
Hanum yang tersadar ketika sebuah mobil putih masuk ke gerbang rumah Fawaz. Ia segera turun, ketika melihat arah jendela.
Hanum membuka pintu dan segera berlari ke arah teras rumah. Tante Felicia menyambut Hanum, ketika telah rapih.
"Loh kamu jangan lari Hanum!"
"Eh, ya! aku lupa tante. Aku sampai melupakannya. Tapi lain kali aku gak akan lupa."
"Bagus dong! dijaga. Eh, ada tamu kayaknya tuh."
"Itu pasti kakak Hanum, namanya Lisa."
"Oh, ya udah suruh masuk saja Han. Anggap aja kediaman sendiri, tante juga mau keluar soalnya. Gak apa di tinggal?"
Assalamualaikum. Permisi tante! saya Lisa kakak dari Hanum.
"Masuk sayang! kalian cantik cantik ya. Eh, kamu kok mirip selebgram yang wajahnya dandan cantik gitu. Terus suka q & a ke berbagai daerah tepian laut. Tapi apa mirip aja ya?" tante Felecia senyum hangat.
"Heah, ya tante jadi malu. Lisa crazy nama storynya! Lisa emang suka dandan ala ala Mua otodidak. Jadi awalnya iseng ga sangka bisa sampai seperti itu. Tapi Lisa juga bosen, pengen kerja tapi ga punya basic." senyumnya.
"Aduh! penghasilan kamu juga udah mencukupi, nanti cari pasangan yang mapan. Jadi tetep ga batasi hobi kamu."
"Ya, makasih tante. Sayangnya pasangan pada ga setia semua, ngakunya sendiri taunya dan beristri. Jadi hingga saat ini, Lisa belum mau ke arah sana. Masih mau berkarier." jelas Lisa.
Tatapan tante Felicia disadari oleh Hanum, mungkinkan tante Felecia berniat mencari jodoh untuk Fawaz. Tapi, aah! pikiran Hanum saat ini kenapa sakit dan rumit. Ingin berpisah dari Alfa. Tapi berkomitmen dengan Fawaz, apakah ia akan setuju. Terlebih ia telah hamil, dan kelihatannya ibunda Fawaz menyukai kakaknya.
'Ya rab, apa ini karma karna aku merebut jodoh ka Lisa saat itu. Berusaha menggantikannya, tapi aku terjebak seolah di sadarkan?' batin Hanum.
"Tante juga mau pergi? kalau gitu Lisa jemput Hanum ya tante. Kasian dia lelah soalnya!"
"Iya tante, Hanum makasih banyak. Salamin sama Fawaz aja. Ga enak tuan rumahnya ga ada."
"Eeih, tante tuh ga ada pikiran kesitu. Welcome, tapi terserah deh kalau itu maunya kalian. By the way! Lisa jaga Hanum, termasuk janinnya. Jangan stres dia ya!"
Gleuuuk!
Hanum terdiam, kala Lisa menatapnya. Sehingga mereka tetap berpura pura mengiyakan. Lalu pamit dan sungkem pada tante Felecia. Sehingga mereka berada di dalam mobil saat ini.
Hanum masih kaku tak banyak bicara, Lisa yang menahan amarah. Ia membawa Hanum kesebuah taman. Membelikan sesuatu ice cream, di tempat favoritenya dulu bersama sang papa.
"Han, makan ice cream yuk! kakak ga mau denger lagi, kenapa sih kamu tega nyembunyiin hal sebesar ini. Kenapa bisa gitu loh?" tajam Lisa kala melahap ice cream.
"Kak! habisin ice cream dulu ya. Hanum juga bingung, tapi Hanum berniat mau berpisah dari Alfa. Tapi ga tau kalau sampai Hanum hamil." jelasnya terisak.
Lisa segera memeluk adiknya. Ia juga bingung tak bisa membayangkan perlakuan pria model Alfa pada adiknya. Meski saat itu, pria itu yang akan dijodohkan padanya. Tapi Lisa tidak dendam, karna prinsipnya tak ingin seperti Zaman siti nurbaya. Tapi jika ia jadi Hanum, mungkin Alfa sudah ia sebarkan sifat jeleknya, dan tidak diam saja seperti Hanum.
"Kakak ngerti, ini pertama kali kamu mengenal pria. Kamu penurut, kamu mau menerima dia karna satu kesalahan yang harusnya dulu kamu ucap lebih awal. Tapi udah jadi bubur, kita sama sama cari solusi lain ya. Sekarang siapa aja yang tau kamu hamil?"
