BAD WIFE

BAD WIFE
PEMAKAMAN ADELIA



Setelah di rasa Hanum dan Rico membaik, ia segera bergegas pulang ke rumah. Selain rindu akan anak anaknya yang tak bertemu dalam puluhan jam, ia juga akan mengurus pemakaman Adelia.


Saat itu juga Rico mendapat kabar dari Erwin, jika saat ini wartawan banyak, sehingga ia diminta untuk pulang lewat gerbang belakang.


"Mas, katakan pada Hanum. Apa yang sebenarnya Alfa inginkan. Tadi aku bertemu dengannya, dia memperingati aku mas."


"Bertemu. Dia ke kantor mas? kenapa mas ga tau ya. Biar nanti mas coba tanya Erwin."


"Mas, jangan mengalihkan. Aku tau mas ingin menyembunyikan dari Hanum. Percayalah, kandungan aku baik baik saja. Aku dan bayi kita, mau kita berjuang sama sama."


Rico memeluk Hanum, ada rasa tak percaya. Apa ia harus menyerah dan memohon pada Alfa, agar ia tak mencampuri kehidupan rumah tangganya. Berkali kali Alfa menemuinya untuk meminta Hanum berpisah darinya jika tak bahagia, mustahil saat itu ingin sekali Rico menghajar mulut Alfa yang tidak sopan, tapi apa daya ia tak ada tenaga di saat tidak tepat.


"Mas sedang bernegosiasi, meminta Alfa tidak meminta market Marco, tanda tangan Adelia yang telah dijual oleh Alfa, membuat mas mencoba segala hal, dan asalkan mas tidak kehilanganmu saja sudah cukup Hanum."


Raut mata Hanum, berbinar tak percaya. Alfa selalu saja membuat dirinya terasa beban dan selalu ingin membuat hidupnya sengsara.


"Mas, kita harus bicara dengan papa Mark. Kalau paman Jhoni datang lagi, lalu papa Mark tau dari mereka langsung. Mas jangan menyerah ya."


"Mas tidak ingin aset pusat berpindah, apalagi berkerja sama dengan Alfa. Mas hilang rasa semuanya, sayang. Mas harus melukai jerih papa yang sia sia begitu saja. Rasanya mas tidak sanggup. Apalagi keluarga Jhonson selalu melakukan segala cara agar ia senang, bahkan tali persaudaraan keluarga terputus begitu saja." jelas Rico.


"Mas lupa saat pertama kali mas ada di titik terendah? setidaknya papa tinggal lebih layak. Jika aku harus tinggal di rumah kontrakan petak. Aku mau ikut bersama mas, asalkan papa tidak tau kondisi kita sebenarnya setelah itu. Ini bukti agar Alfa tau, jika aku hanya bahagia dengan kamu mas. Soal Adelia, Hanum yakin jika Alfa terlibat ia akan dihukum berat."


Pernyataan Hanum, membuat Rico tersentuh. Ia segera memeluk erat sang istri, dengan begitu Rico tak lagi menyumpatkan tiap masalah yang ada.


"Sayang, mas janji akan berjuang dalam keadaan apapun demi kamu dan anak anak kita. Keluarga kita." kecup Rico.


"Makasih mas."


***


KEDIAMAN HANUM.


Hanum yang sedang berbicara serius pada Papa dan sang mama. Sementara Rico dan Erwin memberi pengertian pada sang papa.


Termasuk dr Felicia yang tidak tega melihat jenazah Adelia saat ini dalam peti. Rumah Hanum pun terbuka dengan lebar, begitu banyak yang berbelasungkawa dari klien Rico, karena kasus Adelia yang tiba tiada.


Reporter menjelaskan jika Adelia memang kabur, meninggalkan keluarga dan terbunuh karena perampokan. Tidak sedikit pro dan kontra membuat nama Rico terseret, tak sedikit pula membela Rico karena ia tak ada hubungannya. Terlebih ada nama Hanum yang terseret kala namanya sempat terkenal menjadi korban Alfa Jhonson beberapa dekade lalu.


Sejenak hening, Hanum ikut bersedih. Namun kedatangan Jhoni dan Alfa memang akan datang. Tapi Hanum berusaha menghadangnya, meminta di waktu yang tepat. Hanum tidak ingin Alfa datang mencari muka dengan alasan berbelasungkawa.


