BAD WIFE

BAD WIFE
PERCAYA AKU!



"Kamu disini?"


"Aah! ya, sedang ketemuan. Dokter Fawaz kok ada disekitaran sini?" tanya Lisa.


"Panggil nama aja, ka Lisa! kebetulan lagi ketemuan juga sama dokter lain. Maaf ya kak! saya harus buru buru, titip salam sama Hanum."


"Ya, baiklah. Selamat bertugas ya."


Lisa terdiam, kala menatap punggung Fawaz yang terlihat gagah. Ah! bagaimana tidak, ketika pria yang mungkin lebih muda beberapa bulan darinya.


'JIKA MATAMU ADALAH CAHAYA, MAKA HATIMU ADALAH PERMATA. DAN JIKA SENYUM MU ADALAH IBADAH, APAKAH KAMU DI TAKDIRKAN UNTUK AKU?' batin Lisa.


"Woiiy! udah merhatiin orangnya?" goda Elmo yang meletakkan coffe star ke meja.


Lisa yang sadar, ia segera duduk dan mengambil kopi Elmo lalu meminumnya.


"Duh ilah, salah kopi tuh! Vanila nih pesenan lo!"


"Eh iya, sory. Masih inget aja, tadinya mau ngejar nuker kopi. Udah inget duluan." gumam Lisa.


"Tau lah, masa sebelas tahun berteman gue ga hafal kesukaan lo. Sayang aja, lo cewe ga pantas di pacarin. Apalagi dijadiin bini." jelas Elmo.


"Ga usah sok kegantengan loh! cibirin gue aja terus, kaya cewe idaman lo baik aja." gerutu Lisa.


Saat mereka masih serius bicara, terlihat Irene datang, dia seperti wanita linglung kesiangan. Hal itu membuat Elmo langsung berdiri menghampiri meninggalkan Lisa. Lisa juga ikut menoleh, karna temannya itu bisa sampai sekaget itu.


"Tunggu! itu bukan artis movie ya?" Lisa diam memperhatikan gerik Elmo dan Irene.


"Kamu gak apa apa, kenapa bisa seperti ini sih?" tanya Elmo meraih tangan Irene dengan tampilan kusut.


Irene merayap saat berjalan. Matanya setengah terpejam dan langkah kakinya tak teratur. Irene juga memicingkan mata saat melihat cowok bertubuh tinggi berdiri di hadapannya.


Setelah menatapnya dua kali, Irene tersenyum menggoda, ia melangkahkan kaki dan menjatuhkan tubuhnya ke dada cowok itu.


“Hei, ganteng ...!” sapa Irene.


“Aku cantik nggak. Darling?”


Cowok bertubuh tinggi itu langsung mengangkat kedua tangan sambil mengerutkan kening. Tubuhnya serasa digelayuti ulat bulu yang menjijikkan. Ia mendorong pundak Irene menggunakan jari telunjuknya.


Irene terhuyung dan hampir jatuh ke lantai jika cowok itu terlambat menangkap tubuhnya. Cowok itu menyandarkan Irene ke dinding dan melepas tubuh Irene perlahan. Sedangkan Lisa masih melihat aksi Elmo dan Irene di balik punggung Elmo.


Elmo menggelengkan kepala, saat mencium aroma alkohol yang tajam dari tubuh Irene.


Irene terus tersenyum dengan mata setengah terpejam.


“Cewek gila, kamu mabuk Ren?” umpat cowok itu sambil menjaga jarak, dari tubuh Irene sendirian.


“Uweeeek ...!” Irene tak bisa mengendalikan dirinya. Ia tak peduli dengan beberapa pria yang lalu lalang di belakangnya sembari menatap aneh ke arahnya. Termasuk Irene yang melihat Lisa.


"Nih tisue basah. Lap biar ga mual orang liatnya!"


Elmo langsung menarik lengan Irene dan membantunya berdiri.


“Kita pulang sekarang!”


“Aku nggak mau pulang, sebelum ketemu Alfa." sahut Irene sambil memejamkan mata.


“Mau tidur di sini? Bahaya, Ren. Buat apa sih mabuk mabukan, nanti kalau ada yang videoin gimana?"


“Aku nggak pernah berharga di mata siapa pun. Termasuk Alfa dia ninggalin aku. Elmo, bawa Alfa kembali sama aku! Please kamu pria baik kan!"


“Ck, nggak usah ngomong aneh aneh! Aku antar kamu pulang sekarang juga!” Elmo memapah Irene. Lalu ia pamit pada Lisa tak bisa lama.


“Kamu baru aja balik dari Melbourne dan sudah sekacau ini.” cetus kembali Elmo menasehati Irene.


"Lis, gue antar dia dulu ya?"


