Sold

Sold
Hanya pengasuh



Bee berjalan dengan penuh percaya diri. Hal yang mudah bagi nya kalau hanya berjalan disertai tatapan mata penuh tanya padanya. Dan dia tahu itu karena apa. Orang-orang dalam ruangan itu tentu mengenal nya sebagai seorang model, walau memang tak se top Stella Orion. Tapi yang membuat mereka melihat penuh rasa penasaran adalah bayi yang ada di gendongannya.


Masih dengan anggunnya di meliuk jalan bak di catwalk. Saga yang tidur nya cukup juga anteng banget di gendongan Bee.


"Hai papa.." ucap nya tepat di belakang Bintang. Sontak semua orang yang ada di sekeliling pria itu menatap ke arah Bee dan si bayi. Begitu pun wajah Stella, Bee begitu menikmati rasa terkejut wanita itu. Dan Bintang?


Pria itu memang terkejut. Terkejut karena Bee hadir di sana tanpa memberitahu sebelum nya. Tapi saat melihat Bee datang bersama Saga dan menyapa nya dengan panggilan papa, senyum Bintang melengkung di wajahnya.


Tapi lagi-lagi senyum itu hanya bertahan sesaat. Amarah nya muncul saat melihat gaun yang di kenakan Bee yang begitu sexy.


Gaun hitam itu membalut tubuhnya dengan belahan dada rendah hingga setengah dari permukaan dada nya terlihat. Kini mata Bintang menatap mata Bee seolah menyelidik apakah istrinya sudah gila atau apa!


"Papa.." ulang Bee tersenyum, memamerkan barisan gigi putihnya.


"Papa? maksud kamu apa? dan lagi.. ngapain kamu kemari bawa anak? aku rasa nama mu tidak ada dalam list tamu, karena sebagian besar aku lah yang membuat list itu" seru Stella mendekat pada Bee, bahkan keduanya kini saling berhadapan.


"Maaf, kamu bukan nya Bellaetrix Elaina, salah satu anak asuh Sebastian Menawan juga?" tanya salah satu pria berdasi yang mungkin seumuran dengan Bintang.


Pertanyaan itu hanya di balas Bee dengan anggukan dan senyum menawan. Benar..dia ingin tebar pesona. Menjadikan pandangan dan decak kagum orang sebagai barometer dirinya masih di perhitungkan dalam dunia model ini.


"Wah..kami cantik sekali. Semakin cantik malah. Lama tak melihat mu, kamu kini begitu..." dari pandangan dan seringai di wajah pria itu dan ketiga pria lainnya sudah menjelaskan maksud mereka yang mungkin sedang berkembang di otak mereka.


"Sudah..katakan, kamu sedang apa di sini?" potong Stella kesal. Tak ingin berbagi panggung dengan wanita lain. Tadi dirinya lah yang menjadi bintang dalam acara ini, sebelum junior sialan nya itu datang mengganggu, siapa lagi, Bee tentu nya!


"Aku datang hanya untuk membawa anak ini. Dia ingin bertemu papa nya..iya kan papa?" tanya Bee menghadap Bintang sembari mengagunkan tangan mungil Saga yang diam dengan antengnya.


"Papa? apa kamu gila?" bentak Stella semakin kesal. Jelas itu pasti akal-akalan wanita gila bernama Bee.


"Papa?" ulang pria berdasi merah dengan perut buncit. Tak hanya mereka sebenarnya yang bertanya. Bee bisa mendengar banyak cicitan di sekitar mereka yang ikut bertanya. Semakin lama semakin banyak orang yang mendekat. Bahkan wartawan sudah banyak mengambil gambar.


"Iya benar..papa..papa mau gendong Saga?" ucap Bee dengan suara yang dibuat-buat semanja mungkin. Bintang hanya diam. Membeku. Dia mencoba membaca cara bermain yang ingin di perlihatkan Bee.


