Sold

Sold
Siasat Asri Linggis



Keraguan yang sempat ada di hati Kinan, sudah dia hempaskan. Dia tidak ingin kecurigaan dan rasa tidak tenang di hatinya menjadi penghancur keharmonisan rumah tangganya. Terlebih, Piter juga sudah mengikrarkan rasa cintanya.


Tapi pada malam kedua setelah hari ulang tahun nya itu, Kinan kembali menemukan noda lipstik di lengan kemeja Piter. Rasa geram dan kesal kembali datang menyerang. Pikirannya sudah bercabang memikirkan kemungkinan yang terjadi hingga ada noda lipstik ini.


"Kamu tuh pake baju gimana sih?" ucap nya kesal saat melihat Piter keluar dari kamar mandi masih dengan lilitan handuk di pinggangnya. Seketika pikiran liarnya mencuat ingin menarik penghalang keindahan itu. Tapi buru-buru Kinan menggeleng kan kepala menghalau pikiran nakalnya yang berhasil membuat jantung nya berdebar kencang.


"Kenapa lagi sayang? istri aku bawel banget belakangan ini. Lagi palang merah ya?" goda nya memeluk pinggang Kinan dari belakang.


"Nih.." ucapnya mengangkat kemeja dan menunjukkan pada Piter. Saat di rumah ibu kemarin, Kinan sempat curhat mengenai masalah yang bari terjadi pada mereka mengenai insiden penemuan gelang klien Piter.


Dari Bee, Kinan mendapat saran, harus lebih terbuka, dan mau mengatakan apa pun yang ada di dalam hati. Jangan di simpan agar tidak menjadi penyakit bagi hubungan rumah tangga. Keterbukaan dan rasa percaya pada pasangan adalah kunci utama. Di luar sana banyak orang yang mungkin tidak menyukai kebahagiaan yang kita miliki. Berawal dari nasehat Bee lah, kini Kinan mulai berani mengatakan pendapat dan apa yang dia pikirkan.


Dengan susah payah Piter menelan Saliva nya. Dia sendiri juga tidak ingat kapan tepatnya noda lipstik itu ada di pakaian nya. Memang tadi dia makan siang dengan kliennya, tapi...


Seketika dia ingat kejadian saat di lift tadi. Banyak nya orang yang berdesakan keluar saat pintu lift terbuka membuat Sari, wanita yang kini menjadi kliennya di dorong ke depan hingga membentur tubuh Piter yang berdiri di depannya.


"Oh, mungkin ini bekas lipstik Sari. Saat di lift desak-desakan jadi dia sampai ke dorong ke depan membentur lengan ku. Jangan bilang kau curiga lagi pada ku?" ucap Piter memutar tubuh Kinan. Menangkap wajah cantik nya dan menatap mata bulat itu.


"Harus gimana lagi aku bilang, tidak akan ada satu wanita pun yang bisa menggoda ku lagi. Hati ku sudah tertambat pada wajah ini" bisik nya di atas bibir Kinan sebelum menyatukan nya. Kecupan sekilas itu berubah jadi pagutan panas. Kinan sungguh luar biasa bagi Piter, hanya dengan menikmati bibir mungil itu saja batang miliknya sudah mulai mengeras di balik handuk.


Tanpa menunggu lama, Piter membaringkan tubuh Kinan, membuka handuk yang melilit di tubuhnya sendiri dan melempar begitu saja. Mata nya sudah mulai liar menatap tubuh Kinan. Gerakan jarinya yang sudah lihai bergerak cepat menarik gaun Kinan dari kepalanya.


"Aku tidak akan berselera memikirkan orang lain, karena memikirkan mu saja sudah habis waktu ku" bisik nya di telinga Kinan sesaat sebelum menjilati telinga wanita itu.


Kinan membenarkan pendapat Bee. Saat kedua nya saling bertukar cerita mengenai aksi ranjang mereka dengan suami masing-masing, Bee mengatakan kalau Bintang memiliki stamina tinggi dan begitu lihat menyerang titik-titik r*ngsang nya hingga Bee akan melayang hingga ke awan.


