
Sudah dua hari Kiki tidak masuk sekolah. Setiap di hubungi, gadis itu tidak mau menjawab. Hanya jika Bee mengirimkan pesan, baru lah gadis itu membalas.
Gue lagi ga enak badan Bee. Gue udah izin ga masuk beberapa hari ini. Don't worry about me, darl..
Hanya itu pesan yang dia terima. Bahkan saat Bee mengatakan ingin mampir ke rumah Kiki, gadis itu melarangnya.
Hingga hari ketiga Kiki masih tidak masuk, Bee benar-benar merasa kesepian. Biasanya Kiki tak habisnya bercerita, membuat nya terhibur.
Di gerbang sekolah, pandangan Bee terpusat pada sosok seseorang yang sepertinya dia kenal. Lama diamati memastikan pria itu.
"Loh..kak Erick. Ngapain di sini?" tanya Bee tersenyum pada pria berjas hitam itu.
"Eh.. Bee kami sekolah di sini?" ucap nya gelagapan. Bee hanya mengangguk.
Sejenak ragu, tapi Erick menimbang. Mungkin Bee bisa membantu nya menyelesaikan masalahnya. Sudah sejam lebih dia berdiri di depan gerbang sekolah. Hingga pak satpam memandang curiga padanya.
"Bee, kamu kenal ga siswi dengan nama Kiki? dia juga anak kelas XII"
Bee berfikir sejenak. Dia memang tidak terlalu banyak mengenal teman-teman seangkatannya. Mungkin mereka yang justru sangat mengenal Bee, secara gadis itu model.
"Ada sih kak. Tapi ga tahu juga itu yang kakak cari" sahutnya menatap Erick yang tampak gelisah.
"Oh..ini photo nya" sembari mengangsurkan ponsel nya ke arah Bee.
Tak menjawab, justru Bee menatap Erick saat ini. "Kakak kenal Kiki dari mana? eh..tunggu dulu" Bee seolah bisa menarik benang merahnya. Sedikit banyak Kiki pernah membahas masalah gebetan nya. Jangan-jangan..
"Kakak cowok yang lagi di taksir Kiki ya?" sahutnya spontan.
"Kamu kenal dia Bee? bisa aku ketemu sama dia?" mimik khawatir bisa terbaca dari wajah tegang Erick.
"Kiki ga masuk kak. Sudah tiga hari. Mmm..tapi dia pasti senang kalau kakak nyariin dia. Sebentar.." Bee mengambil pena dan secarik kertas dari dalam tasnya. Menuliskan alamat rumah Kiki dan menyerahkan pada Erick.
"Siapa tahu kakak butuh" ucapnya. Setelah Erick berterima kasih dan pamit pergi, Bee kemudian melangkah setelah melambai pada pak satpam yang menyapanya.
Tin..tin..
Merasa tidak menghalangi jalan, Bee sama sekali tidak menggubris klakson mobil yang memekakkan telinganya
Tin..Tin..
Geram dengan tingkah si empunya mobil, Bee membalikkan badan nya bersiap memaki, tapi saat mengenali mobil itu, dahi nya mengkerut. Tak lama kaca pintu belakang terbuka lalu satu lengan berbalut jas menjuntai menjentikkan jari meminta dirinya mendekat.
Bee kenal tangan siapa itu. Orang yang punya tingkah bak raja itu tak lain adalah Bintang. Tapi mau apa pria itu di sini?
Dengusan Bee menemani langkahnya mendekat pada mobil. Riko yang turun dari pintu depan, membuka kan pintu bagi Bee.
"Tumben kemari? ga kerja?" ucapnya melihat ke arah Bintang yang berwajah dingin.
Apa lagi salah gue. Tuan muda lagi murka kayaknya..
"Tutup pintu nya" hardiknya membuat Bee segera menarik kuat daun pintu mobil.
Setelah Riko menjalankan mobil, Bintang melirik ke arahnya. Menatap tajam penuh kesal.
"Apa?" delik Bee
Bintang masih menatap nya tajam, lalu mendengus. Kembali mengalihkan tatapan nya ke depan. "Siapa pria itu?"
