BAD WIFE

BAD WIFE
MASA LALU



Hanum sore ini kedatangan tamu, terlihat Nazim dengan raut kesalnya terlihat. Hanum memberikan soft drink jus jeruk, dengan float ice cream.


"Udah dong! nih minum dulu, kenapa sih mbak. Kok kaya ditekuk gitu wajah?" tanya Hanum.


"Kesel, bisa kamu bantu aku Han! bantu aku, biar Rico buat pecat Erwin."


Permintaan itu, membuat Hanum tertawa. Entah kenapa bisa bisanya sahabat baiknya itu, meminta suaminya memecat Erwin.


"Tergantung kesalahan Erwin sih mbak! tapi kan, Hanum ga punya kuasa. Coba mbak cerita dulu deh, kali aja Hanum bisa bantu. Setidaknya kasih peringatan gitu." senyum Hanum.


"Baby kamu lagi tidur Han? mbak ga ganggu kan?" tanya lagi Nazim.


"Enggak, udah ada pengasuh. Mereka juga lagi main simulasi buku bayi di kamarnya. Ada mama juga sih mbak, yang ngawasi. Pokoknya anak anak di kawal oma dan opa nya." jelas Hanum.


"Keren bener deh, suami kamu memanjakan kamu ya Han!"


"Alhamdulillah mbak, Hanum benar merasa beruntung. Andai pertemuan Hanum dan mas Rico yang pertama, dan insyallah selamanya yang terakhir."


Tak lama, Nazim pun menceritakan kronologi dirinya di butik kembangan. Hanum memperhatikan kejelasan mbak Nazim, hal itu juga sontag membuat Hanum sedikit terbatuk, ia paham kenapa Erwin berusaha mati matian mendekati mbak Nazim.


"Kayaknya Erwin harus berguru sama mas Rico deh." cetug Hanum.


"Eh, kamu ini ada di pihak siapa sih. Mbak salah deh, mbak kesini kan mau minta bantuan, supaya kamu kasih tau suami kamu. Supaya asistennya itu jangan sok kegantengan, sok banget. Bikin mbak makin benci deh."


"Ok mbak, jangan marah dong. Sebelumnya apa Erwin itu pernah nyatain suka? atau jangan jangan .." melirik Hanum.


"Masa lalu, teman kuliah mbak dulu." jelas Nazim, ia mulai menceritakan pada Hanum.


"Hah, masa lalu." terdiam Hanum, mendengarkan Nazim bercerita.


YEAAY, SORAK GEMBIRA SETELAH IA LULUS DI KELAS ABU ABU.'


Nazim, bagaimana hasilnya. Apa kamu lulus?


Erwin, benar jadi hampiri aku. Lihat dong, aku telah lulus dengan name tinggi. Rangking satu, ayo mau janji apa sama aku. Tepati loh Win!!


Tanpa aba aba, Erwin meminta Nazim naik dengan sepeda motor berwarna telor asin seperti vespa model jaman dahulu, meski sedikit modern karena di modif.


Nazim berada di sebuah pohon besar, ia mengukir namanya dan nama Erwin dengan tanda sahabat sejati tak cinta, selamanya abadi.


Nazim dan Erwin sahabat sejati love abadi. Hingga pertemanan mereka berubah menjadi cinta oleh satu keluarga. Dan keadaan itu membuat Erwin berwajah dua, karena ia tidak bisa menikah dalam waktu usia muda. Dan hal itu membuat mereka putus, tidak komunikasi lagi, sehingga Nazim menikah dengan seorang bule namun kandas di tahun ketiga pernikahannya.


Hal itu pula, membuat Nazim kesal, kenapa karena masa lalu dan dirinya tak tau jika ia telah mempunyai kekasih. Tapi kenapa bertubi tubi ia harus dapatkan banyak masalah, Nazim kembali di pertemukan dengan keadaan tidak tepat, bertemu kembali Erwin dan saat itu Erwin terang terangan menyatakan lamaran, saat Nazim berada di market Marco membawa cincin lamaran untuk Adelia.


"Jadi gitu, kisah mbak dulu sama Erwin. Mbak ga berniat mau lanjutin masa lalu." jelas Nazim pada Hanum.


"Ga, bagaimanapun dia suka sama adik Rico kan, mbak ga mau buat drama lagi." ujar Nazim.


"Adelia, kayaknya ga mungkin sih mbak." lirih Hanum, karena ia tahu saat ini adik Rico itu bermasalah.


Hal itu pula, membuat Hanum memahami sahabatnya itu. Tak lama mereka makan bersama, tak lupa Nazim ke kamar bayi untuk menjenguk anak anak Hanum, juga anak dari Lisa. Tapi mata Nazim terpesona kala melihat anak berusia tujuh tahun lebih yang handsome.


"Han, itu siapa?"


"Oh, ini Leo. Leo, sapa, salam sama aunty Nazim sayang!"


Leo menurut, hingga perbincangan. Candaan mereka tertawa riang di kamar bayi Hanum dalam beberapa jam kedepan.


***


Malam Hari.


Hanum terrlihat duduk di balkon, setelah menidurkan bayi mereka. Terlihat jam telah pukul sepuluh malam. Hanum menatap susana malam bintang dengan kerlipan yang indah.


"Sayang, kenapa di teras. Teras balkon sangat dingin?" Rico, menghampiri istrinya itu yang terlihat sedang melamun.


"Mas, udah pulang. Maaf, aku ga sempat turun dan ga sadar. Hanum kira mas bakal pulang larut lagi kaya kemarin."


Hanum berdiri gugup, lalu ia menyambut suaminya dengan pelukan erat dan hangat.


"Mas."


"Heiy, sayang ada apa. Katakan sama mas!"


"Kangen aja, mas Rico pasti capek. Hanum buatin teh madu hangat ya!"


"Iy sayang, mas akan bersih bersih dulu. Oh ya! rencana mama syukuran kita adain dimana?"


"Seperti jogja mas! sekaligus bisa ke pemakaman kak Lisa, dan papa."


"Ok! baiklah, biar mas siapin semuanya ya! bilang mama jangan capek capek! terutama istri jelita mas ini."


"Mas, mulai deh rayu Hanum."


"Ya ga apa apa dong, kan istri sendiri."


Hanum menyiapkan segala handuk, tak lama sebuah ponsel Rico berdering. Hal itu membuat mata Hanum terpana, kala nama di layar ponselnya.


Tbc.