
Hanum dan Rico berada dalam sebuah danau, ia mencari kemana Fawaz berada. Hingga sampailah ia menemukan Fawaz berteriak sendiri di dekat pinggir danau. Hal yang dilakukan Rico adalah menarik Fawaz yang ingin terus berjalan ke dasar danau yang sedang mengalir arus deras.
"Fawaz!" teriak Rico.
"Mas, gimana kalau sampai benar Fawaz bunuh diri. Kasian dia mas, Azri sudah kehilangan ibunya. Aku ga mau Fawaz juga melakukan hal bodoh, mas."
"Tunggu sini sayang! kamu cari pertolongan orang lain disekitar sini!" titah Rico.
Rico segera mungkin melepas jaketnya. Ia segera meraih dan melepas sepatunya untuk berenang meraih Fawaz yang hampir meregang nyawa.
"Jangan pegang gue! gue pria yang ga baik udah biarin istri gue meregang nyawa." teriak Fawaz kala ditarik.
Plaak!!
"Setidaknya lo pikirin masa depan Azri bodoh! pria pengecut, pecundang." menarik Fawaz.
Sementara Hanum setelah mendapat orang orang yang ikut serta membantu. Ia segera meraih sebuah buku berwarna pink. Lalu Hanum membuka perlahan dan sedikit menutup, ia masukan ke dalam tas untuk ia baca di perjalanan pelan pelan.
'Ini buku kak Lisa. Jadi Fawaz bunuh diri karena catatan kak Lisa.' batin.
***
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
"Aku, aku di mana?" membuka mata, Fawaz melihat dirinya berada di sisi ranjang rumah sakit. Pandangan buyar terlihat Rico menghampiri dari balik tirai.
"Ric, gue kenapa bisa ada di sini. Tunggu, berarti gue di rumah sakit. Gue harus pulang sekarang Rico! Lisa pasti sedang menunggu gue di rumah. Dia lagi hamil anak gue, iya hamil anak gue." ucap Fawaz.
"Fawaz, lo tenangin diri lo dulu ya. Udah tiga hari, lo pingsan. Lo terlalu stres dan kehilangan banyak tenaga!"
"Apa tiga hari? lalu Lisa gimana?" Rico terdiam, kala pikiran Fawaz mulai terganggu.
"Mama dateng, syukurlah Fawaz akan baik baik saja. Sekarang akan menjalani pengobatan di jerman. Kamu yang tenang ya, semasa ini mama akan ada di samping kamu. Fawaz sekarang kita ke jerman, dan kamu sehatin diri kamu. Ga usah mikir yang aneh aneh ok!"
"Tapi mah, Fawaz harus susul Lisa. Fawaz ga mau di tinggal lagi!"
Mama Felicia terpaksa memeluk putranya, ia berusaha untuk menenangkan Fawaz saat ini. Hingga di mana, Fawaz kembali tenang tidak histeris ketika suster datang memeriksa dan menyuntikan sesuatu di tangannya.
Rico sedikit cemas, kala ia menjelaskan pada tante Felicia. Untuk segera memantau kondisi Fawaz.
Rico yang menghubungi Erwin untuk membantunya menjaga Fawaz dan ia harus menangani sang papa yang sedang kritis. Hal itu pun membuat Erwin menurut, karena ia segera menyusul untuk membantunya. Rico tau, beban Erwin telah banyak urusan dan tekanan kantor.
Rico masih duduk di kursi menatap Fawaz. Ia memang tidak tau pasti, bagaimana Fawaz akan selamat. Yang jelas pengobatan di jerman sangat bisa di andalkan. Dan itu akan lebih dekat bersama tante Felicia yang kini ditugaskan disana.
Rico menatap sebuah foto di ponselnya. Yakni Fawaz, Alfa, Rico saat sedang berada dalam sekolah. Mereka masih satu keluarga dari ibu dan ayahnya masing masing. Akan tetapi perjalanan hidup membuat Rico banyak arti.
Karma, jika setiap ujian, dan karma punya ciri khas masing masing. Dan itu membuat Rico memahami arti kasih sayang kepada orang yang ia sayangi, dan tidak boleh sesekali mencoba menyakiti dan menyianyiakan apa yang mereka punya. Maka setiap apa yang ia tanam, maka akan ia tuai.
"Ya rabb. Ampuni aku, jangan biarkan hidupku menyakit istriku, anak anaku. Juga keluargaku." lirih Rico yang menaikan dasi, lalu berlalu pamit pergi untuk pulang.
***
BERBEDA DENGAN HANUM.
Hanum yang masih galau, mengerutug kesalahannya. Hal itu yang membuat ia bingung dan takut. Belum lagi, ia masih ragu ragu untuk menjenguk Fawaz. Ia takut akan pertemuan tak di inginkan jika bertemu Alfa.
"Sayang. Jadi hari ini menjenguk Fawaz?" pesan dari Rico.
Butuh waktu lama bagi Hanum mengirim pesan balik, hingga di mana ia segera merapatkan senyuman dan mencoba untuk tetap diam dan tenang. Hanum segera menyeduh susu, dengan jelas tanpa sengaja ia melewati ruangan receptionist yang terlihat layar televisi kecil dari dinding.
SEBUAH BERITA BESAR, ARTIS SELEB TANAH AIR NESTIA TELAH DI TETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA. PASAL PENIPUAN DAN PEMBUNUHAN, TERHADAP SELEBGRAM TERKENAL LISA BE.
"Hanum, kamu lagi apa?" tanya mama Rita.
"Mah, berita Nestia udah terungkap. Kita harus gimana ya mah. Apa sebaiknya kita kasih tau buku harian kak Lisa. Karena Fawaz sepertinya membaca buku dari tulisan kak Lisa. Lagi pula buku ini sebagai tambahan bukti biar Nestia dihukum sesuai perbuatannya. Tapi Hanum kasian sama Azri, karena Fawaz sedikit hilang akal. Reputasi Fawaz setelah sembuh sebagai dokter, pasti akan copot dari nama besar ke dokterannya." jelas Hanum.
"Azri sebaiknya tetap tinggal bersama kamu dan Rico. Hanum, kebaikanmu insyallah jadi ladang pahala dan kebahagiaan."
"Iy mah, Hanum mengerti. Hanum pasti akan sama menyayangi anak anak Hanum, dengan anak Lisa."
Tak lama Hanum terdiam, kala seseorang datang dengan wajah lelahnya. Tapi tetap tersenyum menyapa Hanum dan mama Rita.
Tbc.
Yuks mampir novel Author genre Horor! awalnya romance tapi pindah lapak, jadi rubah genre Horor.
Spill kisah Hanna! seorang indigo yang berteman tapi karena Editor bilang! Judul berubah ya. "PEKA."