BAD WIFE

BAD WIFE
TERKESIMA GHINA



"Sempurna," ucap Hanum, tatkala melihat Leo yang terpesona melihat penampilan pertama yang dibawakan Shiren.


"Siapa wanita itu?" Leo bertanya pada sang Bunda, yang duduk di sebelahnya. Jiwa playboy-nya mulai meronta-ronta dan fokusnya pun mulai teralihkan karena penampilan memukau dari seorang putri konglomerat.


"Shiren. Bunda berencana ingin menjodohkannya dengan Ghani, menurutmu bagaimana?"


"Ah! aku bisa apa Bunda."


"Leo, cari info tentang dia. Kamu pahamkan, selain bisnis. Benarkah keluarga mereka yang menghancurkan market kita di negeri S, olehnya. Rumor itu, Bunda hanya ingin mencari kebenaran!"


"Baik Bunda! Bunda hati hati, biarkan supir antar Bunda pulang. Karena Leo masih ada pertemuan." hal itu membuat Hanum, senyum.


Pertemuan makan malam dalam undangan, membuat Rico meminta Hanum dan Leo yang datang. Hingga akhirnya Hanum tidak tega jika putranya Ghani dipaksa menikah, sehingga ia meminta bantuan Leo untuk mencari tau asal usul, Shiren dan Louren si kembar keluarga ternama, yang kini memiliki market terbesar dan sejajar seperti Rico.


Akan tetapi kehidupan dua anak kembarnya begitu liar, dan susah diatur. Hanya Leo, anak yang ia angkat yang terus saja berfikir secara dewasa. Bahkan di dalam mobil, Hanum masih ingat perkataan Rikho semalam.


"Mas, maafkan Hanum! Karena Hanum sudah gagal mendidik Ghani yang sulit diatur, ia tidak mau bergabung di market mas Rico, karena ada Leo. Hanum tidak bisa berlaku tidak adil, karena Leo itu anak kita juga. Hanum menyayanginya mas."


"Sayang! semua bukan salahmu, mas yang salah. Karena mas memanjakannya, sementara Leo sangat cerdas, ia benar benar cerdas mirip Adelia. Tapi mas tahu, Leo tidak akan menjadi penghianat seperti ibunya. Kita asuh Leo dengan kasih sayang, dan ketulusan. Ghani dan Ghina hanya mencari perhatian kita. Mas akan memantau mereka, kamu jangan khawatir ya!" usap Rico, pada pelupuk mata Hanum yang mengembang.


***


PANTAI BALI.


Seorang gadis cantik dengan menggunakan two piece swimsuit cerahnya yang membalut tubuhnya yang indah, serta bodygoals dengan pinggang ramping dan kaki putih mulusnya mampu membuat perempuan manapun akan merasa iri akan kecantikannya.


Belum lagi kain yang membalut bagian atasnya tampak jelas menampilkan belahan depannaya, yang cukup besar yang mampu membuat para mata pria hidung belang meneteskan air liurnya ketika di sajikan pemandangan indah dan sangat menggairahkan.


Berbaring santai diatas lonjer berbahan kayu rotan, aluminium berkualitas yang dirinya pesan dari pihak club tempat dimana dirinya bersama temannya akan menghabiskan waktu sorenya sambil menyaksikan keindahan sunset dari pulau Nusa Dua yang tinggal menghitung puluh menit lagi.


Dengan senyum manis yang selalu mengembang di bibir merahnya, dengan bantalan cushion sebagai alas untuk kepalanya, sang gadis begitu asik menikmati waktu bersantainya dengan ditemanin french fies, sandwich, salad buah sebagai cemilan sorenya, tidak lupa sang gadis pun memesan dua kepala ijo untuk dirinya dan saudaranya sebagai pelengkap waktu santainya.


"Aku akan pergi, kau tidak apa aku tinggalkan lebih dulu?" ujar Ghani.


"Kau tidak asik, kau selalu peduli pada kekasihmu Arum. Tidakkah kita solid saat ini, bukankan kau tahu. Jika aku di rumah bunda dan Papa, tidak peduli pada kita. Mereka hanya peduli, hanya pada si anak angkat itu." cetus Ghina.


