
"Maaf, bukannya harus nya lu bilang makasih ke gue? kok malah nuduh gue jambret sih?" salak pria itu mengekori Kiki ke mejanya.
"Barang bukti kan ada sama elu" ucap nya tak mau kalah.
"Dasar bocah, lu mikir ga sih, kalau emang gue jambret, lu kira dompet lu bakal gue balikin? lagian lu kan bisa cek, ada ga berkurang isi dompet lu?" pria itu udah habis kesabaran.
Niat menolong malah di tuduh jadi jambret. Kiki diam sesaat. Mengingat setiap kejadian sebelum dia masuk ke resto cepat saji ini.
Kalau di urut lagi, dia buka dompet di taxi online, untuk membayar ongkos, lalu memasukkan dompet ke dalam tas dengan terburu-buru melesat setengah berlari masuk menuju mall.
Baru lah setelah mengingat jelas, besar kemungkinan dia lupa mengancing kembali tas nya hingga dompet nya jatuh.
"Hehehe..sorry om.." ucap nya nyengir kuda malu telah menuduh pria itu.
"Udah ingat lu sekarang?" salaknya.
"Iya, mungkin tadi buru-buru jadi lupa ngancing tas, makanya jatuh"
Tanpa berkata apa pun lagi, pria itu berlalu meninggalkan Kiki. Tapi secepat itu Kiki menarik pergelangan tangannya. "Gue traktir makan ya om?"
"Ga usah. Dan jangan panggil om. Sejak kapan gue nikah sama tante lu?emang mata lu lihat gue setua itu?" cecar nya kesal dan menghempaskan tangannya dari pegangan Kiki sebelum berlalu.
"Kenapa gue sial banget sih hari ini?" batin pria itu memutuskan untuk pulang, tak jadi mencari apa yang awalnya ingin dia beli.
***
Bee sudah siap tampil, dandanan dan riasan di wajahnya sudah on, begitu melengkapi penampilan nya yang tampak cantik dan imut.
Pada pagelaran show kali ini, mengusung tema teenage, hingga dia menjadi bintang utamanya. Jessi juga ikut tampil malam ini, yang semakin membuatnya semakin membenci Bee. Pasalnya kak igun mendaulat Bee sebagai icon nya malam ini. Bintang dengan pakaian yang paling spesial.
Dua jam acara itu berlangsung, diiringi penampilan dari band tanah air berjalan sukses. Bee yang berkesempatan memberikan buket bunga pada sang desainer kondang itu.
Setelah berganti baju, Bee ikut berbaur dengan para tamu undangan lain, dan seperti biasa dia akan di kerubuni oleh beberapa pria yang coba menarik simpatinya.
"Ini pasti model kita yang lagi naik daun itu. Pembicaraan pria di club tempat berkumpul yang harusnya di habiskan untuk membicarakan bisnis, kini berubah topik membahas kecantikan anda" suara pria yang berdiri di belakangnya membuat Bee terkejut, lalu menoleh dengan raut wajah berbinar, namun setelah melihat pria itu, sinar ceria itu redup. Salah orang.
"Terimakasih" sahut nya sopan dan datar.
Bee bego, bagaimana mungkin lu masih ngarepin kehadiran pria itu, dia udah pergi..dan itu atas permintaan lu!
"Perkenalkan, aku Piter. Merasa terhormat bisa bertemu dan menyaksikan penampilan mu malam ini" ucap nya menarik tangan Bee dan mencium punggung tangan wanita itu.
"Bella.."sahutnya memandangi wajah Piter lebih dalam. Mengingat kan pada seseorang, tapi jelas itu tak mungkin. Bahkan pada saat Piter menyapa dirinya, Bee menduga itu Bintang. Suara mereka terdengar mirip di telinga Bee.
Pada awal pertunjukan, Bee begitu bersemangat. Dia yakin, pria itu akan datang. Bagaimana pun, dia memiliki saham di pagelaran ini. Tapi nyatanya, hingga acara berakhir dia tidak melihat pria itu.
Bahkan Bee mau melayani pria-pria ini berbincang, dengan tujuan bisa bertemu Bintang, tapi tetap tidak ada.
"Sudah cukup Pit, aku ga tahan lagi. Bisa-bisa aku pipis di celana nanti" ucapnya melambai-lambai tangan tanda berhenti untuk Piter.
"Baik lah. Walau aku masih punya banyak joke lucu yang pasti membuat mu mati tertawa" balas Piter yang duduk di sebelah Bee.
Keduanya menyelinap keluar. Bee mau di ajak keluar karena dia sudah memastikan Bintang tidak akan hadir malam itu.
"Boleh aku mengantarmu pulang?" tawar Piter.
"Terimakasih, tapi aku pulang dengan tante ku. Terimakasih untuk malam yang indah ini Pit. Kamu benar-benar menghibur ku" ucap Bee membenarkan letak gaunnya bersiap untuk beranjak masuk.
"Tapi kita masih bisa bertemu kan?" cegat Piter. Bee masih terdiam. Dia merasa Piter memang pria baik-baik, tidak menyimpan maksud buruk padanya, tapi itu kan yang tampak malam ini.
"Just friend, pure.."lanjut Piter meyakinkan.
"Ok.." sahut Bee berlalu dengan menghadiahkan Piter satu senyum manis nya.
Dijalan pulang, Bee asik mengobrol dengan Elang, yang baru bisa di hubungi setelah dua hari tak ada kabar.
"Iya, ini udah di jalan pulang kok. Sama tante Di, kamu ga usah mikir yang aneh-aneh deh. Aku setia tau.." ucap nya lewat sabungan telpon yang tak lama di tutup nya.
Sikap tante Di sudah mencair padanya, tapi tiap kali tante Di mendengar Bee sedang ngobrol dengan Elang, tante Di akan kembali bersikap cuek dan dingin padanya.
***
"Gila, kemarin acara nya keren banget Bee, gue ngelihat lu jalan, sumpah pengen jadi model gue" celetuk Kiki menyedot jus jeruk nya.
"Lihat dari mana lu?" tanyanya mengigit bakso pesanannya. Kantin hari itu tidak seramai biasanya. Mungkin karena ini jam istirahat pertama, jadi pada belum lapar.
"YouTube lah. Gue juga lihat si Jessi. Tapi tetap penampilan lu jauh lebih ok dari dia. Lu tu ya, bak model profesional, cara jalan lu pro banget" Kiki masih tetap dengan celotehnya.
Pembicaraan Kiki yang sempat di dengar Jessi dan kedua temannya membuat gadis itu berang dan mendatangi meja mereka.
"Ga usah belagu lu. Lihat aja gue balas lo entar!" ucap Jessi memukul meja mereka sesaat sebelum pergi dari kantin.
"Yeeee...situ ok!" balas Kiki.
"Udah deh, ga usah di ladeni. Kita ga usah cari musuh. Gimana pun kita teman satu sekolah, dan bentar lagi juga bakal tamat dari sekolah ini, jadi jangan musuhan" ceramah Bee.
"Eh, Bee Minggu lalu gue ketemu sama cowok, cakep banget. Kayak nya gue jatuh cinta sama tu cowok" ujar nya mengingat pria di resto cepat saji itu kemarin.
"Minggu lalu dan lu baru cerita ke gue sekarang?lu anggap gue teman atau ga sih?" Bee pura-pura ngambek
"Sorry, gue mau cerita tapi lu sibuk mulu sama kakak gue. Awas, entar lu jatuh cinta sama dia. Kasihan Elang"
"Kagak bakalan. Kia itu udah kayak kakak bagi gue, beda kalau sama Elang!