BAD WIFE

BAD WIFE
FAWAZ MURKA



Satu minggu telah berlalu, Hanum dan Rico masih mengunjungi pemakaman. Mama Rita terlihat masih sangat bersedih, tidak ada yang menyangka jika umur sangatlah tak disangka.


"Lisa, kamu memang pergi meninggalkan kami. Karena kamu, bertemu dengan sang pemilik sesungguhnya. Semoga kita dapat berkumpul lagi." ujar sang Mama.


"Mah, udah yuk! kita mau ke rumah sakit. Hari ini Azri udah bisa pulang, kak Lisa udah tenang. Sekarang ada Azri, cucu mama yang harus diperhatikan." ucap Hanum.


"Kamu benar Han, dan kamu nak Rico. Titip Azri ya, karena mama tau betul semua sangat masih kehilangan. Apalagi Fawaz dia mungkin masih kesulitan menjadi seorang ayah tanpa Lisa. Mama memaafkan masa lalu Fawaz, karena seburuk buruknya kita membencinya. Kita tidak tahu, apa yang terjadi sesungguhnya. Jika Fawaz menengok anaknya, maka kamu izinkan Hanum."


"Iy mah. Hanum akan ingat kata kata mama."


Rico yang memakai kacamata hitam, ia sedikit menghapus air mata merah yang sudah mengembang. Rico juga sangat takut jika ia ditinggal Hanum, sangatlah ketakutan. Maka dari itu, ia berusaha menjaga diri dan berusaha sebaik mungkin menyempatkan waktunya untuk Hanum, dan keluarganya saat ini, meski beberapa usaha melebar. Tapi tangan kanannya yang bernama Erwin bisa menghandle.


***


Sementara Fawaz mengepal kedua tangan, ia meremas dengan rahang yang sedikit keras. Matanya telah tertuju pada seorang yang ingin ia hancurkan. Entah titik kelemahan, setiap tau dia pelakunya. Semua masalah, begitu saja tertutup tanpa apapun.


"Foto foto apa ini? jadi sebelum Lisa pemotretan. Dia bertemu dengan Nestia. Kenapa aku bisa berhubungan dengannya saat itu?"


Fawaz yang saat ini semakin mendekatkan diri, ia selalu berdoa dalam sujud untuk dipermudah dari kesedihan. Fawaz berjanji akan menjaga Azri, untuk ia didik tanpa salah langkah, apalagi menyakiti hati wanita kelak.


Tanpa ba bi bu, ia segera menarik Nestia dan menamparnya.


Plaak!!


Tamparan mendarat, membuat Erwin menjadi gemetar.


"Fawaz. Kita bicarakan baik baik, jangan seperti ini!" Erwin berusaha melerai, ketika Fawaz menampar Nestia seorang wanita.


"Sialan. Lo pukul gue apa alasannya?" teriak Nestia berdiri kembali, ia juga menutupi setengah wajahnya dengan rambut.


Lalu Fawaz meneriaki Erwin.


"Lo boongin gue, maksudnya apa. Kita ketemu tapi bawa wanita gila ini!" menatap kesal, dengan menunjuk Nestia.


Erwin dan dua pengawal ingin melerai, pasalnya ia tidak ingin. Nestia mengalami luka. Ia berusaha membuat perhitungan, meski Erwin melerai, dan dua bodyguard Nestia diluar. Mereka saling berjaga dan melingkar. Seolah tatapan Nestia dan Fawaz saling berhadapan.


"Aaahyaailah. Kalau gue tau kaya gini. Gue ga bakal jadi wasit kalian!! Sory Fawaz, gue kira paman gue beneran mau ngobrolin soal bisnis. Gue sumpah ga tau kalau ini ada hubungannya sama Nestia, selebgram yang bakal kerjasama. Gue juga ga tahu, kalau dia itu.." Erwin bersumpah di depan Fawaz.


"Minggir!! Teriakan Fawaz membuat Erwin terdiam. Ia hanya mencoba menghubungi seseorang agar bisa berhenti, dari security yang datang. Tetap saja, Erwin bisa melerai jika ini adalah urusan privasi.


"Maaf. Tuan - tuan, tolong jangan berkelahi di sini!" ucap pemilik club yang masih terbilang baru.


"Sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi Nestia?" teriak Fawaz.