"Ok, aku menemanimu kali ini saja, aku pergi sebentar! baik baik ya!" ujar Ghani, yang melempar handuk putih pada tubuh kembarannya itu.


Tanpa di sadari oleh sang gadis cantik itu sendiri, bahwa para pria yang berada di samping kanan, kiri maupun depan belakang menatapnya penuh dengan minat yang membara, wajah cantik, kulit putih mulus Ghina dengan tubuhnya seksi yang terdapat di beberapa bagian begitu terpampang nyata di depan mata.


Entah sengaja atau tidaknya gerakan pelan seakan memiliki efek slow mation yang menurut mereka sangat seksi, namun tidak bagi sang gadis cantik itu sendiri.


Ghina mengulurkan satu tangannya untuk mengambil satu persatu french fiesh yang berada di samping kanannya, lalu mengambil kepala ijo dan meminumnya dengan pelan namun pasti.


"Aahhh, segarnya mantap." ujarnya seakan tidak memperdulikan reaksi para pria di sampingnya. Gadis cantik terkekeh sangat pelan ketika mendengar umpatan demi umpatan dari sekelilingnya.


Ghina tak lama menatap seorang wanita berpakaian rapih, berjalan dengan seorang pria dengan gentle tanpa meliriknya.


"Kau hampiri pria dibelakang adikku! awasi adikku. Pastikan pria dibelakangnya, tidak macam macam pada Ghina!" ujar Leo, melalui earphone pada seorang pria suruhan, dari kejauhan.


Ghina sengaja berjalan melenggok, ia mencari keberadaan saudara kembarnya itu yang pergi, tak kunjung datang. Hingga Ghina sadar, kala pria beristri itu menatapnya tanpa berkedip.


Cemburu sih cemburu ya Buk tapi masa berjemur di pantai memakai gamis? Ya meskipun ada sih beberapa pengunjung kaliannya memaka pakaian muslim. Tapikan dirinya jauh-jauh datang dari ibukota ke Bali untuk menikmati keindahan senja di pagi hari sambil berjemur cantik.


Seharusnya yang patut di salahkan itu ya suaminya, karena tidak bisa menjaga matanya yang berkeliaran kesana kemari mencari daun muda. Lagian kenapa hanya dirinya saja yang kena marah oleh wanita tua itu sementara disini banyak para perempuan baik turis maupun lokal menggunakan bikini, bahkan bikini mereka jauh lebih seksi dari bikini yang di kenakannya.


Kenapa aku yang kena marah, sementara yang lainnya tidak ikut di marahin? ujar Ghina, karena beberapa saat ia mendapat teguran dari wanita paruh baya. Karena suaminya menatapnya dengan tatapan serius.


Satu hal yang dirinya tidak sukai selain kena omelan tak berfaedah, wanita tua itu beruntung karena posisinya tidak bersama Ghani. Coba kalau ada kembarannya, bisa di pastikan detik itu juga wanita tua itu langsung terkena mentalnya atau mungkin bisa terkena serangan jantung ringan akan kalimat balasan yang di keluarkan dari bibir Ghani.


Selain memiliki IQ tinggi keunggulan lain, dia itu adalah memiliki public speaking yang bagus hingga mampu membalikkan setiap kalimat yang di ucapkan lawan bicaranya.


Selain pemilik IQ tinggi, public speaking yang bagus dia pun meraih sabuk hitam dari salah satu bidang olahraga bela diri ternama di Ibukota.


"Hey, Ghina. Lo udah nunggu lama? sory ya gue telat nih." ujar Helen, ia teman baik Ghina.


"Ga masalah, lagian gue kesini mau liburan."


"Mana kembaran lo itu?" ucap Helen.


"Pergi, dah lah. Kita ke ujung tebing, bagus gue jadi ga sendirian, gue kira lo ga jadi dateng. Tar malam jadi ke club kan?" ujar Ghina.


Hal itu membuat anggukan Helen, dengan happy. Pasalnya Ghina tipe teman yang royal dan asik.


Gilaaaaa! "Lihat deh, itu cowo cool banget!" ujar Helen, membuat tatapan tidak suka Ghina kala menoleh. Lagi lagi dia, si anak angkat terus saja menguntitnya.


Tbc.