
"Kenapa muka lu?kusut amat! cewek mana yang lu hamilin?" tanya Ryan menendang kaki Bintang yang asik sendiri.
"Sialan lu b*ngke.." sahut nya kesal. Menatap ke arah para sahabatnya bergantian.
"Kenapa tang?ada masalah?" tanya Bumi yang lebih tenang dari semuanya.
"Gada, aneh lu pada..udah ga usah bahas gue, lu Yan, kapan jadi nikah?" tanya pada Ryan yang tengah senyum membalas pesan di ponselnya. Pria itu tengah jatuh cinta pada seorang gadis yang hampir di rebut pria lain.
"Ntar juga sampe undangan nya buat elu" jawabnya sekenanya.
Dari mereka berempat, tinggal Bintang dan Ryan yang belum menikah. Ryan sih udah jelas, sudah punya calon dan sebentar lagi bakal nikah. Dirinya?calon udah ada, kapan nikahnya, itu yang sulit di jawab.
***
Bee sudah bersiap-siap, penuh semangat dia bangun dari tidur siangnya, mandi dandan yang cantik mengenakan pakaian mewah dan segala pelengkapnya yang menyulap dirinya bak wanita sosialita Jakarta.
Penerbangan nya pukul 16.45 WIB, dan akan tiba pukul 18.30 WIB, naik kotalink. Rasanya tak sabar ingin segera tiba di sana.
Ya..hari ini dia kan bertolak ke Pekanbaru, kampung halamannya. Bee sudah melarang tante Di untuk memberitahu rencana kepulangannya pada papa nya, dia ingin memberi kejutan. Alih-alih di larang pulang.
"Udah semua sayang?banyak amat Bawak koper sampai dua? belum lagi bag Segede gajah gini, kamu juga paling tiga Minggu di sana sayang" ucap tante Di heran melihat bawaan Bee. Takut sebenarnya kalau-kalau gadis kesayangan mereka itu tidak balik lagi. Kadang Bee kalau udah kesal kan rada ga jelas. Suka seenak hati nya, melakukan sesuatu tanpa di pikir dahulu akibatnya.
"Ini yang aku pakai selama di sana tan" ucapnya malu.
"Cie.. prepare amat ya, yang mau ketemu sama pujaan hati" celetuk Niko menggoda. Niko tahu kisah nya dengan Elang. Bee sendiri yang cerita tahun lalu, saat Niko bertanya kenapa ga menerima Kia, yang baik dan juga santun.
"Iya dong..doain gue ya dek.."
Pesawat landing pukul sebelas. Bee memilih naik taxi online dari bandara menuju rumahnya. Saat mobil memasuki perumahan nya, mata Bee di layangkan ke sepanjang jalan, melihat apakah ada sosok Elang yang biasanya nongkrong di warung langganan nya dengan para sahabatnya.
Tapi hingga mobil yang membawa ke rumah, sosok itu tak tampak.
Hanya bi Jum yang menyambut kedatangannya. Papa nya sudah dua hari tidak pulang dari kebun, sesuai keterangan dari bi Jum. Setelah membagi oleh-oleh yang dia siapkan untuk bi Jum, Bee menuju kamar nya di lantai dua.
Bee menghempaskan tubuhnya di ranjang. Merindukan setiap isi dari kamarnya ini. Kamar yang dia tempati sejak dirinya tidak takut untuk tidur sendiri lagi, sejak kelas tiga sekolah dasar.
Kamar itu masih terawat, bi Jum pasti setiap hari membersihkan kamar itu, hingga debu tak hinggap.
Tiba-tiba satu ide muncul di kepala nya. Lalu meraih ponselnya mengetik chat di group d'MBG.
"Hai girl..lagi apa??" - Bee Cantik
"Hai Bee.. kita lagi di rumah Nina, anak pak RT, lagi ulang tahun nih" - Lala imoet
"Tya sama Caca juga di situ, La?" - Bee Cantik
"Iya, aku sama Tya ada di sini, sayang 🥰🥰..." - Caca manis
"Kamu lagi ngapain?jangan bilang lagi jalan sama si cakep Kia?😌😌😩" - Tya keren.
"Hahaha, Idih kepo lu. Enak banget lu semua pada happy-happy ya..😩"- Bee cantik.
"Makanya kamu balik dong, udah libur juga"- Lala imoet.
"Nina ngadain acara di rumah nya?" - Bee imoet.
"Ya iya, emang mau dimana?di hotel? duit dari mana?lagian juga kita anak SMA, jajan masih minta sama orang tua" - Lala imoet.
