BAD WIFE

BAD WIFE
MUAK



Hanum baru tersadar, jika di awak pesawat ini adalah milik pribadi keluarga Jhonson. Sedari itu kepalanya sudah sangat sakit, hari pertama menjadi istri Alfa membuat ia semakin beban. Belum lagi ia semakin tidak nafsu makan karna perlakuan dan sikap Alfa yang setiap detik selalu saja berperang dengan mengungkap fisiknya.


'Astaga! sulit bagiku untuk bilang cerai. Tapi apa mama dan papa menyetujui jika aku bercerai setelah sebulan, sabar Hanum semua pasti akan berlalu.'


Hingga tak terasa, Hanum kembali keluar yang mungkin masih melihat Alfa dengan beberapa pramugari itu. Tapi rasa laparnya tak bisa ia tunda saat ini.


"Alfa aku la ..?" terkejut Hanum, tak melanjutkan pembicaraannya.


"Jangan kau tutup biar terbuka seperti itu saja, pemandangannya bagus untuk menemaniku makan!"


Glek!! Kata kata yang membuat Hanum melotot menatap Alfa, sambil berusaha menelan saliva yang masih tersisa di dalam mulutnya. Sudah habis semua kata kata bahkan di dalam pikirannya sendiri tak ada apa apa lagi, Hanum blank.


"Pergi sana kenapa masih diam di sini?" ucap Alfa lagi sambil menatap Hanum, lalu dia mengalihkan pandangannya pada satu pramugari sisanya.


Dalam hati, Hanum yang lapar menjadi tidak mood akan sikap Alfa yang ingin makan di temani pramugari yang benar benar terlihat telanjang.


"Aku juga minta kau lepas bagian bawahmu itu, jadi selang seling! Kau lepas bagian atas, sedangkan kau bagian bawah!"


Astaga, Alfa bicara pada wanita yang tadi dipegang bagian atasnya. Akhirnya wanita itu membuka kaitan di atasnya dan wanita yang tadi ditemui di dekat pintu dia membuka bagian bawahnya.


"Kau yang ada di pojokan kemarilah! dan buka semuanya atas bawah!" perintah Alfa pada pramugari yang ada di pintu sehingga dia pun mengangguk setuju yang membuat kepala Hanum semakin migren.


'Aduh kepalaku pusing! Sepertinya mereka bukan pramugari biasa dan mereka ditraining untuk ini! Aku merasa begitu!' keluh Hanum dalam hatinya, yang membalikan tubuhya bersandar di tepi pojok.


"Nah, kalau begitu bagus! Kau yang baru saja membuka pakaian semua, bantu aku membuka pakaianku!"


"Baik Tuan!" ucap sang pramugari yang sudah polosan dan langsung mendekat lewat belakang tempat duduk membuka jasnya lebih dulu.


"Dan kau, suapi aku!" perintah Alfa pada wanita yang bagian bawahnya terbuka.


"Baik, Tuan."


"Kau bukakan sepatuku!" perintah Alfa lagi pada wanita yang bagian atasnya terbuka.


"Baik, Tuan,"


Mereka pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Alfa. Tapi saat ini Hanum sebenarnya sudah ingin pergi dari tempat itu dan eneg banget ngelihatnya. Hanya saja entah kenapa justru dia terpaku seperti menonton film, rasa laparnya terjanggal melihat kelakuan putra Jhonson. Saat ini, Hanum ingin sekali kembali sampai di rumah. Agar ia tidak melihat kelakuan jelek Alfa, dan seharusnya ia menolak honeymoon mengikuti kemauan Alfa yang hanya kebohongan.


'Kau bicara aku sangat jelek oleh fisik, tapi kau sangat jelek akan prilakumu. Ya Rabb! apa jodohku adalah cerminanku. Tapi kenapa, aku bahkan selalu penurut pada mama dan papa. Aku tidak pernah membantah, malah mendapatkan dia.' batin Hanum.


"Buka mulutnya, Tuan!" pinta wanita yang sudah memegang alat makan dan hendak memasukkan ke dalam mulut Alfa dengan kondisi Alfa saat ini sudah tidak lagi memakai apapun di atas tubuhnya.


'Aaaah, makin gak waras! Dia makan disuapin dengan wanita wanita itu dan tangannya sudah menyentuh bagian bawah wanita yang sedang menyuapinya! aku geli ngeliatnya!' Hanum tak tahan Lagi. Dia pun langsung berdiri.