"Fawaz dan tante Felicia. Dan juga kakak. Tapi Hanum mohon, agar Alfa dan mertuanya jangan sampai tau kak! terlebih mereka anggap Hanum bersalah."
"Soal apa, kamu kenapa lagi?"
***
BERBEDA HAL DENGAN ALFA.
"Darling, tunggu aku!" Irene menyesal kala mengejar Alfa saat itu.
"Dia udah enggak mau liat, Gak usah dikejar!" ungkap Elmo.
"Siapanya Alfa sih lo, ga berhak ngatur gue. Alfa salah paham sama gue tau gak?"
"Gak penting siapa gue, yang jelas gue care dan baik di saat kamu sedih. Gue selalu ada. Jauhi Alfa dia udah beristri!"
"Bulsyiit! namanya Alfa Jhonson. Terlalu banyak kenangan dan gue amat berarti dari orang yang baru dekat sama siapapun itu. Alfa ga boleh terus bersama cewe gendut itu!" cetus Irene pada Elmo.
"Tapi cewe itu udah langsing, hanya memoles make up juga dia lebih cantik. Luar dalam." jelas Elmo menyadarkan Irene.
Kenangan lama yang hanya jadi debu!! lirih Elmo. Ketika pria itu menghentakan tangan, pergi begitu saja. Dia udah terlanjut tau, kalau kamu mau jadi nyonya Alfa karna dendam kan.
Sementara Irene mengejar Alfa. Hingga dimana, Irene melupakan Elmo yang masih berada di rest area resto kantor.
"Alfa, tunggu!! temui untuk terakhir kalinya. Jika semua yang kamu bilang itu yang terbaik. Temui besok malam untuk melepas semua kenangan langit indah selama tujuh tahun. Darling aku hanya ingin dengar dari kamu seorang!"
Alfa terdiam, ia melepas kembali pegangan tangan Irene. Hingga dimana ia kembali berlari menepi masuk ke loby menuju lift, ia ingat kala itu dirinya mempunyai sebuah janji.
Alfa merasa sesak, menatap beberapa detik bicara saja. Ia sudah sulit untuk bicara, bagaimana bisa bertemu untuk datang.
Irene tidak mungkin mengkhianatinya. Dia bukan tipe yang menelan kembali ludah. Baginya Irene dan Elmo sudah menjelaskan. Ia sudah tidak berhak ikut campur, semua terbayar dengan permintaan saat itu yang tak ingin melangkahi aturan.
"Jadi benar kamu mau menikah denganku karna dendam?" Tanya Alfa.
"Enggak gitu Darling! kamu salah dengar, aku dan Elmo hanya membicarakan bisnis. Tidak ada hal lain atau selingkuh dibelakangmu." alibi Irene.
"Dengan Elmo. Yeah! Papaku tau dia itu keluarga Abraham yang setia. Itu cukup tinggi untuk menaikan nama papaku di kantor." jelas Alfa.
"Maksudmu, kamu menuduhku Darling?"
"Kamu diam diam mempunyai rencana bersamanya. Kamu seorang artis movie. Jika ada yang memotret. Akan sulit untuk kita menikah, kita lihat. Apa akan ada kabar baik setelah kamu diam diam bertemu dengan asistenku. Kamu tau kan media sosial kejam?" ketus Alfa.
"Darling aku bersalah, maafkan aku! percayalah aku mencintaimu!" isak Irene.
Alfa melepas genggaman tangan Irene, sangat sulit ketika ia harus mengabaikan irene. Terlebih hasratnya akan tertunda, belum lagi ia tak percaya kala rekaman Elmo yang diberikan tentang dirinya mencintai Irene dan diam diam sering bertemu ketika Alfa tak ada. Sekaligus surat pengunduran diri Elmo lepas dari asisten pribadi Alfa Jhonson.
"Irene, aku harus mencari Hanum. Untuk saat ini kita akhiri sementara waktu. Mengertilah!"
"No. Tidak Darling, aku mohon!" isak Irene yang menangis kala Alfa pergi meninggalkannya.
To Be Continue!!
Duh! Otor pengen syukurin Irene deh, tapi kenapa si Alfa nyari Hanum lagi ya? Jejak yuks! moga Hanum ga plin plan ya.