"Dasar aneh..emang kamu ga kenal sama dia?"
"Penting memang nya aku kenal sama dia?" balas Bintang makin kesal menyadari Bee bahkan menyebut pria itu kak.
"Udah ah, aku malas berdebat. Aku capek" putus Bee memejamkan mata.
"Jawab, itu siapa?" Bintang masih menuntut.
"Iiiih...dasar orang tua. Om-om usia lanjut. Itu kan asistennya Sky, kak Erick. Aku kenal karena sering di hubungi buat pemotretan. Puas?" mood Bee semakin berantakan.
"Ngapain dia nemuin kamu? punya maksud apa dia?" geram Bintang. Mengambil benda pipih lalu menghubungi seseorang. Panggilan itu sengaja di buat nya dengan menekan tombol speaker.
"Halo.." terdengar suara wanita di seberang sana yang Bee kenal.
"Sky..aku minta kamu pecat asisten bodoh kamu itu, karena sudah mendekati istri ku"
Tut..
Kekesalan di ubun-ubun membuat Bee mengambil paksa ponsel Bintang lalu mematikan panggilan itu.
Kedua nya saling menatap dengan kekesalan Masing-masing. "Kakak kenapa bisa kayak anak kecil gini sih? kak Erick itu datang ke sekolah buat nyariin Kiki, bukan aku!" salak nya kesal. Tak habis pikir kenapa pria dewasa di samping nya ini bisa bersikap menyebalkan.
Mendengar penjelasan Bee, Bintang jadi malu. "Apa? mau nanya apa lagi? kakak udah buat aku malu sama Sky!" Bee membalikkan tubuhnya membelakangi Bintang yang melongo.
Cemburu sudah membutakan matanya. Siapa pun tak bisa di tolerir jika berniat mendekati istrinya.
"Bee..." panggilnya lembut.
Tapi yang di panggil memilih tetap diam. Memejamkan mata dan berharap cepat sampai di rumah. Belakangan ini tubuhnya begitu cepat lelah. Apa karena hampir setiap malam dalam satu bulan ini mereka bertempur? ada saja alasan Bintang untuk mendekati Bee, dan setelah sentuhan penuh menggoda dari Bintang, Bee akan jatuh di pelukan pria itu.
Aturan yang dulu di buat Bee untuk memberi nafkah batin untuk nya sekali dalam sebulan kini sudah tidak berlaku lagi.
Mungkin tanpa di sadari kini Bee sudah masuk dalam arus gairah yang di timbulkan Bintang.
"Bee..sayang.." bujuk Bintang.
Tapi gadis itu masih tak bergeming. Pura-pura mati sekalian. Tapi usahanya untuk terpejam gagal, karena nyatanya suara pria itu terus saja merengek memanggil namanya.
"Bee..."
"Apa sih kak? aku mau tidur" seru Bee benar-benar menguji kesabarannya.
"Maafin aku.." tatapan memelas Bintang menggelitik hatinya. Kenapa pria itu bisa membuat ekspresi sebegitu menggemaskannya. Wajah tampan nan sangarnya berubah menjadi imut.
Merasa tatapan Bee sudah bersahabat, Bintang mendekatkan tubuhnya lalu menarik Bee ke pelukannya. Itu sebenarnya yang di butuhkan gadis itu. Entah mengapa dia jadi candu dengan pelukan Bintang. Setiap rasa lelah menyerang, Bee akan membayangkan nyamannya di pelukan pria itu.
Dengan cepat mata Bee terpejam. Rasa ngantuk nya menyerang. Penuh kelembutan Bintang membelai punggung Bee yang kini menjadikan pahanya sebagai bantalnya.
"Ko, mulai besok, jangan lupa sediakan selimut dan bantal di mobil ini" perintahnya.
Riko yang sempat melirik tuan muda yang semakin hari punya kelakukan bak ABG baru kenal cinta hanya tersenyum. Bintang tidak pernah sebahagia ini dengan wanita-wanita nya sebelum ini. Begini lah cinta, yang bisa mencairkan bongkahan es raksasa sekalipun.
Penuh perasaan Bintang mengecup kening Bee. "Tidur yang nyenyak sayang" bisik nya.