
"Ngapain buru-buru?" tanya Kiki yang memperhatikan Bee mengemas barang-barang nya ke dalam tas sekolah. Seingatnya hari ini dia tidak bimbel, karena sudah selesai try out kemarin.
"Mau ketemu teman. Katanya dia punya banyak komik detektif yang mau di pinjami ke aku" balas Bee melirik Kiki, lalu kembali berkemas.
Dua puluh menit lalu, Piter sudah mengabarinya, kalau dirinya sudah ada di depan gerbang sekolah mereka.
"Modus amat tuh cowok. Zaman sekarang masih gitu baca komik dalam bentuk cetak? kan udah ada aplikasi online buat baca novel atau komik" Kiki masih kesal. Padahal hari ini niatnya mengajak Bee untuk singgah ke resto tempat dia ketemu sama cowok cakep waktu itu.
"Lebih seru kalau pake buku. Lebih dapat feel nya.." masih terkekeh, Bee menarik tangan Kiki untuk keluar menuju gerbang.
"Padahal gue kan mau ngajak lu ketemu gebetan gue Bee" ucapnya dengan wajah merajuk.
"Calon gebetan..kenal aja ga. Ketemu juga baru sekali" Bee menguyel-uyel pipi chubby Kiki.
"Hai ter, lama nunggu?" tanya Bee masih menggengam tangan Kiki.
"Lumayan..tapi ga papa kok" sahut nya tersenyum.
"Oh iya, kenalkan ini sahabat aku, Kiki, Kiki ini.."
"Jupiter, tapi panggil aja Piter" Piter melengkapi kalimat Bee yang membuat gadis itu tertawa.
"Nama kamu Jupiter, aku baru tahu, unik ya nama benda-benda langit, aku punya tuh kenalan nama nya Bin..tang.." ucap nya melemah pada bagian akhir.
Diam dan kembali terkenang pada sosok itu. Semoga pria itu mendapatkan kebahagiaan nya.
"Siapa? teman atau pacar tuh? gue jadi cemburu nih" ucap Piter tersenyum. Dia datang mengajak Bee keluar ingin memastikan perasaan gadis itu. Dan dia sudah mendapat jawaban yang dia butuhkan.
"Bukan siapa-siapa. Yuk..Ki, lu ikut kita aja yuk?" pinta Bee. Namun Kiki menolak. Walau Piter tampan, tapi hati Kiki sudah tertawan pada pria misterius itu. Jadi dia memilih untuk pergi sendiri.
Cafe tak jauh dari sekolah Bee jadi pilihan mereka untuk ngobrol. "Mau pesan apa Bel?" tanya Piter.
"Aku mau bakso kosong dan es teler ya" seru nya bak anak kecil. Hari ini dia bebas makan yang dia suka, asal satu porsi. Karena sudah tiga hari makan lalapan aja.
Tante Di memang membuat jadwal Bee, apa yang boleh dan tidak boleh di makan lengkap beserta waktu nya.
"Bee, boleh nanya ga?" Piter memulai interogasi nya.
"Santai aja kali ter, mau nanya apa?" Bee menuang sedikit cuka ke dalam kuah bakso lalu mengaduknya.
"Kamu udah punya pacar? kalau belum aku mau masuk daftar nih" goda Piter sambil tertawa.
Bee pun membalas dengan ikut tertawa geli. "Udah, aku udah punya cowok. Bahkan selesai sekolah mau nikah."
Mendengar penuturan Bee yang terbuka, membuat Piter hampir keselek bakso yang tengah dia kunyah.
Waduh..kasian amat kakak gue. Sekali nya cinta sama cewek, doi malah mau nikah..derita lu kak..
"Yakin lah. Cinta pertama gue. Lagian kita kenal dari kecil, tetanggaan satu sekolah juga dulu" timpal Bee masih menikmati baksonya.
Kembali hening. Sepertinya langkah Piter mati di tempat. Ga tahu harus berkata apa lagi. Mau maju susah, karena Bee sudah meng skak-mat dengan kalimat yakin sama pacarnya.