Lisa meraih tasnya, hingga ia termenung kala melihat Elmo bisa sebaik itu dengan Irene.


'Artis kok ga bisa jaga sikap, aneh kenapa pria banyak mau sama dia?' batin Lisa.


***


Hanum Saraswati.


Alfa yang masih berdiri memohon di depan pintu, ia meminta Hanum memohon untuk pulang dengannya.


"Han, apa yang bisa aku buat agar kamu bisa paham. Kalau aku benar benar ingin hubungan kita lebih baik dan semakin dekat?"


"Pulanglah Alfa! aku ga yakin, aku udah putusin kalau kita akan berpisah. Sesuai kontrak yang kita buat dulu." jelas Hanum.


"Aku udah batalin, udah aku robek semua itu."


"Tapi itu hanya sepihak, hanya kamu. Tapi aku belum kan?"


Alfa kembali menarik tangan Hanum. Sehingga ia segera menutup pintu, masuk tanpa di persilahkan oleh Hanum. Kini kagetnya Hanum membuat mata mereka saling bertautan dan memandang.


Alfa yang menahan pintu, satu tangannya lagi menahan tubuh Hanum bak di apit. Lalu debaran Hanum merasakan, itu sama seperti ia menyukai Fawaz. Berbeda saat ini jika bertemu Fawaz biasa saja.


"Apa benar kamu tidak berdebar, setelah jarak kita sedekat ini?" bisik Alfa di telinga Hanum.


"Jangan tidak sopan! aku tidak merasakan apapun." alibi Hanum.


"Benarkah, jika seperti ini,?"


Cup! Alfa menyentuh tengku leher, berbisik dan menghembuskan nafas lembut di telinga Hanum. Mata Hanum sangat jelas, ini pertama kalinya Hanum sedekat ini pada Alfa suaminya.


"Apa maumu Alfa! Mamaku akan pulang, Lisa juga akan kembali sebentar lagi?"


"Ikut denganku! beri aku kesempatan. Aku memang pria berdosa, dan tercela. Tapi satu hal aku meminta kita bersama selamanya. Karna aku berjanji pada mamaku, dan kedua aku tersentuh ketika memimpikan dirimu dengan anak kecil. Belum lagi melihatmu aku selalu on."


"Jangan berharap lebih! pergilah. Aku ga mau lakukan itu, sedekat itu kita bersama apalagi satu kamar. Aku tertekan jika tinggal dengan mertua."


"Apa mertuamu sejahat itu, membuat kamu tertekan Hanum?"


"Alfa. Aku tertekan karna sikapmu padaku, apa kamu mulai amnesia. Sekarang aku harus bersama dengan pria yang selalu dengan kata kasar. Lalu berubah dalam omongan yang ga masuk diakal. Kamu bisa sebaik ini biasanya ada hal lain kan?"


Alfa terdiam, mungkin ia perlu ekstra sabar untuk meruntuhkan hati Hanum. Belum lagi melihat tubuh Hanum yang berisi tapi langsing, lebih indah saat ia bersama Irene. Bahkan melihat Irene saja ia sudah tak berselera.


'Sabar Alfa! setelah semuanya membaik. Hanum pasti akan bisa ditaklukkan. Saudaraku yang ada dibawah ini harus lebih bisa menahan dan bersabar.' gumam Alfa.


"Mamaku sudah akan pulang, ikutlah denganku. Aku akan berjanji jaga jarak, saat tidur tidak satu ranjang. Asalkan kamu mau ikut saat ini juga!"


Hanum menatap Alfa, bukan lagi karna ia luluh. Tapi kasian pada mertuanya itu, agar tidak anfal. Sehingga Hanum ingin duduk dan Alfa menahan kembali memeluk Hanum dengan kilat.


"Kamu mau apa, lepasin!"


"Jangan bergerak, sebentar saja aku ingin memeluk istri sahku Hanum. Kamu adalah wanita yang hebat, aku terlambat menyadari kamu adalah istri hebat."


Hanum juga tak mangkir, perasaan itu ada. Hanya saja ia ragu, ragu dan takut jika Alfa akan meninggalkan dirinya lagi, seperti biasa sikap dan prilaku Alfa adalah menghinanya. Dan kembali manis lalu membuat ia jatuh bagai melempar tubuhnya ke jurang.


"Alfa, apa aku bisa mempercayaimu?" lirih Hanum merangkul pelukan Alfa.


To Be Continue!!


MALAM SENIN CERIA!


~ HAPPY READING All ~


Makasih buat yang udah dukung Hanum. Jika berkenan vote tiap senin dan poinnya. Tebar untuk Hanum Ya. Karna Bad Wife masuk kategori lomba wanita mengubah takdir.