BAD WIFE

BAD WIFE
SIASAT LAGI



"Kau tau kan, perjanjian kita belum genap enam bulan?"


"Alfa! ayolah. Akhiri semuanya, aku sudah lelah. Apa kamu tidak capek menjalani kebohongan terus menerus?"


Hanum menunjukan percakapan beberapa saat lalu, kebetulan kerabat mbak Nazim adalah orang dalam dipengadilan. Sementara Alfa ia menolak untuk berpisah. Alasan Alfa adalah dirinya tetap ingin bersama sampai keadaan bisa dijelaskan.


"Kamu itu pria serakah! kamu ga sadar apa yang kamu lakuin sama aku, aku terluka?"


Perdebatan itu semakin tinggi nada Alfa! hingga dimana suara pintu terdengar. Hanum segera menutup mulut Alfa dengan kilat. Tubuh Hanum condong kedepan, sementara tangan Alfa menahan jarak agar tubuh mereka tidak menempel. Hal itu jelas kala Alfa mau tidak mau menahan pinggang Hanum yang ramping tapi berisi.


"Kau gendutan lagi?" bisik Alfa.


Hanum yang sadar tangan Alfa menyentuhnya. Ia segera mengerjapkan matanya. Lalu mendorong tubuh Alfa dengan kilat.


"Omong kosong! gendut atau tidak, itu bukan urusanmu!" cetus Hanum.


Hanum menoleh ingin masuk kedalam rumah, tapi terkejut kala Lisa menatapnya dengan penuh pertanyaan.


"Kalian bertengkar lagi? baru beberapa jam ketemu kok berisik aja sih?"


"Apa sih kak! aku masuk dulu ya!"


"Suamimu ga diajak Han?" kilat Alfa senyum pada Lisa. Alfa lakukan agar tidak terlihat mereka sedang tidak baik baik.


Lisa yang membuang sampah, ia segera menghubungi sang mama yang kini di rumah eyangnya. Lisa segera menghubungi sang mama, jika ia akan menjemputnya. Namun sebelum ia pergi, ia segera mengetuk kamar Hanum untuk menanyakan apakah adiknya dan suaminya itu akan menginap atau tidak.


"Han, kamu mau pulang kerumah suami kamu atau disini?" Took! Took.


Lisa yang tau pintu kamar sang adik terbuka sedikit, ia segera masuk dan menghampiri Hanum yang terlihat sedang mengusap tisue ke mata merah mengembang.


"Hanum, kamu nangis. Sebenarnya kalian ada apa sih? kakak curiga deh! kalau mama mertua kamu itu ada konsenterasi. Eeh Konspirasi terhadap kamu?"


Hanum yang tak tahan, ia segera memeluk Lisa. Lalu ia mengatakan hal semuanya apa yang terjadi selama puluhan menit. Hal itu juga membuat Alfa penasaran karna dirinya masih berada di ruang tamu menunggu Hanum untuk ikut bersamanya pulang.


"Apa ..? kakak ga salah dengerkan. Jadi kamu mau dinikahi karna tanggung jawab si pria gila model Alfa? Ya ampun, Hanum kalau kita semua tau lebih awal. Kamu harusnya cerita dong!"


Lisa menyalahkan Hanum," berkali kali berkata jika udah kaya gini kakak bisa bantu apa coba?" memutar langkah mundar mandir.


Mama Rita dan mama Maria itu punya sedikit penyakit tua alami. Jadi penyampaiannya itu ribet tau gak! Sehingga Lisa memutar pikiran agar adiknya itu bisa terlepas dari beban.


"Kakak akan coba bantu untuk kalian bisa berpisah! tapi satu hal, adakah alasan lain selain wanita bernama irene. Han, kamu ga menyembunyikan sesuatu lain lagi kan dari kakak?"


Hanum terdiam, ia segera menggeleng dan berkata jika ia tidak menyembunyikan sesuatu. Lisa pun segera meminta Hanum untuk pulang bersama Alfa. Lalu menitipkan kamera kecil berbentuk pena dan kotak, agar bisa merekam aksi Alfa dan Irene saat bersama.


"Jadi aku harus rekam kak?"


"Kak! mereka punya nama. Bukan ager ager,"


Lisa menyorot mata adiknya. Ia takut jika saat ini Hanum sudah jatuh cinta dan akan semakin sulit untuk membuat nama Alfa Jhonson mendapat karmanya.


"Semoga saja niatku bantu kamu, tidak sia sia. Jangan sampai sudah di ujung tanduk batal karna kalian saling mencintai."


"Kak! ga mungkinlah." tolak Hanum, meski ia juga sedikit bingung. Hingga dimana Hanum segera meraih koper kecilnya dan ikut pulang bersama Alfa.


KEDIAMAN ALFA.


Hanum sudah selesai membersihkan dirinya. Meski kepalanya masih terasa pusing. Namun Hanum tidak mau kalah dengan rasa sakit hatinya. Ia tetap akan memilih untuk kuat melawan Alfa. Mencari bukti ketika suaminya itu memang tidak layak di pertahankan.


Baginya ia sudah sering mendapat sikap dan perlakuan tidak baik. Sudah seharusnya Hanum menampaki jika dirinya bukan wanita lemah, yang sering Alfa ucapkan istri yang buruk, yang tidak patut di pamerkan jika ia benar istri sah Alfa Jhonson.


"Tenang saja! jika aku jadi istri terbaik. Kau akan menyesal Alfa. Bukan lagi Hanum Bad Wife melainkan Hanum good wife."


Senyum Hanum yang ingin membalas dendam, membuat Alfa jatuh cinta. Dan ia kembali membuat Alfa merasakan apa yang ia rasakan dan di tinggalkan. Kau tau rasanya ada tapi seperti tak ada Alfa? Kau yang memulai membuat hidupku berantakan. Guman Hanum meletakkan sebuah gelas berisi jus pare.


Tak lama benda pipihnya terlihat nama Fawaz membuat panggilan ke nomor Hanum.


ON PHONE CALL


Fawaz : Hallo, Han?


Hanum : Faw. Ada yang bisa aku bantu, semalam ini ga biasanya kamu hubungi aku?


Han, to the point saja. Minggu ini aku akan datang terlambat ke indonesia tapi aku lupa. Bisa membantuku besok untuk mengambil satu kotak di bawah meja kerjaku. Ada laptop dengan map hitam. Aku ingin kau memotretnya untuk ku.


Hanum : Bisa, tapi aku?


Hanum terdiam, ia menoleh dan benar saja Alfa masih belum kembali, sejak mengantarnya pulang kerumah pribadi Alfa setelah menikah.


Fawaz : Aku tau. Kepalamu sedikit pusing, tapi berkas itu sangat penting bagiku Han?!


Hanum : Baiklah! aku akan segera memotretnya besok pagi sekali. Percakapan pun berakhir, hingga Hanum segera mengunci ponselnya dengan sidik jarinya.


Hanum segera bangkit, mengatur posisi duduk dan membenarkan hordeng yang terbuka. Ia mengintip dan terlihat seseorang datang.


Namun lampu sein menyala berhenti di garasi. Hanum sedikit terdiam, ingin menangis tapi rasanya sudah mengering. Pria itu terlihat tampan, tapi kelakuannya membuat hanum menggeleng kepala ketika membukakan pintu satu lagi, dan seorang wanita senyum dengan manja.


'Jika jodoh itu cerminan diri dari pria baik akan mendapatkan wanita baik. Mengapa aku tidak termasuk kategori seperti itu?'


To Be Continue!!