
"Apa maksud ibu, aku nikah sama dia?"
"Iy nak, dia baik kok." ucap Dewi.
“Menikah dengan mantan dokter?”
“Iya Mey, itu adalah wasiat terakhir ayahmu sebelum dia berpulang.”
Mey termangu dalam beberapa detik wanita manis dengan kulit seputih susu itu terkejut bukan kepalang mendengar perkataan ibunya.
Menikah? dan desusnya itu dengan dokter Faaz sang duda yang sakit jiwa, oh tidak! Mey bahkan tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya.
Bahkan Mey saja tidak cukup mengenal bagaimana Faaz yang Mey ketahui, lelaki itu hanyalah seorang dokter yang merawat ayahnya sewaktu sakit dahulu, selebihnya Mey tak tahu apapun tentang dia, lalu bagaimana bisa saat ini Mey harus menikah dengannya?
“Tidak bu, aku tidak mau!”
Dewi, sang ibu menghela nafas, wanita parubaya itu sudah menduga bahwa putrinya pasti tidak akan mudah setuju dengan perjodohan ini.
“Mey, jika kamu tidak menuruti wasiat terakhir ayahmu, kasihan ayah nak, dia pasti tidak akan merasa tenang di alam sana.”
“Bu, Mey tidak terlalu mengenal dokter itu kan saat ini sakit. Mey tidak bisa menikah dengannya!”
“Mey, Faaz itu lelaki yang baik, selama dua tahun belakangan ini dia yang telah merawat ayahmu, mana bisa di katakan sakit jiwa. Ibu yakin dia bisa menjadi suami yang baik untuk kamu nak. Apalagi ia saat ini berprofesi intel hukum selain membuka klinik.
Mey mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangan, Mey bingung dan dilema, apa yang harus dia lakukan? menyetujui perjodohan ini sama saja akan membuat hidup Mey hancur.
Sampai akhirnya, derup suara langkah kaki terdengar mendekati Mey dan juga ibunya yang saat ini berada di ruang tengah.
Mey mendongak, saat itu pula ia melihat kehadiran Faaz, pria yang baru saja mereka bicarakan.
“Nak Faaz sudah datang,” sapa Dewi sembari beranjak dari tempat duduknya.
Faaz mengulas senyum pada wanita parubaya itu.
“Ya tante, baru saja.”
“Tante sudah bicara sama Mey, sekarang tinggal kamu yang meyakinkannya, kalau begitu tante tinggalkan kalian berdua dulu ya,” sambungnya.
Yang berhasil membuat Mey terperanjat.
“Ibu mau kemana, di sini saja!” cegah Mey.
Di saat yang bersamaan, Faaz terlihat mencari posisi nyaman untuk duduk tepat di samping Mey.
Entah kenapa, Mey mendadak menjadi sangat canggung dan begitu gelisah terlebih lagi tatapan Faaz yang begitu intens padanya, membuat darah Mey rasanya seperti naik turun.
“Saya tahu kamu pasti merasa terkejut dengan wasiat terakhir ayahmu tapi memang itu lah kenyataannya, mendiang pak Danish ingin saya menikahi kamu Mey, saat melihat fotomu aku juga kagum akan wajah dan sifat baik penurutmu.”
***
Pengumuman Yang Ingin Tahu kisah Lisa dan Fawaz.
Masih Tahap Review ya.
Judul : ISTRI GENIT MAS FAAZ.
Yang Udah Pernah baca Horor "Peka "
Bakal ada seoson 2 nya ! Judul : Seatap Dengan Hantu Suamiku
Pengumuman Yang Ingin Tahu kisah Lisa dan Fawaz.
Masih Tahap Review ya.
Yang Udah Pernah baca Horor "Peka "
Bakal ada seoson 2 nya ! Judul : Seatap Dengan Hantu Suamiku.
* Duri Pernikahan, dan Judul Lainnya.
Yuks Jangan lupa masuk Rak! Semoga Perhari ini udah Acc.
Yuks Jangan lupa masuk Rak! Semoga Perhari ini udah Acc.
Yuks Jangan lupa masuk Rak! Semoga Perhari ini udah Acc.
Masuk Rak Ya All.