
Serasa melihat seorang Dewi, Bintang tak bisa mengalihkan pandangannya dari Bee. Lebih dari kata sempurna buatnya saat menatap Bee dalam gaun pengantin putih.
Songket Palembang berwarna maron begitu indah melilit pinggangnya, dengan kebaya cream penuh paket yang mempercantik penampilannya.
Ketiga temannya yang mengantarkan ke podium, untuk duduk di kursi pengantin, dengan Bintang yang sudah menunggu di sana.
Please deh, bisa ga dia ga usah secakep itu? jantung gue ga tahan kalau harus maraton mulu tiap lihat dia!
Dengan terang-terangan Bee menatap Bintang dalam setelan jas nya. Sangat tampan, mempesona dan aura pria berkuasanya sangat kentara.
Banyak nya tamu undangan membuatnya muak. Jengah dengan acara salam-salaman yang hampir semua tamu itu tak ada yang dia kenal satu pun. Semua yang datang adalah undangan Hutomo.
Sebenarnya Bintang ingin menyelenggarakan acara pesta pernikahan mereka di Jakarta, tapi sesuai permintaan Bee yang ingin merahasiakan pernikahan mereka dulu, Bintang menyanggupi acara itu hanya di adakan di Jakarta.
"Kenapa tatap gue segitunya?" ujar Bee mengerutkan bibirnya. Kesal karena Bintang selalu memandangnya dengan tatapan aneh, sama seperti tatapan ketika malam dia di hukum.
"Kamu begitu sempurna, betapa beruntungnya aku punya istri secantik ini" balas Bintang di sela suara musik yang memekakkan telinga.
Tak lama suara biduan itu menghilang, begitu pun musik keyboard yang mengiringi nya. Hanya berselang, lima menit, kembali terdengar lantunan musik, lalu di susul dengan suara penyanyi pria yang begitu familiar di telinga Bee.
Rasa penasaran, membuatnya maju ke depan panggung, melihat ke arah pentas yang di siapkan untuk pengisi acara.
Deg! tebakannya benar. Dia kenal suara penyanyi itu. Sangat.
Elang..
Mata nya semakin membulat, saat melihat sosok pria yang tengah bernyanyi di pesta pernikahan mereka. Terlebih saat keduanya tak sengaja bertatap langsung. Ada riak air mata di pelupuk matanya.
Di pejamkan mata nya, tak sanggup melihat kekasihnya bernyanyi untuk nya saat di hari pernikahan dirinya dengan pria lain. Perlahan lagu Armada menggema di seluruh ruangan, hingga membuat Bee meneteskan air mata.
ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya
aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
aku terluka melihat kau bermesraan dengannya
ku tak bahagia melihat kau bahagia
harusnya aku yang di sana, dampingi mu dan bukan dia
harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
harusnya yang kau pilih bukan dia
Itu lah hukuman dari Bintang. Entah itu hukuman untuk Bee atau pun Elang, bisa jadi untuk keduanya. Bintang bukan anak kemarin sore saat harga dirinya di injak malam itu, akan meluapkan emosinya dengan baku hantam dengan Elang. Dia akan membalas dengan main cantik. Ya ini, mengundang band Elang untuk tampil di acara nikahan kekasihnya sendiri. Kurang sadis apa coba.
Bintang hanya tersenyum licik melihat reaksi keduanya. Dia lah pemenang nya. Pria pecundang seperti Elang tidak pantas untuk gadis sepolos Bee.
Dia pria menjijikkan yang memperalat Bee. Menggunakan perasaan Bee padanya untuk mencapai tujuannya yang ambisius. Harus nya dia malu. Jika dia ingin sukses, maka berjuang lah dengan kaki dan tangan nya sendiri.
Hingga lagu itu habis, Bee masih menangis. Lala berulang kali memberikan tisu untuk menghapus jejak air matanya, tapi Bee benar-benar hancur. Tatapan Elang begitu tersiksa.
Lang..sabar ya..suatu hari semoga kita bisa bersama lagi..
Semua sudah di atur. Lagu kedua yang di bawakan grup band itu adalah lagu endless love dari Lionel Richie.
Walau sudah menolak, Bintang memaksa Bee untuk menerima tangannya untuk turun ke lantai dansa.
Aula dansa itu dekat dengan pentas para penghibur, jadi Elang bisa melihat jelas kilatan luka yang ada di mata Bee. Dia juga sakit, harus melihat gadis nya menikah dengan pria lain untuk membantu karir nya.
Bertahanlah Bee, ini hanya sementara sayang. Kita akan bersama lagi nanti..
Tatapan Bee selalu tertuju pada Elang, walau bagaimana pun Bintang berusaha merebut tatapan itu. Hal itu membuat Bintang kesal, hingga geretak geraham nya terdengar.
"Kamu bisa berpura-pura menjadi pengantin yang bahagia, demi menjaga kehormatan mu. Dan jika boleh, kamu juga bisa pura-pura mencintai suami mu, dengan tidak menatap pria lain di pesta pernikahan mu sendiri, well hanya untuk sekedar menjaga nama baik suami mu" bisik Bintang menatap wajah Bee, dengan segaris senyum menyakitkan gambaran hatinya.
Bee berusaha untuk tidak menoleh pada Elang. Apa yang dikatakan Bintang benar, dia tak ingin para tamu mencibir suaminya.
Suami? kata itu terdengar asing di telinganya kini, tapi nyatanya kini dia sudah punya suami.
Elang dan band nya hanya membawakan dua lagu, dan setelah nya pergi dari acara itu tanpa menikmati jamuan, atau pun sekedar menyampaikan ucapan selamat buat pengantin.
Setelah menyelesaikan satu putaran dansa dengan sang suami, Hutomo meminta hak nya sebagai seorang ayah untuk berdansa dengan putri satu-satunya.
Lantunan lagi I love her first dari penyanyi Heartland mengiringi dansa Bee dengan Hutomo yang berhasil membuat Bee menangis di pelukan papa nya. Pada moment banyak para tamu juga ikut menitikkan air mata haru, bahkan Hutomo pun ikut menangis.
Look at the two of you dancin' that way
Lost in the moment and each other's face
So much in love, you're alone in this place
Like there's nobody else in the world
I was enough for her not long ago
I was her number one, she told me so
And she still means the world to me, just so you know
So be careful when you hold my girl
Time changes everything, life must go on
And I'm not gonna stand in your way
But I loved her first, I held her first
And a place in my heart will always be hers
From the first breath she breathed
When she first smiled at me
I knew the love of a father runs deep
And I prayed that she'd find you someday
But it's still hard to give her away
I loved her first
How could that beautiful woman with you
Be the same freckle face kid that I knew
The one…
Putri kecilnya kini sudah dewasa dan akan segera menikah. Masa kecil nya dulu begitu bahagia, hingga sang mama meninggal. Semenjak itu Hutomo hancur, dan tidak memperdulikan Bee. Itu lah penyesalan seorang ayah.
Saat masih ada waktu bersama putrinya, dia begitu tak perduli. Kini putrinya sudah menggandeng tangan pria yang menjadi suaminya, menggantikan papa sebagai orang yang menyayanginya, saat itu lah baru menyadari betapa Hutomo gagal menjadi ayah yang baik.