"Pah, Rico janji akan mempertahankannya. Maafkan Rico, atas kelalaian tak bisa menjaga Adelia saat itu."


"Rico, apalah semua aset dunia ini hanya titipan. Termasuk yang lahir akan kembali pada sang pencipta. Jika masih rejeki, maka ia akan terus berada di tangan pemiliknya bukan.


"Pah, setelah pemakaman. Rico akan pergi beberapa hari, untuk mengurus kasus. Agar market kita tidak menjadi turun, terutama klien tidak mencabut kerjasama." Rico menatap Hanum, ada rasa khawatir.


"Tentu pah."


"Lalu jika kamu tidak lagi bermasalah dengan market lain karena market Marco yang sedang diberitakan, kamu akan sibuk apa Rico?"


"Rico akan menjadi karyawan saya paman. Itu jika Rico inginkan?" ucap seseorang yang datang menyambar.


Hal itu membuat tatapan semua orang terdiam, Mark begitu malas melihat Jhoni dan Alfa kembali datang mengacau di area pemakaman. Dua pria yang gila harta, membuat mereka melakukan segala cara.


"Apa maksudmu?" tegas Rico, yang ingin menghajar Alfa. Tapi di hentikan Hanum, karena waktu yang tidak tepat.


"Mas, sabar. Kita ga boleh semuanya dengan emosi. Banyak wartawan melihat kita, apalagi makam Adelia masih basah."


"Apa yang kamu lakukan, dan datang kemari Jhoni?" tanya Mark.


"Memperingati jika Rico tidak pantas bersama Hanum, dan ada baiknya ia merelakan pusat Marco, ingat skandal Adelia yang mati di sia siakan oleh sang kakak." bisik Alfa.


Plaak!!


Tamparan mendarat, di pipi Alfa. Semua tatapan menuju wajah Hanum dan marah terhadap Alfa yang lancang.


"Kamu pikir setelah menguasai semua aset Mark. Kamu bisa seenaknya membeli seseorang seperti barang? Rico adalah satu satunya pria di sisiku. Jadi lebih baik kamu cari wanita lainnya, masih banyak wanita yang bisa mendampingi dan membuat dirimu sukses Alfa. Pramugari, model yang sering kamu jumpai, mereka perfect. Aku bukan pembantumu Alfa! aku tahu hal licik apalagi yang kamu inginkan, aku pastikan kamu memang terlibat dengan kematian Adelia." balas Hanum, membuat tatapan Rico menyentuh tangan Hanum untuk menenangkan.


"Jangan sombong Hanum, aku hanya ingin Hanum dirimu karena kasihan. Setelah Rico jatuh miskin yang kedua kalinya, kamu mau makan apa? hahahah apalagi jika Rico di pe-nja-ra."


"Tutup mulutmu, kau yang harusnya dipenjara dan membusuk." menatap tajam Hanum.


Semua mata menutup dan gemas ingin menyumpal mulut Alfa. Bahkan mama Rita beruntung Alfa bukan lagi menantunya.


"Miskin harta, asal tidak miskin hati seperti kamu Alfa Jhonson. Jadi enyahlah kalian dari sini!" ujar mama Rita membela anak dan menantunya.


Beruntungnya pertikaian itu telah sepi setelah pemakaman selesai, di pemakaman jeruk purut. Terlebih Hanum merekam di sebuah kamera kecil, jika Alfa melakukan hal bodoh lagi.


Rico mengepal tangan, ada hal tak biasa saat ini. Namun Hanum meminta sang suami tetap tenang. Ia yakin jika kehamilannya yang kedua ini adalah berkah dan ujian naik level kembali. Semakin kencang angin, badai pasti akan berlalu.


"Mas, kamu tau gak. Setiap derajat orang baik yang ingin naik level, akan di uji dengan berbagai cobaan?"


"Terimakasih sayang, mas berharap kamu tidak pernah meninggalkan mas." senyum Hanum kala Rico yang merasa khawatir.


"Pah, Mama. Ayo kita pulang, kasian anak anak di mobil menunggu." ucap Hanum, meninggalkan pemakaman Adelia saat ini.


Tbc.