BAD WIFE

BAD WIFE
TIDAK PERCAYA



Hanum, kini berada di alam bawah sadar. Tidak pernah ia berjalan menapaki tangga kayu dengan asap kabut. Pohon yang menjulang tinggi, terdapat pohon kapuk yang bertebaran. suara alu lalang burung dan anak kecil tertawa membuat Hanum mencari keberadaannya.


Hanum memutar, melangkah seolah mencari suara anak kecil tertawa. Terlihat jauh tapi dekat, dekat tapi sangat tak terlihat meski nyata bagi pendengarannya. Jika itu adalah suara tawa anak anak, namun tak nyata bagi Hanum.


Sementara di ruang dokter. Alfa sedang bertanya kondisi istrinya Hanum. Alfa berkali kali menanyakan keinginan taunya. Agar ia bisa menghadapi Hanum. Dan Hanum ikhlas dengan jawabannya, sesuai pengetahuan yang baru saja dokter Feli menjelaskan.


"Dok, sejenis hamil yang istri saya alami. Adakah kemungkinan dia sudah jadi janin? jika ia, aku sangat bersalah karna menyetujui kuret?"


"Pak Alfa. Tenanglah! biar saya jabarkan, dan saya ambil hasil lab, agar pak Alfa paham!"


Pada hamil anggur komplit, sel telur tidak mengandung kromosom sehingga tidak akan terbentuk janin setelah pembuahan. Akan tetapi, tubuh ibu hamil tetap memproduksi hormon kehamilan atau hCG sehingga jika menggunakan test kehamilan yang sederhana, hasilnya akan terlihat positif.


"Jadi layaknya hamil pada umumnya, hanya saja kosong tidak berbentuk janin. Maka dengan kata, jika saya tidak kuret pada kondisi bu Hanum. Itu akan membuat derita sejenis penyakit di kemudian hari." jelas dokter Feli.


"Pertanyaan satu lagi, mungkin sedikit sensitif. Boleh saya bertanya lagi?"


"Silahkan pak Alfa. Saya akan menjawab sesuai kemampuan dan istilah medis yang saya pahami."


"Lantas, berapa lama rahim bersih setelah keguguran. Agar saya bisa eheuuum, dokter mengertikan maksud saya?" sedikit malu Alfa.


Dokter Feli ikut tersenyum, sehingga kala itu sang dokter menjelaskan dengan meletakkan hasil Lab Hanum.


Pascaprosedur kuretase dilakukan, serviks tidak langsung menutup. Butuh waktu hingga dua minggu bagi serviks untuk menutup kembali. Serviks yang menutup menjadi salah satu tanda tanda rahim sudah bersih setelah keguguran dan proses pemulihan Anda berangsur membaik.


"Saran saya, tunggu selama empat minggu ya pak!" senyum dokter yang memahami.


Setelah banyak Alfa mengetahui penjelasan. Ia ia keluar, guna membeli buah dan menebus obat sebelum menemui Hanum saat ini. Ia sudah di pindahkan pasca semalam menjalani kuret.


Lisa yang kini memegang tangan Hanum, ia segera meraih tangan Hanum, membantunya. Setelah lantunan shalawat dari ponsel ia suarakan di dekat Hanum. Hal itu membuat tatapan Fawaz disebelah kanan, menatap keistimewaan Hanum yang memiliki Lisa, sang kakak yang setia dan penyayang.


"Kak, aku dimana. Sakit sekali aku kak?"


"Hanum, kamu jangan banyak gerak dan berpikir! Kamu harus happy, kamu sakit. Dan sebentar lagi pasti kamu pulang."


"Katakan kak! apa bayiku selamat? kenapa aku merasakan sakit dibagian itu?" Lisa terdiam, ia pun menatap Fawaz.


Hingga dimana Alfa datang menatap Lisa dan Fawaz. Lisa yang tau kode tidak enak dalam ruangan pasein. Ia meminta Fawaz keluar bersamanya, dan memberi waktu pada Alfa dan Hanum berbicara.


"Alfa lebih berhak menjelaskannya Han, kaka tunggu di luar ya?!"


Hanum hanya mengangguk, ia menoleh menatap Alfa yang kini memandang Lisa.


"Gue titip Hanum, jangan kecewain dia. Gue mau jemput nyokap. Nyokap harus tau kondisi putri sulungnya saat ini." cetus Lisa pada Alfa.


Fawaz yang kini tak rela menatap Alfa dan Hanum didalam saja. Rasa cemburu sangat membuat ia tak konsen saat dinas malam ini. Suara serak Lisa menyadarkan Fawaz.


Eheuuum! "Dokter Fawaz, jam segini apa belum jadwal bekerja?"


'Panggil kamu, emang kamu dokter kandungan?' gerutu Lisa yang masih menatap punggung Fawaz telah hampir jauh dari keberadaannya.


***


"Ga mungkin, dia masih ada kan. Kamu boong kan Alfa, lebih baik kamu pergi dari sini!" isak tangis Hanum.


"Han, sesungguhnya tidak ada yang tidak bersedih ketika ditinggalkan calon buah hati kita. Tapi kondisi kamu berbeda, dia belum jadi janin. Dokter jelasin semuanya, aku mohon jangan sakiti diri kamu seperti ini Hanum!"


"Sakiti. Kesakitan aku saat ini ga ada apa apanya ketimbang prilaku kamu sama aku, Alfa. ingat itu!" jelas Hanum.


"Aku ngerti! ok. Aku paham emosi kamu, aku udah beli buah dan susu. Vitamin juga, aku ga mau kamu stres berat. Jangan emosi, ga baik untuk mental kamu dan kesehatan kamu. Juga jahitan lukamu Han!"


"Mental, aku sudah kehilangan akal semenjak hidup sama kamu Alfa. Dan aku nyesel, kamu lebih tau aku mengalami kehamilan ini. Aku benci kamu Alfa! aku benciii!!" teriak Hanum.


Hal itu membuat suster datang, lalu memencet tombol darurat, agar dokter keruangan guna mengecek pasein.


"Pak! saya minta anda tunggu diluar! dokter kami akan menanganinya!" ucap suster.


Alfa menggigit bibirnya dengan panik, begitu histerisnya Hanum. Bahkan ia menyesal kala prilakunya pada Hanum sangat berlebihan.


'Hanum, aku ga akan nyerah dapatin hati kamu.' lirih Alfa.


Hingga dimana Alfa terkejut seorang wanita datang tersenyum padanya.


Sambil tunggu Hanum, yuks kepoin litersi Autho**r**.


Hanum masih ada kelanjutan, dan proses reveiw ya, mohon maaf up sedikit telat. Semoga ga lama reveiwnya dari noveltoon.


MASA LALU SANG PRESDIR


(21+)


By : Enis Sudrajat


"Aaaaaah ... kamu bikin aku cemas aja sayang!" Richard memeluk Annet dan menyelusupkan wajahnya ke dada Annet yang terbuka.


"Rich sakit! pelan dong bulu di muka kamu baru tumbuh itu." Annet membuka kancing kaos berkerah yang dikenakan Richard.


Richard malah terkekeh, menarik tali pita baju Annet yang tak bertangan lalu membuka melempar pakaiannya sendiri.


"Aku nggak tahan sayang, aku ingat kamu sejak di tempat gym tadi, entah kenapa jagoan ku ini nggak bisa kompromi sama sekali!" Richard menunjuk ke bawah perutnya.