BAD WIFE

BAD WIFE
MENCURIGAI RUANGAN



Lisa yang semalaman menangis, ia hapus untuk tidak lagi menangis. Tapi rasanya sakit terasa pedih, Lisa takut jika mas Fawaz menalak dia karena beban pekerjaan. Atau jika benar seorang wanita yang berasal dari pasien vvip, ah! rasanya hati Lisa sangat tidak bisa dimaafkan jika itu terulang.


"Mas, kamu tahu kan perjanjian kita dahulu. Jika salah satu dari kita berkhianat, maka angkat kaki tanpa sehelai barang yang kita punya saat ini. Jika kamu sudah mendapat ganti aku, apa yang harus aku jawab jika anak kita lahir?" Lisa mengusap foto pernikahan.


Kita mengenal dari tidak sengaja, dan kembali bertemu jika kamu dekat dengan adikku. Lupa saat aku menyerah karena dirimu, kamu mengejarku. Kamu membawa balon warna warni hanya untuk aku lihat dari atas balkon, yang bertuliskan Lisa, jadilah ratu kehidupanku. Menikahlah denganku.


"Jadi kata kata itu hanya benteng untuk mendapatkan aku, tapi hanya isu belaka yang tidak berarti. Kemana dirimu yang manis mas?"


Lisa kembali merasakan kram di perutnya, bahkan jadwal usg saja ia lewatkan karena ia ingin sekali Fawaz menemaninya. Lisa menimang nama seseorang di layar ponselnya.


"Jika aku bertanya pada mama Felicia, apa mama mertua, akan ada di pihakku?" lirih Lisa yang bingung.


Lisa kembali bersandar untuk memejamkan matanya di kasur, sepulang Lisa bekerja bi inah khawatir selalu membawakan beberapa makanan dan susu. Tapi sampai saat ini ia belum mau makan, Lisa akhirnya merasakan sakit hatinya pada seorang pria yang pernah saling berjanji.


"Kenapa tingkah Fawaz mirip Alfa, dia kasar tanpa salah apapun. Beginikah dulu Hanum merasakan perlakuan kasarnya Alfa, andai Hanum dekat, andai Hanum tidak dalam pemulihan persalinan. Mungkin dia orang yang pertama aku berkeluh kesah selain papa. Mama tidak boleh tau, masalah aku." gemuruh Lisa hingga ia memejamkan matanya karena lelah.


Di balik ruangan rumah sakit, terlihat seorang wanita mengunjungi rumah sakit. Ia kembali duduk dan menunggu antrian untuk menebus obat. Tapi satu hal yang wanita itu membuat terkejut adalah, seorang pria berjas putih berjalan dengan gagah, tampan dan aura dingin yang cool.


"Suster, tolong periksa data pasien ini ya! pasien berikutnya siapa ya?" ucap Fawaz.


"Oh, nona di sebelah ini. Dia ingin periksa, konon jantungnya masih sering bermasalah, setelah operasi."


Fawaz hanya menatap kedip dengan acuh, tak seperti pria lain yang mempesona pada dirinya. Ia kembali masuk ke ruangannya.


"Sust, nama dokter itu siapa ya?"


"Oh, itu akan memeriksa bu Nestia, dokter ganteng di rumah sakit ini. Tapi sayang, udah beristri."


Nestia pergi membeli dua coffe, lalu satunya ia taruh bubuk serbuk. Wanita ini berasal dari adat nenek moyang, yang percaya akan hal tak kasat mata. Dari perjuangannya menjadi vloger baru dalam sekejap melejit, hingga apa yang ingin ia mau pasti tercapai. Tapi ia salah gunakan dengan hati yang kotor.


Ngapusi, ora bisa njupuk mate wong, ora berkah! ( berbohong, ga bisa ambil jodoh orang, ga berkah) serbuk tidaklah paten ndok! ada larangan dan seseorang sadar dengan aura jiwanya yang kuat.


"Mbah, ini permintaan Nestia terakhir. Nestia ingin hidup dengan pak dokter. Cah lanang nggantheng sukses karir. ( cowok ganteng sukses kariernya ) Nestia capek di dekatin cowo labil. Ga peduli nasib nantinya.


Hari itu Nestia masuk ke dalam ruangan, hal acuh seperti biasa, Fawaz merawat pasien sama seperti yang lainnya. Hingga beberapa kali Fawaz mendapat bonus coffe, biasanya ia sering berikan pada petugas kebersihan. Ia anti untuk menerima makanan dan minuman dari orang lain apalagi pasien. Tanpa sadar Nestia mengikuti Fawaz di jam istirahat.