Analisa nya, Wanita itu meminta persyaratan agar pernikahan mereka di rahasiakan, tapi sekarang tanpa angin dan hujan tiba-tiba datang membawa Saga ke depan acara yang justru banyak dihadiri orang penting, dan mengikrarkan itu sebagai anak nya. Jadi kesimpulan yang bisa di tarik Bintang adalah, Gadis bodoh nya itu sedang cemburu hingga membuang ego nya dan mengumumkan hubungan mereka.


Kini Bintang paham. Justru dia merasa bahagia gadis itu mau menunjukkan dirinya sebagai istrinya, alih-alih meminta perpisahan padanya.


"Bintang, apa maksud wanita gila ini? kamu ga marah, wanita ini mengatakan bay itu anak mu?" salak Stella kesal melihat Bintang yang sedari tadi tidak menyangkal dan marah pada Bee.


"Wah..itu kabar fantastis. Yang kami tahu selama ini anda belum menikah, tapi kini justru memberi kabar mengejutkan karena sudah memiliki anak" ucap pak Sudibyo.


Ucapan selamat pada Bintang akhirnya mengalir. Saga memang terlahir penuh karisma. Siapa pun yang melihatnya pasti langsung jatuh hati.


"Jadi wanita ini adalah..?" tanya pria yang lebih tua.


"Dia ist.."


"Saya cuma pengasuh bayi nya tuan Bintang" potong Bee cepat menatap pria nyang bertanya itu, dan lagi-lagi mengumbar senyum manis nya. Hingga semua orang yang mendengar manggut-manggut.


Kini justru Bintang menatap penuh tanya dan kesal pada Bee. Permainan apa lagi yang di lakukan gadis itu? dia begitu senang saat Bee memperkenalkan anak mereka, melambungkan perasaan Bintang yang dia kira sudah membuat gadis itu memilih bersama nya, tapi kini Bee menghempaskan nya kembali dalam jurang dalam. Sampai kapan gadis itu akan mempermainkan perasaan seorang Bintang Danendra?


"Riko, kau urus semua" bisik Bintang pada Riko yang sedari tadi ada di belakangnya.


"Tuan-tuan dan semua nya, terimakasih atas kehadiran anda sekalian. Saya pamit pulang duluan. Putra ku tampak nya ingin bermain dengan ku" ucap nya penuh sabar lalu mengangguk sekali lagi dan setelahnya melangkah pergi.


Stella yang masih dalam kebingungan mengikuti Bintang, setelah lebih dulu menatap tajam pada Bee.


"Nyonya, sebaiknya anda ikut bersama tuan. Ini demi kebaikan anda" bisik Riko yang mengerti keadaan dan apa yang diinginkan tuan nya.


Wajah Bee yang masih coba tersenyum nyatanya sudah menciut hati nya di dalam sana.


"Ayo Bee, kita pulang. Lo emang udah gila" tari Caca melangkah. Riko ikut di belakang mereka.


"Maaf, nona..aku sudah meminta supir mengantar kalian berdua pulang. Seperti nya anda tidak bisa satu mobil dengan tuan dan nyonya" ucap Riko di tengah perjalanan mereka.


"Kenapa gitu? mereka teman-teman ku. Tadi pergi nya kan sama, kenapa sekarang harus berbeda?" seru Bee menghentikan langkah nya menghadang Riko.


"Anda tidak akan tahu nyonya, sebesar apa amarah tuan Bintang saat ini. Ini juga demi keselamatan kedua sahabat anda" balas Riko.


Wajah kedua sahabat Bee memucat. Merasa apa yang dikatakan oleh Riko ada benarnya. Bee memang sudah keterlaluan di dalam sana tadi. Mempermalukan Bintang dengan tingkah konyolnya.


"Iya, kami pulang dengan mobil yang berbeda. Kak Riko tolong kami mau pulang ke rumah kami aja" ucap Lala.


Bee hanya bisa melangkah pasrah menuju mobil menunggu hukuman yang akan dia terima nantinya. Apa lebih baik dirinya kabur dari sana? tapi itu tidak ada artinya. Dua bodyguard yang di tugas Riko di belakangnya bahkan tak pernah berkedip karena takut dia akan lari.