
Untuk menenangkan dirinya, mulai dari Saga tidur siang, Bee memulai treatment perawatan seluruh tubuh dengan memanggil karyawan salon langganan nya untuk memanjakan diri di rumah.
Tapi itu hanya berjalan sesaat. Pikirannya lagi-lagi kembali pada acara malam nanti.
"Dasar Bintang sialan! Pergi malah ga ngajak gue!" maki nya memukul sandaran kursi tempat nya sedang di meni-pedi. Mbak salon bahkan kaget karena umpatan Bee yang cukup kuat.
Pukul tiga sore, kedua sahabatnya datang hingga ikut nyalon bersama Bee. Setidaknya gadis itu sedikit terhibur.
Dua judul drama Korea sudah mereka tonton. Bee melirik jam, pukul enam sore, berarti meet Gala nya sudah berlangsung sejak tadi. Buru-buru Bee menghidupkan tv, dorongan rasa ingin tahu nya membuang gengsi nya dengan cepat.
Ketiga nya menatap layar televisi, tampak Stella Orion berjalan dengan busana yang begitu indah. "Gila.. cantik banget dia" ucap Lala dan Caca berbarengan. Bee bukan tidak mengakui, dia terperangah melihat kecantikan wanita itu.
Acara tengah di mulai, Sesekali kameraman nya menyorot Bintang yang duduk di dekat petinggi dan tamu undangan yang penting.
Hati Bee menghangat melihat wajah pria itu. Bintang begitu tampan, dan semua orang di sana tidak ada yang akan percaya dia lah pemilik pria itu, sampai saat ini.
Entah dapat keberanian dan pemikiran dari mana, Bee tiba-tiba berdiri dari duduknya.
"Ayo kita hadiri acara itu!" ucap nya penuh keyakinan.
"Lo gila apa kesambet?" potong Caca melihat tingkah aneh Bee.
"Gue serius. Kalau kalian berdua ga mau ikut, ya udah, gue go sendiri.." Bee sudah setengah berlari menuju kamarnya.
"Mir..tolong mbak salonnya suruh ke kamar.." teriak nya sembari berlari.
Bee memang suka melakukan hal gila saat sekolah dulu. Kedua sahabatnya tahu sifat dan kelakukan Bee. Tapi yang buat mereka geleng-geleng Bee mengajak mereka menghadiri acara itu dengan membawa Saga.
Jadi lah mereka semua berangkat satu kompi. Bee, Lala dan Caca. Tak lupa membawa Saga bersama Mira dan dua perawat.
Mereka membutuhkan hampir satu jam hingga sampai di tempat acara itu yang ternyata di adakan ballroom hotel bintang lima milik Bintang. Jalanan macet karena parhelatan itu. Hotel megah itu begitu ramai. Bee bahkan sudah dua kali kemari, tapi tetap saja terpukau.
"Bee lo ga mau buka mantel bulu lo itu?" saran Lala.
"Belum waktunya sayang" sahut Bee. Penampilan Bee kali ini begitu cantik dan elegan. Siapa pun yang memandangnya yakin lah tak akan terpikir untuk berpaling.
Wajah cantik nya begitu sempurna di hiasi senyum cantiknya. Perpaduan wanita dewasa yang menggoda namun begitu mematikan.
"Selamat malam nyonya. Maaf..hotel sudah full. Tidak ada lagi kamar dan bagi yang tidak ada dalam list ini tidak di perkenankan untuk masuk" ucap security menahan laju langkah Bee dengan rombongannya. Bahkan manager hotel ikut turun tangan.
Tapi karena tampilan Bee malam ini begitu memukau, hingga manager hotel tidak mengenali Bee sebagi istri Bintang.
"Saya tidak ingin booking kamar. Saya mau menghadiri acara malam ini" ucap Bee kesal
"Maaf, tapi acaranya sudah berjalan sejak tadi, bahkan saat ini sudah hampir selesai. Para tamu penting bahkan sudah meninggalkan tempat menuju ruangan privat untuk bersantai dan bersantap. Maaf, tapi anda terlambat" terang sang manajer.