Hingga satu hari di coffe shop, Nestia berusaha diam diam membayar waiters untuk menukar coffe yang ia pesan, ia masukan sesuatu mirip serbuk sugar rendah berwarna hijau. Ia bilang pada waiters ini hanya gula kesehatan, tidak beracun dan aman. Lalu membayar waiters bungkam tidak bicara dengan uang lembaran merah, untuk di berikan pada pesanan seseorang.


Saat itulah Nestia berpura pura menabrak Fawaz. Fawaz mulai senyum dan dekat pada wanita yang sudah ketiga kalinya ia berobat padanya.


Aaaaaargh!! teriak Lisa. Ia terbangun dari tidur, dan mimpi buruknya.


Bi inah membangunkan, "Non Lisa, sakit toh? ada apa. Kenapa jadi keringat dingin gini?" menepuk pipi panik.


"Akhir akhir ini kenapa non Lisa, non Lisa kudu sabar! banyak masalah tetap harus makan. Makanan bibi ga enak ya? biar bibi masakin lagi. Bayi non Lisa harus di pikirin!"


"Maafin Lisa ya,"


Bi inah sudah mengganti makanan dan susu, Lisa perlahan diberi minum dan di suapi. Ia merasa terharu pada bi inah dengan menghapus air mata kerinduan dan kesakitan yang bercampur.


"Bi, mas Fawaz itu yang bibi kenal gimana? apa dia jarang pulang karena ada wanita lain?"


"Ya ampun ndok! kenapa bilang kaya gitu. Den Fawaz ga mungkin ngelakuin hal kaya gitu, kalau pun sampai terjadi. Nyonya besar kudu tau, pasti den Fawaz ga normal itu. Sudah bibi lihat tingkahnya aneh, matanya sering merah dan wajahnya, maksudne Auranye jelek gelap ga kaya biasanya. Bi inah itu udah hafal den Fawaz dari orok."


Lisa terdiam, ia masih tidak mengerti akan hal mistis. Tapi jika alasan apapun, mana bisa Lisa bertahan jika ia benar benar di khianati oleh mas Fawaz.


"Besok Lisa ajuin cuti, bi inah temanin Lisa usg mau ga?"


"Mau non, mau banget." sambil menyuapi Lisa.


"Udah bi, makasih ya. Lisa berharap bi inah dan pak Soe mau tinggal kemanapun Lisa berada. Jangan katakan hal lain tentang Lisa tadi cerita ya. Apalagi mama Lisa punya asma."


"Iya ndok! tawakal, minta sama gusti agung yang membulak balikan keadaan. Non Lisa pasti kuat, mau naik level di angkat derajatnya. Gusti agung rindu sama non Lisa, kasih ujian yang sudah pasti umatnya siap hadapin."


"Makasih bi inah, udah nguatin Lisa. Nasihatin Lisa."


"Sama sama ndok, bi inah balik benahin ini dulu ya. Jangan lupa susunya habisin!"


Lisa kembali tidur, entah kenapa ia merasakan ketakutan. Bajunya dibuang oleh seseorang, dan wanita yang tak asing dalam mimpinya memberikan ia sebuah kopi pada suaminya. 'Aku harus selidiki, bisa aja mimpi aku tadi tanda. Ya rabb, tuntun Lisa. Kuatkan Lisa dan bayi ini.' mengelus perut.


***


Pagi harinya Lisa sudah ke rumah sakit al zeera. Ia menanyakan pada suster, asisten baru Fawaz. Ia menanyakan beberapa hal, dan suster itu bingung. Ia memberitahukan hal apa saja yang ia tahu, tanpa pengurangan kata satu pun.


Setelah itu, Lisa diam diam masuk tanpa sepengetahuan suster. Dengan kunci yang ia punya, ia segera membuka dan meletakan beberapa kamera kecil, dan perekam suara. Lisa penasaran apa yang terjadi dengan suaminya. Sehingga ia menatap bukti bukti yang mencurigakan di tempat kerja suaminya.


Lisa perutnya sakit, kala melihat satu kotak merah panjang. Tapi ia tidak bisa buka itu apa, alhasil ia bawa dan pulang tanpa Fawaz tahu.


"Sin, gue nemuin kotak aneh di ruangan mas Fawaz. Kita ketemuan ya pagi ini!" chat Lisa pada temannya.


Tbc.


Sambil tunggu kelanjutanya, Author ketik dari narasumber samaran nama Lisa. Yuks mampir ke novel temen litersi Author.