ok. Maaf, mas bercanda. Tunggu ya sayang!" kecup Rico di kening Hanum.


Rico berjalan dengan gaya aneh, membulat dengan mematikan proyektor. Hanum pun bangun, bersandar di dipan kasur. Melihat suaminya yang gagah mengambilkan air hangat dan vitamin tanpa busana.


"Mas, gerak lagi."


Rico kembali bersemangat, kala perut Hanum bergerak gerak. Seolah tertawa lucu dengan candaan yang membuat sore hari mereka bermanja di rumah saja. Tapi anehnya Hanum kembali terperangkap kala Rico kembali meminta jatahnya lagi. Tak ada yang bisa Hanum lakukan selain pasrah, hal itu juga membuat mereka terhenti ketika melakukan pergerakan, perut Hanum bergerak gerak seolah bayi mereka di dalam perut merasa terganggu.


"Maafkan Dady, membuat tidurmu tidak nyenyak sayang!" bisik Rico di perut Hanum.


Sehingga tawa terkeukeuh Hanum melihat ekspresi sang suami.


***


Esok paginya.


Rico yang sudah di pakaikan dasi yang akan berangkat ke kantor. Membuat Hanum iri karena tidak bisa ikut suaminya. Karena berat tubuh Hanum semakin gemoy, dan perut yang semakin besar membuat Hanum sulit bergerak lincah.


"Mas, kenapa kalau aku bercermin mirip badut ya? aku ga menarik lagi."


"Hanum sayang, jangan mulai deh. Mikir aneh aneh terus deh, ingat apapun yang kamu pikirkan dan rasakan. Di dalam perut bayi kita akan merasakan batin yang kamu rasakan. Ingat bahagia dan happy terus!"


"Iy mas, maaf."


"Mas udah siapin semua vitamin untuk kamu minum jam satu dan jam delapan. Mas akan terlambat pulang, mama akan datang kemari. Supir akan menjemput mama, jaga jaga mas lembur. Maaf ya! dekor kamar bayi di tunda."


"Semoga tuntutan mas dapat keadilan dan Alfa segera dapat ganjaran sesuai hukuman yang berlaku ya mas."


"Makasih sayang, doa kamu sangat berarti buat mas. Doain terus ya, kamu baik baik di rumah. Ingat jangan buka pintu sebelum lihat siapa yang datang, kalau ga kenal pura pura ga denger!" gerutu Rico yang cerewet.


"Iy mas Rico sayang, aku ngerti. Ya udah, Hanum antar sampai depan ya mas." tersenyum.


Tbc.


Jejaknya dan mampir lagi, novel rekomendasi temen litersi Author. Yuks mampir all!


Judul : My Fiere Wife


karya : Arandiah