"Aku ingin pergi! Dan suruh pelayan disini untuk mengirimkan makanan untukku ke dalam kamar!" Akhirnya Hanum menyerah melihat kegilaan suami yang baru dinikahinya beberapa jam lalu dan ingin mengistirahatkan matanya ke dalam kamar.


"Kau gila! Memang kau pikir aku ingin makan di tempat ini? melihatmu seperti ini? Dengan semua kegilaanmu ini! Pffh!" Hanum bicara sambil bertolak pinggang menatap Alfa karna kesal, saat ia meminta pada salah satu pramugari di bagian dapur.


"Tidak ada makanan untukmu dalam kamar! Dan tidak ada juga makanan untukmu di dalam pesawat ini, kau mengerti?"


"Apa?"


Hanum mengerlingkan netranya menatap Alfa dan saat ini Hanum benar benar marah sampai dia tidak memperhatikan lagi dua wanita yang ada di sisi nya yang tadi sangat jelas benar benar mengganggu pandangannya itu.


"Hey gendut! kau masuk saja ke kamar, pejamkan matamu. Pergi dari sini. Tubuh sudah gendut, masih ingin makan?" cetus Alfa.


Kata kata yang tentu saja membuat Hanum juga semakin sakit, juga takut berada di sisi Alfa, apalagi dia sudah melihat sesuatu yang panjang itu terbuka sempurna dan Alfa sudah polosan.


"Kalau begitu aku akan pergi! Tapi aku ingin makananku! Aku sudah lapar sekali!" jujur Hanum memang sudah tak tahan apalagi mencium bau makanan yang ada di hadapan yang masih hangat. Rasa lapar itu membuat Hanum kembali menggugah tetapi karna sikap Alfa, ia harus kembali dengan tangan kosong.


"Kau tidak membutuhkan makanan, lemak tubuhmu masih banyak! Itu sudah cukup untuk memberikan asupan energimu hari ini." Alfa melirik Hanum lagi.


"Apa? Kau mau menyiksaku? Berapa jam lagi kita akan mendarat?"


Hanum yang sudah keroncongan perutnya tentu saja mempertanyakan hal ini.


"Sekali lagi kau bertanya aku akan merobek pakaianmu!"


Kata kata yang membuat Hanum akhirnya menyilangkan tangannya di depan tubuhnya dan langsung menggunakan jurus seribu langkah, melangkah meninggalkan Alfa. Hingga akhirnya Hanum harus benar benar menahan lapar, mata yang sulit tidak bisa terpejam. Tapi rasa lapar itu membuat Hanum harus bertahan.


Hanum menulis diary! air mata sulit tak bisa ia bendung lagi. Rasa sakit, bahkan rasa lapar adalah ujian terberatnya. Sejak dalam resepsi ia hanya minum sedikit, dan makan puding beberapa suap. Mama dan papa bicara jika aku akan makan mewah di pesawat. Tapi kenyataannya tidak.


Jika aku tak menjadi pengantin pengganti, apakah perlakuan sama pada kak Lisa sepertiku? itu adalah hal menyanyat bagi Hanum saat ini. Jujur saja, rasa lapar yang mungkin membuat ia tidak bisa menahan lapar. Ia menyumpal perutnya dengan bantal. Mencoba menatap makanan yang berada di layar ponselnya. Berharap dengan ini, ia bisa menahan rasa lapar beberapa jam kedepan.


"Alfa! kau harus bertanggung jawab, lihat saja aku akan balas dendam padamu nanti setelah kau mendarat!" Hanum mencoba memejamkan mata, masih dalam mode menangis.


***


"Mah! jadi Alfa itu sangat tampan ya? rasanya aneh jika anak dari paman Jhoni menerima Hanum. Memang ada ya, pria tampan seperti Alfa mau mempunyai istri gendut seperti adikku?"


"Lisa. Kamu bicara apa sih? mungkin dia hanya melihat kecantikan Hanum dari hatinya. Jangan menilai dari fisik!" ungkap Mama.


"Mah! ini this is illogical and serious. Coba mama pikirkan lagi. Pasti ada sesuatu?" pinta Lisa menyadarkan sang mama.


KIRA KIRA APA YANG ADA DALAM PIKIRAN LISA YA? YUKS JEJAK!!


To Be Continue!!