"Lu ga pernah suka sama cowok lain gitu?" selidik Piter masih berharap Bee akan membahas Bintang, tapi nyatanya tidak. Gadis itu masih terus diam. Semakin membuat Piter mati kutu.
Sisa nya mereka malah larut membahas komik detektif dan karakter yang mereka suka. Menjelang sore, Piter mengantar Bee hingga depan gerbang rumah. "Hei..nih" ucap Piter menghentikan langkah Bee dengan mengangkat satu Tote bag besar berisi komik yang dia janjikan.
"Makasih. Nanti aku kembalikan kalau udah kelar baca" ucap nya tersenyum, memarkan deretan gigi putihnya.
***
Lima bulan berlalu. Kini Bee semakin memantapkan hati nya pada Elang. Dia juga ikut bahagia saat Elang sudah mulai dilirik industri musik. Dia kadang jadi band pembuka untuk Konser band di Pekanbaru.
"Bulan depan, kami akan ke Jakarta, mencoba untuk rekaman" ucap Elang dengan gembiranya saat mereka melakukan video call malam itu.
"Selamat ya sayang. Aku bangga sama kamu" ucap Bee tulus. Rasanya semangat nya bertambah jika Elang begitu gembira. Semala menjalani hubungan LDR ini, mereka kerap kali bertengkar. Ada saja yang jadi permasalahan yang memicu pertengkaran. Dan biasa nya, Bee akan jadi pihak yang mengalah, meminta maaf walau pun bukan kesalahannya.
Cinta membutakan logikanya. Walau kadang Elang sering mengumpatnya dengan bahasa kotor dan kasar, Bee tetap saja mau memaafkan pria itu, saat setelah berhari-hari tanpa komunikasi, begitu di hubungi Elang, Bee akan langsung memaafkannya.
Tak mengapa, asal Bee tetap bisa bersama Elang. Toxic banget kan? tapi mau bagaimana, hati sudah kepincut.
"Iya, doain ya Bee, semoga kami langsung di kontrak, buat album, manggung sana sini menghasilkan banyak uang, biar bisa melamar kamu" ucap Elang dengan wajah tampannya sedang membentuk raut wajah lucu.
"Pasti aku doain. Aku juga bakal nemenin kamu semala di sini. Aku kangen..."
"Aku kangen sama kamu. Lima bulan kita ga ketemu. Aku mau minta hak aku, ciuman pertama kamu harus aku dapatkan sebagai hadiah lulus rekaman" ucap Elang.
Deg!
Tertegun dengan semua yang di ucapkan Elang. Ciuman pertamanya sudah di rebut pria asing, walau sekedar kecup doang. Lalu ciuman yang lain? dua kali dia di hukum oleh Bintang. Tapi aneh nya dia merindukan hukuman itu..merindukan pria yang menghukum nya..
"Kok kamu jadi sedih yang? masih bertahan dengan prinsip menjaga diri hingga menikah?ciuman aja ga boleh?" susul Elang yang menatap Bee berubah sedih.
Tak ingin membahas masalah ciuman, Bee membahas masalah lain. Bee mengerti bagaimana membuat Elang senang. Puji dan bertanya lah tentang kemampuannya, dia akan dengan jumawa nya membanggakan diri.
Sebenarnya banyak sifat kurang baik yang Elang miliki, dan Bee sadar akan hal itu. Walau kadang risih, Bee tetap bertahan mencintai Elang, berharap suatu hari Elang akan berubah.
Waktu yang di janjikan tiba. Elang sampai di Jakarta bersama teman band nya dan menginap di salah satu hotel bintang tiga di Jakarta.
Selama dua Minggu melakukan proses rekaman, Bee selalu menemani. Bee juga lah yang membiayai akomodasi, penginapan dan juga makan untuk Elang dan teman-temannya.
Dia tulus melakukan hal itu, agar kekasih nya bahagia, walau kadang permintaan mereka terlalu berlebihan, ingin ini dan itu hingga Bee harus bolos bimbel tanpa sepengetahuan tante Di.