Melihat pakaian Bee, manager sadar wanita itu bukan wanita sembarangan karena pakaian yang di kenakan nya, tapi seperti sudah diatur, tidak ada yang bisa masuk acara tanpa membawa undangan.
"Kalau begitu saya akan tetap masuk, antar kan saya ke ruang privat itu" perintah Bee. Tapi Manager hotel tetap menentang.
Semua orang yang ada di dekat mereka baik itu tamu hotel atau pun yang ikut menghadiri acara malam itu, menatap Bee dan rombongan nya tampak aneh.
"Baik lah, asal kau tidak menyesal!" Bee merogoh tas tangannya lalu mengeluarkan ponselnya.
Menekan nomor Bintang tapi tidak diangkat. Lalu Bee teringat Riko, sang asisten yang selalu berada di sisi Bintang.
"Halo.." sapa suara dari seberang.
"Riko, tolong turun ke bawah. Aku tepat di depan pintu masuk. Aku mohon cepat datang" Bee memutuskan panggilan.
Hanya butuh lima menit, Riko sudah tiba di sana dengan terengah-engah. "Nyonya anda di sini?" tanya Riko tak percaya.
"Nyonya?" ulang sang manager pelan menatap Bee. Merasa di atas awan, Bee membalas tatapan sang manager lebih tajam hingga pria itu menunduk.
"Maaf kan saya nyonya. Saya tidak mengenali anda" ucap nya berulang kali sembari membungkuk hormat.
"Rasain lo, makanya jangan songong" bentak Lala kesal.
"Iya benar" timpal Caca ikutan.
"Maaf..maaf nyonya" ulang sang manager bersama kedua security tadi.
"Riko, bawa aku ke tempat kak Bintang" pinta Bee.
"Tapi nyonya, tuan sedang bersama.."
"Stella Orion maksudmu?" hardik Bee tajam.
Nyali seorang Riko yang begitu tegas dan menakutkan bagi banyak karyawan dan rival bisnis mereka justru menciut mendengar bentakan Bee.
"Bukan begitu nyonya. Saya minta maaf, silahkan lewat sini" ucap Riko membungkuk dan mengulurkan tangan mempersilahkan.
Mereka berjalan, masuk ke dalam lift menuju lantai yang di maksud Riko. Tepat saat Riko akan membuka pintu ruangan itu, Bee menghentikannya sejenak.
"Tunggu.." ucap nya sembari membuka mantelnya dan menyerahkan pada Mira. Sontak semua mata memandangi Bee.
"Lo gila atau apa, pakai pakaian begitu? sexy banget" sergah Caca melotot. Kalau dia yang pakai pakaian itu dan orang tua nya sampai tahu, jamin dia akan di minta pulang tidak di izinkan melanjutkan kuliah di Jakarta.
"Gue cantik atau ga?" tanya Bee
"Sumpah, lo cantik banget tapi belahan lo terlalu ke bawah, semua bisa lihat dada besar Lo yang putih mulus itu. Lo ga takut kak Bintang nanti marah?" sahut Lala.
"Ga..udah ayo masuk.." Bee berjalan masuk bersama rombongan nya. Benar saja, kini dirinya menjadi sorotan semua orang.
"Mana Bintang?" bisik nya pada Riko. Pria itu dengan lemah menunjuk ke arah pria yang sedang berbincang dengan beberapa pria yang di kenali Bee adalah orang-orang penting. Dan di sana juga ada Stella tepat di samping nya, bahkan menggandeng tangan Bintang.
Beberapa wartawan mengelilingi mereka mengabadikan kebersamaan mereka yang kini tengah tertawa renyah. Amarah Bee seketika menyala. Singa yang ada dalam dirinya yang selama ini tertidur, kini di bangkitkan.
Perlahan Bee jongkok, menggendong Saga yang memang baru bangun dari tidurnya.
"Yuk sayang kita temuin papa.." ucap nya melangkah pergi menuju lingkaran di ujung sana. Riko berjaga, siaga kalau ada terjadi hal buruk, pasalnya sorot marah Nyonyanya menandakan kecemburuan besar. Dan Riko tahu yang bisa menghancurkan sesuatu hingga puing tak bersisa lebih dari bom, adalah kecemburuan seorang wanita, tepat nya seorang istri!