BAD WIFE

BAD WIFE
KAMU CRAZY



"Udah lepasin, aku mau kembali ketempat Hanum. Aku takut mamaku datang, nanti menjelang dini aku kembali ke Apartemenmu ya!" kecup Alfa pada Irene.


"Iya ini aku lepasin, aku pakai rok dulu dong. Bantuin aku kancingin rok belakang Darling!"


Hanum hanya menahan batinnya saat ini, ia sudah tidak bisa mengasihani Alfa lagi. Tak lama sebuah mobil merah datang. Ia tau jika itu adalah mertuanya datang dengan seorang supir yang membukakan pintu. Hanum segera menghapus air mata kesedihan, bukan lagi sedih karna di tinggal sang papa. Tapi tambah sedih dan sesak karna kelakuan Alfa yang memintanya bertahan, tapi ia masih saja tidak punya perasaan bercinta masih di suasana duka dan pelataran rumah duka.


"Hanum sayang, maafin tante udah terlambat datang." ucap Maria.


"Ga apa Tante! ayo masuk, tapi mama di kamar aja."


"Lisa ada Hanum, Om juga ingin bertemu dengan Lisa. Kakak tertuamu,"


"Hai paman, selamat datang. Aku di sini kok, udah tau kalau yang datang itu pasti om dan tante. Mama tapi udah tidur, masuk aja yuk!"


Tidak banyak yang dilakukan Kedua mertua Hanum. Meski sudah membiasakan memanggil papa mertua dan mama mertua. Terkadang memanggil nama om dan tante tak ada habisnya untuk Hanum yang telah terbiasa.


Hanum meletakkan kue basah dan teh. Tak lama mama Rita keluar dan menyambut besannya itu. Lisa memperhatikan wajah Hanum yang sangat pucat dan berbeda.


"Dek! kamu kenapa, ada masalah. Eh ya, suami kamu Alfa mana?"


"Ga usah bahas dia kak. Hanum malas banget, Hanum ga tahan mau bicara sesuatu saat ini."


"Bicara soal apa, kamu yakin mau bahas sekarang. Kasih tau kakak dulu, soal apa Han?" pinta Lisa yang panik.


"Hanum sayang, ada apa. Kamu kayaknya mau bicara sesuatu. Bicara sama tante, ada apa nak?"


"Soal Alfa tante. Apa sebaiknya kita bahas sekarang ini?"


"Maksud kamu Hanum? ada apa dengan Alfa anak tante?"


Jhoni yang menatap tajam pada Alfa, ia segera meminta putranya cepat duduk di samping Hanum. Lalu dengan cekat ia merangkul pundak Hanum dan segera berkata pada sang mama, memotong pembicaraan Hanum saat itu.


"Kita mau rencana bulan madu mam. Tapi nanti setelah berduka. Mama mertua, Alfa ijin bawa Hanum nanti ya?" senyum Alfa bersimpuh hormat.


Hanum merasa kesal, lagi lagi ia segera mejaga jarak. Menutup hidungnya seolah ia jijik dengan apa saja yang ia lihat saat tadi Alfa dan Irene di dalam mobil.


"Bagus dong! niat baik ga boleh di tunda. Pergilah bersama suami kamu Hanum. Mama kan ada Lisa kakakmu."


"Mah. Tapi baiklah. Mama dan Om serta Tante saya ijin ajak Alfa dulu ya!" pamit Hanum menarik tangan Alfa, seolah tak bisa menolak.


ROOFTOP!


"Alfa, dengan rasa hormat. Jangan lagi memasang wajah mengenaskan, atau manis dengan kepura puraan. Aku jijik sama kamu!"


"Ada apa sih Han, kamu kaya lagi pms aja. Kamu lagi datang bulan ya? marah marah aja."


"Alfa. Aku pasti menunda malam ini, tapi hari berikutnya. Aku ga akan janji! oke aku ga akan cerita soal masa lalu tragis kamu. Tapi itu urusan kamu, yang aku mau kita berpisah. Dengan begitu kamu puas bermain sampai patah kakipun bersama Irene, aku ga peduli. Asal tidak di pelataran rumahku, kediaman mamaku. Dan masih dalam pernikahan. Ngerti kamu!"


"Kamu amcam aku, kamu ga nyesel berpisah sama aku Han?"


"Enggak! yang jelas kamu yang takut kan? kamu takut di coret dari data keluarga Jhonson kan. Kamu juga takut mama kamu terkena serangan jantung, itu kan yang kamu takutin?"


"Han, jangan seperti itu. Aku mohon kamu jangan keterlaluan. Itu akan membuat mamaku sedih."


"Cccch! Sedih kamu bilang. Jika papaku yang tiada melihat kelakuan kamu terhadap aku, di pelataran halaman rumah belakang kamu bercinta. Dan jika aku bilang saat ini, apa mamaku juga tidak sedih? Jawab Alfa!"


Teriakan Hanum membuat bibir Alfa bergetar. Ia seolah baru saja melihat kemarahan Hanum yang menggelegar. Tak pernah ia sadar akan sikapnya berlebihan, tapi Alfa masih membela diri dalam batinnya. Jika ia seorang putra yang menurut kemauan sang mama dan papa yang mau dijodohkan. Terlebih ia mencintai kekasihnya Irene hanya karna seorang seleb movie yang tak disukai kedua orangtuanya, alasan klasik karna risih akan dunia seleb.


"Kamu ga jawab kan? Ga bisa jawabkan. Alfa satu hal yang kamu tau. Papaku Armand Tjohara dia adalah seorang pria yang tak pernah membuat anak perempuannya menangis. Apalagi mamaku begitu bahagia, tak pernah ada tangisan penyesalan mengarungi rumah tangga selama lima puluh empat tahun. Dan saat ini kami kehilangan sosoknya, dan kamu Alfa. Apa kamu akan terus menjadi sosok pria yang membuat wanita menangis karna keangkuhan dan keserakahanmu?"


Bruugh!!


Hanum mendorong tangan Alfa yang berusaha ingin meraih. Lalu dengan sigap Hanum pergi membawa kunci mobil yang terlihat semua keluarga menatap Hanum dengan tatapan terkejut.


"Han, Hanum sayang kamu mau kemana nak?"


"Mah, aku pamit sebentar ada urusan. Ka Lisa jaga mama ya!" berusaha tegar dan tersenyum.


Hanum segera pergi namun cekatan Alfa yang panik ia turun ke anak tangga. Mengejar Hanum yang lebih dulu pergi, tanpa sadar kedua orangtuanya telah di belakangnya.


"Alfa, ada apa ini. Kenapa dengan kalian?" tanya Jhoni pada putranya.


Sementara Hanum, ia segera berlalu kesebuah tempat. Yang mana terlihat ia masuk kedalam sebuah tempat ramai. Terlihat tatapan kosong? dan pria itu menoleh terkejut akan adanya Hanum.


"Ha, Hanum." lirihnya.


To Be Continue!!