"Ok gue datang" - Bee cantik. Off.
Bee bergegas mengganti pakaiannya. Memilih pakaian yang sangat cantik. Dress berwarna baby pink, dengan brokat di bagian dada melingkar hingga punggung bagian atas. Memperlihatkan dada nya yang menyembul indah namun masih tertutup kain tile halus.
"Wah non, cantik sekali. Mau kemana non?" tanya bi Jum yang melihat nya menuruni anak tangga.
"Mau ke rumah pak RT bi, Nina ulang tahun, ngundang aku juga" ucap Bee tersenyum malu. "Tapi dandanan ku ga menor kan bi?"
"Ga sama sekali non, pas..terlihat cantik natural"
Dengan percaya diri penuh, Bee datang ke rumah Nina. Dari depan gerbang terlihat suasana meriah pesta ulang tahunnya. Mata Bee mencari sosok yang dia kenal guna menghilangkan rasa canggungnya. Beruntungnya, masih di halaman depan, Bee sudah melihat Lala yang sedang mengambil beberapa jenis kue kering dan menaruh di piring. " kangen aku ga?" bisik Bee dari belakang.
Sontak mata gadis itu membulat saat menoleh dan melihat Bee di belakangnya tersenyum padanya.
"Ya Tuhan..demi apa? kamu di sini Bee?" teriak Lala gembira yang berhasil membuat semua orang yang di dekat mereka menoleh untuk melihat. Kini para tamu yang kebanyakan adalah teman sekolah mereka, mengerubungi Bee dan Lala. Ingin bersalaman dan meminta photo dengan Bee.
Apa yang di alami Bee saat ini tak pernah sedikit pun dia bayangkan sebelumnya. Semua perubahan pada dirinya itu dia lakukan hanya untuk menarik perhatian Elang, ini justru semua orang yang dulu mengejeknya atau memandang aneh padanya, kini mendekat, sok kompak dan minta photo.
Bee meladeni dengan senang hati. Tidak ada sedikit pun kesombongan di hati nya.
"Bubar- bubar, udah kayak gula aja di kerubuni" salak Tya menyeruak kedalam lingkaran manusia.
"Gila, kamu pulang ga ngabarin kita, dan sok pake acara nge chat di grup?" pekik Caca menghambur memeluk Bee, begitu pun Lala dan Tya. Lalu berempat menemui Nina di dalam ruangan bersama tamu undangan lainnya, yang juga tak kalah terkejut, terpana saat Bee dan ketiga temannya datang menyalami Nina.
"Selamat ulang tahun ya Nin, maaf aku datang padahal ga di undang. Ini kado ulang tahun buatmu" ucap Bee menyerahkan Tote bag putih ke arah Nina, yang di sambut gembira.
"Aduh, aku malah beruntung banget kamu mau datang. Makasih banyak ya Bee"
Setelahnya satu persatu tamu undangan minta photo, pun para orang tua. Keempat nya duduk mengelilingi meja bulat dengan berbagai hidangan istimewa di atas meja. "Itu siapa sih? bukan nya ke ge-er an ya, tapi dari tadi cowok itu ngeliatin aku terus"ucap Bee masih menatap pria yang juga tengah melihat ke arahnya.
"Oh..dia cakep ya..aku suka banget sama dia. Cowok idaman banget ga sih, udah cakep, tajir lagi" jawab Lala ikut menatap ke arah pria yang di tunjuk Bee dengan sorot mata tidak suka nya.
"Enak aja itu calon suami idaman aku ya. Aku malah udah jatuh cinta sama dia kayaknya" sambung Caca tak mau ketinggalan.
"Hei..kok pada terpesona gitu sih sama om-om kayak gitu. Emang siapa sih dia?" desak Bee semakin ingin tahu.
"Dia orang baru di sini. Baru pindah. Tetangga kamu Bee. Dia punya lahan sawit yang luas banget loh. Malah kata papa aku, dia yang udah beli lahan orang sini dengan harga tinggi" terang Lala.
"Tetangga aku gimana maksudnya?" kening Bee berkerut.
"Samping rumah mu, dia yang beli rumah pak Karyo, gila ya rumah mewah itu sekarang makin bagus aja. Malah ada kolam renang nya lagi" celetuk Tya.
Kembali Bee melayangkan tatapannya pada sosok pria misterius itu. Dia semakin yakin pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya.
Fix..gue yakin banget pernah ketemu sama tu orang, tapi dimana ya?