
Saat semua orang di rumah menyantap makanan nya dengan lahap, Bee hanya mengubek-ubek sarapannya, tanpa niat memakannya.
"Ga enak sarapan nya nak?" tanya tante Di yang membuat papa melirik sekilas ke atas piring Bee.
"Ga selera Tan.."
"Kamu harus makan. Papa ga mau nanti di kira orang kamu tertekan karena mau menikah dengan tuan Bintang" semprot papa.
Diingatkan kembali masalah jual menjual itu membuat darah tinggi Bee kumat. Bola matanya membulat pada papa nya, lalu menghempaskan sendok ke piring nya lalu mendorong kursi dengan kasar dan beranjak ke atas, menuju kamarnya.
"Lihat kan Di, makin besar makin ga tahu sopan santun ponakan mu itu. Gimana sih kamu ngedidik nya?" ucap Hutomo kesal.
Kesabaran penuh, tante Di masih mau bertahan di rumah itu tanpa harus menjadi gila menghadapi pertikaian ayah dan anak itu.
Buru-buru dihabiskannya sarapannya, dan menyusul Bee ke kamarnya.
"Ada apa lagi sekarang? setelah sakit bohongan mu ketahuan, lalu apa lagi?" tante Di sudah duduk di tepi tempat tidur, memperhatikan Bee yang telungkup sambil memainkan ponselnya.
"Dia ngajak aku jalan tan.." sahutnya kesal.
"Loh kok kesal?enak dong diajak jalan. Baik lagi untuk kalian, sebelum menjadi pasangan suami istri"
"Aaaaahhh..." teriaknya kesal semakin di ingatkan tentang perjodohan itu. "Tante bisa ga jangan buat mood ku tambah buruk?" ucap nya hampir menangis.
"Tan, kita balik ke Jakarta yuk? bawa aku pergi dari sini, please.." Bee sudah menyatukan tangan di depan dada, membuat tanda permohonan.
"Sayang.. kalau tante bisa, tante udah bawa kamu pergi dari sini. Dari perjodohan yang tidak kamu ingin kan ini. Tapi tante punya hak apa?justru tante di sini untuk memastikan kamu ga aneh-aneh hingga hari pernikahan kalian" terang tante Di membelai rambut panjang Bee.
"Aneh-aneh gimana maksud tante?"
"Ya aneh-aneh, kayak kabur dari rumah, gantung diri, atau lompat dari balkon kamar kamu" sahut nya sambil menunjuk arah balkon yang sedang terbuka pintu nya.
Seram amat ya..tapi apa gue pilih aja tuh yang di ucapin sama tante Di? iiih.. amit-amit. Masuk neraka dong gue..ogah!
"Udah.. tante bantuin milih pakaian kamu. Jangan lagi deh kamu kayak kemarin, sengaja buat Bintang kesal milih celana monyet. Kamu tuh harus bersikap dewasa Bee menyikapi nya"ceramah tante Di.
Tapi dasar nya bebal, semua yang di ucapkan tante Di saat ini mental, sedikitpun tak nyangkut di telinga nya, apa lagi di otak!
Janji kencan pertama mereka jam lima sore, sampai waktu itu, Bee memilih untuk menikmati waktu nya, seraya balas-balasan chat dengan Elang.
Setelah dua hari memohon agar Elang jangan marah, karena setelah malam dia tahu dia sudah dijodohkan oleh papa nya, Bee langsung mengirim pesan, agar kedatangan Elang dan keluarga nya untuk melamarnya, di tunda dulu.
Alasan yang di pilih Bee adalah, karena papanya tengah menghadapi masalah dengan ladang sawit mereka. "Maaf ya Lang, jangan marah. Please kasih penjelasan sama om dan tante, papa besok pagi harus ke ladang cek masalah di sana" terang Bee kala itu harus berbohong.
Walau tak semua yang di katakan nya adalah kebohongan. Toh papa nya juga memang benar pergi ke sana, dan benar ada masalah dengan ladang mereka- masalah dengan pemilik baru, maksudnya.
Dan kini setelah membujuk, Elang mau memaafkannya. Rasa bosan tak hinggap setiap dia berkomunikasi dengan Elang walaupun sekedar melalui chat belaka.
"Semangat ya manggung nya nanti. Emang dimana kali ini?" tanya Bee.
"Di Mall SKA, kalau bisa kamu datang dong Bee biar aku tambah semangat. Kamu masih demam?" tanya Elang.
"Demam? siapa?.." baru lah dia ingat akan kebohongan nya dan buru-buru merevisi kalimatnya.
Setelahnya, tak ada lagi balasan dari Elang. Dan Bee pun merasa bersalah sudah berbohong. Dia hanya butuh waktu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Bintang dulu, baru akan menjelaskan semua nya pada Elang.
Atas rekomendasi mama nya Lala, tante Di memanggil orang dari salon langganan mereka untuk membantu Bee perawatan di rumah. Jadi lah sejak pukul satu, sehabis makan, Bee langsung di kerjain oleh mbak salon, hingga pukul empat. Saat sedang di massage, tiba-tiba satu ide muncul di pikirannya. Segera diraih ponselnya, lalu mulai masuk grup chat d'MBG.
-Hai girls..- sapa Bee
-yup..gimana perawatan kamu?udah kelar?kayak mau jadi manten aja- Lala
-Siapa yang mau jadi manten?gila, aku belum jahit baju- Tya
-Dasar pe'a semua. Ini lagi Lala, siapa yang mau jadi manten sih! nyalon itu kan kebutuhan semua cewek La..!- Bee
-Jadi ga ada yang bakal jadi manten nih? syukur deh, kirain- Tya
-Sorry para fans ku, terlambat masuk akyu..pada nyariin ya?ada bahan ghibah an apa sih?- Caca
-Kalian semua bosan ga di rumah mulu liburannya?-Bee
-Ga usah pake nanya! aku udah jamuran di kamar terus baringan!- Tya
-😩ðŸ˜- Lala
-😔😔😤😒- Caca
-Nah, hari ini jalan yuk, kita nongkrong 😉😉- Bee
-Gada duit aku- Lala
-Sama- Tya
-Tenang aja, kalian cuman perlu bawa badan aja, ada bandar..ok. Jangan lupa, kita ketemu di Living world jam 5 sore, jangan sampai telat. Tunggu aku di Starb*cks- Bee
Senyum nya kini merekah. Ga bakal gue kasih lu menang, dasar biawak!
Satu jam sisa waktu dia habis kan untuk berdandan, walau hanya make up minimalis dia pun bisa mengerjakan sendiri, tapi tante Di memaksa agar mbak salon nya yang rias.
Tampilan nya sudah bisa ditebak, cantik dan mempesona seperti biasa. Dengan gaun selutut nya, Bee tampak sangat menawan.
Baru akan memilih tas yang cocok dengan gaunnya, pintu kamar nya di ketuk.
"Masuk.." ucap nya masih sibuk memilih tas di lemari kaca setinggi dua meter.
"Non, itu, si orang asing udah datang, nunggu di ruang tamu" ucap bi Jum.
"Orang asing bi?" Bee mengerutkan keningnya.
"Tetangga kita yang ga tahu malu itu non" bi Jum memperjelas.
"Hahahaha..benar tuh bi, dasar emang itu orang ga tau malu. Dan dia udah datang aja?masih jam lima kurang loh ini!" umpat nya kesal.
"Ya udah bi, bilang aja bentar lagi aku turun, kalau ga lupa! dan ga usah kasih senyum, apa lagi minum, bilang aja gula teh kopi habis!" sambung nya lagi.