Hal itu pula lah yang di rasakan Kinan setiap berc*nta dengan suaminya. Para pria keluarga Danendra memang sangat liar dan juga mahir dalam memuaskan wanitanya di atas ranjang.


***


Piter sama sekali tidak pernah menaruh curiga pada Asri atas semua yang sudah di temukan istrinya. Bagi nya semua itu adalah unsur ketidaksengajaan. Dihadapan nya Asri tidak menunjukkan sikap lain hingga Piter bersikap biasa saja.


Tapi ternyata Asri memang punya niat lain padanya. Bukan tanpa alasan, penyanyi dangdut itu memilih Piter jadi pengacaranya. Awalnya bukan Piter sebenarnya yang menjadi kuasa hukum Asri Linggis, tapi sahabat Piter Bima. Penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyang linggis mengorek tanah, yang sebelas dua belas dengan goyang bor nya pedangdut senior itu meminta Bima agar mengganti dirinya dengan Piter, saat bertemu di sebuah acara.


Bima yang saat itu memang sedang menangani satu perkara baru, setuju dan meminta tolong pada Piter. Pada awalnya Piter menolak, tapi Bima yang terus memohon mengatakan sudah terlanjut berjanji pada Asri Linggis. Lagi pula, kasus Asri Linggis sangat viral saat ini, jika berhasil memenangkan perkara, maka kuasa hukum nya juga akan naik.


Bukan karena biar tenar makanya Piter menerima. Dia tidak perlu mendompleng nama besar Asri Linggis untuk terkenal di negeri ini, Karen pada dasarnya semua orang mengenalnya karena memang sebagai pengacara hebat, dan tentu saja nama belakangnya.


Dia menerima nya karena kasihan melihat kasus Asri yang bersiteru dengan salah satu pejabat publik yang menikahinya secara sirih, dan kini ingin menceraikan nya lalu mengambil hak asuh anak satu-satunya.


Asri Linggis tidak masalah jika harus di ceraikan pria botak itu, tapi dia tidak ingin anak nya diambil dari nya. Atas nama simpati akan nasib wanita yang ingin memperjuangkan status anaknya lah makanya Piter mau membantu.


Tapi kembali lagi, Asri memang yang sudah terpikat pada Piter mempunya niat terselubung. Dia menyukai pria itu yang memang seumuran dengannya. Selama ini Asri jenuh dengan pria yang usia nya dua kali lipat darinya.


Status Piter yang sudah tidak sendiri lagi pun Asri sudah tahu, tapi sifat menyukai suami orang seperti sudah mendarah daging padanya. Dia berencana memikat Piter. Jika pun pria itu tidak ingin menceraikan istrinya, Asri Linggis bersedia menjadi istri kedua.


Dimulai lag trik agar istri Piter diyakininya bisa mendapatkan petunjuk adanya wanita lain yang saat ini dekat dengan Piter. Mulai dari sengaja menjatuhkan gelang nya di jok bawah mobil saat Asri menumpang, lalu insiden lipstik itu pun Asri sengaja menubruk tubuh Piter dan menempelkan bibirnya di lengan pria itu.


Dan sekarang dia ingin melakukan gebrakan terbesar. Melalui Bima, Asri mengundang Piter dan juga teman artis lainnya untuk minum sekaligus karaokean di salah satu hotel berbintang. Tentu saja Piter menolak, tapi karena terus di paksa dan Asri yang sudah menunggu di sana mengatakan akan memberikan bukti kekerasan fisik yang pernah di lakukan mantan suaminya itu terhadap dirinya dan putra mereka, maka mau tidak mau Piter akhirnya datang kesana.


'Sayang, aku pulang telat. Kamu makan malam duluan ya, ada sedikit kerjaan yang harus aku selesaikan'


Setelah menekan tanda send, Piter melajukan mobilnya menuju tempat Asri berada.