"Gue kan udah bilang, gue minta maaf. Iy, gue udah buat sihir yang buat lo jatuh cinta sama gue. Karena lo mapan, dan lo kaya. Dan lo juga liat kan, wajah sebelah gue bakal hancur, karena terbakar dan sulit buat operasi. Jadi gue mohon lepasin gue! gue ga ada hubungannya sama pertemuan dengan Lisa. Jangan hakimi gue seperti ini Fawaz! izinkan gue pergi jauh, jaring sosial media udah nuduh gue. Gue juga berjanji ga akan ada dihadapan lo lagi." sikap Nestia yang malu dan takut dipenjara, ia berusaha formal kala dipermalukan, tertangkap basah oleh Fawaz.


Hingga beberapa jam. Fawaz dan Nestia masih saling menatap dan saling menepis. Nestia tetap bersikukuh tidak pernah datang ketempat itu.


"Gue bilang. Gue ga ada hubungannya dengan terjadinya Lisa."


"Mana ada maling ngaku. Model wanita gila brengsek kaya loe! harus di beri pelajaran!!!" Fawaz menarik kembali tangan Nestia.


Tak lama Rico datang, melerai agar Fawaz tidak main hakim sendiri.


"Lepas Bung. Jangan bikin gue gak sopan. Gue tau kita masih satu darah. Apa alasannya lo berlaku gila, cuma demi apa, Lisa udah ga ada. Serahin dia sama yang berwajib. Dia wanita malang bukan. Dia juga udah jujur kan, jadi akhiri semua ini!"


"Berani lo bilang sebutan kaya tadi. Gue gak segan buat hancurin semuanya hingga ada di nol. Dan kita bukan keluarga satu darah! kalau lo masih halangin gue buat hancurin wanita model Nestia!" ujar Fawaz murka.


"Astaga! Fawaz. Istighfar, kalau bukan Erwin tadi hubungi gue. Gue ga mungkin mau ada diurusan kalian. Tapi gue turun tangan karena Hanum, dan Azri anak lo dan Lisa. Jadi akhiri semua ini!"


Fawaz terdiam, sementara Nestia masih dijaga oleh dua pria besar. Masih memegangi memohon untuk dilepaskan. Ia mengakui dirinya jahat, ia mengakui dirinya membuat sihir dari sebuah serbuk kopi, agar Fawaz tergila gila dan selalu percaya akan omongannya. Hal itu juga membuat Rico keluar, tak ingin menatap wajah wanita gila yang melakukan segala cara.


"Terserah kalian! Fawaz gue pergi! silahkan urus masalahmu. Jika tidak mau bawa dia langsung ke pihak berwajib." jelas Rico berlalu pergi, ia melipir ketempat Fawaz saat ini hanya ingin menyadarkan.


Dan benar saja, Fawaz menghubungi polisi. Ia telah mengirimkan banyak bukti. Dan meminta polisi mengerahkan orang agar menelusuri rekaman cctv resto, dimana hari terakhir Lisa bertemu dengan Nestia. Hal itu juga Fawaz ketahui dari Sinta dan Ray yang membantunya dan mencurigainya.


Saat ini Fawaz juga yang telah banyak mendalami ilmu agama, meniangkan dirinya untuk menjadi lebih baik. Ia tidak sedikitpun punya perasaan pada Nestia, hingga ia bingung kenapa bisa ia pernah menikahi Nestia dan melukai Lisa.


'Sayang, mas sangat bersalah. Bisa bisanya mas menikahi wanita, yang justru kamulah wanita bidadari surga dunia yang harusnya mas syukuri. Dan kini bisakah mas bertemu denganmu, membahagiakanmu.' deru batin Fawaz berjalan pergi.


Nestia dibawa dua bodyguard, sementara Fawaz di berbeda mobil mengikuti mobil polisi yang datang beberapa jam. Seleb Nestia saat itu trending, setelah pencarian nama Lisa BE yang meninggal dengan syahid, mereka simpatik akan kehidupan cintanya yang tragis. Beban Nestia pun semakin down dan rapuh, seketika susuknya tidak ampuh lagi, setiap ia merayu pria dengan bisikan ularnya, tetap saja tidak ada yang tunduk.


Hingga beberapa puluh jam, wajah Nestia terlihat tua bagai wanita usia delapan puluh sembilan tahun. Meski dengan tubuh mudanya, sebilah tangan kanannya bersisik dan wajah kanannya yang terbakar juga bersisik, seolah tidak dikenali. Sehingga Nestia berteriak histeris, ketika menatap wajah dan sebelah tubuhnya yang berubah.


"Oeeek! bau parah." ucap Erwin keluar dari ruangan, polisi juga terlihat menutup hidung.


"Ada apa?" tanya Fawaz.


"Nestia berubah jadi wanita menjijikan. Mungkin ini karma balasan dibayar kontan, semoga masalahmu cepat berakhir." ujar Erwin menyemangati Fawaz.


Tbc